BACAAJA, SALATIGA – Detasemen Khusus (Densus) 88/Antiteror Polri tak hanya diasosiasikan pasukan taktis berseragam serba hitam, memakai penutup wajah, identitasnya tersamar, lengkap dengan berbagai peralatan canggihnya plus menenteng laras panjang otomatis lengkap untuk membekuk teroris.
Di balik seragamnya, mereka tampil manusiawi. Tak terkecuali tampil di depan anak-anak dengan penuh kehangatan. Seperti terjadi Sabtu (7/3/2026) sore hingga petang, di bulan Ramadan. Tim Densus dari Satgas Wilayah Jawa Tengah berada di Madrasah Ma’arif NU yang berlokasi di Kelurahan Pulutan, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga, Jawa Tengah.
Tentu saja keberadaan mereka di sana tidak berkaitan dengan penegakan hukum tindak pidana terorisme. Melainkan, membersamai anak-anak untuk kegiatan buka puasa bersama.
Tim Densus tampak menyiapkan acara; estafet menata buah, susu, teh kotak, air mineral dan kotak kardus berisi makanan berbuka puasa. Mereka juga estafet membawa bingkisan yang tampak cukup berat isinya.
Ada belasan anak yang hadir. Baik yang sudah kuliah, SMA, ataupun masih mondok. Ada pula yang masih bocah. Mereka ini anak-anak yang orangtuanya berkaitan dengan terorisme, termasuk anak dari korban terorisme. Semuanya duduk bareng dengan kehangatan tim Densus termasuk pembina mereka di bawah Yayasan Nusantaran Children of the Clouds (NCC).
Belasan anak-anak itu, baik laki-laki maupun perempuan, saat menjelang beduk Magrib, sudah rapi duduk di ruangan yang sudah disiapkan. Acaranya sederhana, duduk lesehan, namun penuh makna.
Wahidin dari Yayasan NCC, yang juga pengasuh sekaligus Dosen UIN Salatiga, memperkenalkan diri. Di antara anak-anak itu, ada yang berangkat dari Ambon, Surabaya, Banten – Cilacap maupun Kabupaten Semarang.
Anak-anak ini juga dibina oleh Densus 88/AT Polri, khususnya dari Satgas Wilayah Jawa Tengah. “Sekarang ada yang sudah hafal 9 juz Alquran, ada pula yang sudah kuliah,” kata Wahidin.
Totalnya, sebut Wahidin, pihaknya mendampingi sekira 20 anak saat ini. Namun, tidak semuanya berada di Salatiga, ada juga yang berada di luar kota karena faktor kesehatan.
Salah satu anak perempuan yang hadir, mengatakan mereka biasa kumpul 1 bulan sekali untuk sekadar saling sapa kabar, membicarakan persoalan yang dihadapi atau kendala-kendala lain.
“Kami biasanya ngobrol bareng apa yang akan kami lakukan sebulan ke depan. Sudah 1 tahun ini juga sudah punya bimbel (bimbingan belajar), mentornya kami ini yang sudah kuliah. Saya dan dua teman saya sebelumnya dibimbing Pak Wahidin dan Pak Munajat (NCC) ke Pare (Kediri) untuk belajar bahasa Inggris,” cerita perempuan berjilbab itu di depan anggota Densus.

Memfasilitasi
Pada sesi curhat dengan anggota Densus, Kepala Unit Idensos Satgaswil Jateng Densus 88/AT Polri Kompol Lugito Ghofar mempersilakan anak-anak untuk menyampaikan keluh kesahnya.
Dia juga memperkenalkan anggota-anggotanya yang berada di Jateng dengan tujuan jika ada persoalan yang perlu dibantu atau didampingi, bisa dikomunikasikan.
“Kalau kami misalnya, mudah-mudahan, insya Allah sih tidak, kami tertib lalu lintas, tapi misalnya kami kena tilang di jalan raya, apa bisa dibantu?” tanya salah satu anak yang disambut tawa dari rekan-rekannya.
Selain itu, ada pula anak yang bercerita bahwa ayahnya sudah meninggal, pihak keluarga memerlukan surat kematian untuk keperluan beasiswa kuliah. Dia bertanya apakah persoalan seperti ini tim Densus bisa membantunya.
Pertanyaan-pertanyaan anak-anak itu langsung dijawab tegas Kompol Ghofar maupun perwira lainnya yang hadir di kegiatan itu. “Tentunya, kalau tidak berkaitan dengan tindak pidana, kami tidak bisa membantu, paling kami mendampingi. Tapi kalau pelanggaran seperti lalu lintas, kami akan komunikasikan dengan kewilayahan,” timpal tim Densus.
Termasuk pula curhatan salah satu anak tadi yang membutuhkan surat keterangan kematian ayahnya untuk mengurus beasiswa. Tim Satgaswil Jateng Densus 88/AT Polri itu langsung cepat merespons, meminta datanya untuk segera membantu, mendampingi untuk keperluan tersebut.

Beri Wejangan
Menjelang beduk Magrib berkumandang, Kompol Ghofar menyebut kedatangannya beserta tim mewakili Kepala Satgas Wilayah Jateng Densus 88/AT Polri yang berhalangan hadir. Mereka ingin silaturahmi dan berbagi sedikit rezeki dengan anak-anak itu.
“Sekarang, kami sedang menangani anak-anak yang terpapar radikalisme via media sosial. Kami berharap adik-adik di sini bisa menggunakan HP secara bijak, jangan sampai terpengaruh informasi-informasi yang kira-kira bisa menjerumuskan,” kata Kompol Ghofar.
“Di Jawa Tengah, terus terang saja, banyak anak-anak pelajar yang terekrut. Kami berharap adik-adik ini, bisa terus fokus saja menimba ilmu, berbakti, mengikuti pendidikan-pendidikan,” lanjut Ghofar.
Setelah selesai berbuka puasa bersama dilanjut Salat Magrib berjamaah, tim Densus memberikan bantuan uang kepada anak-anak itu, termasuk menyampaikan bingkisan dari Kapolri berisi aneka makanan. Anak-anak tampak senang sebelum berpamitan melanjutkan aktivitasnya masing-masing.


