BACAAJA, SEMARANG– Pemprov Jateng mulai mematangkan persiapan jelang penyelenggaraan MTQ Nasional XXXI tahun 2026 yang akan digelar di Kota Semarang pada 11-21 September 2026.
Sekretaris Daerah Jateng Sumarno menegaskan, kesempatan menjadi tuan rumah ajang nasional ini harus dimanfaatkan maksimal, baik dari sisi teknis acara maupun pelayanan kepada para tamu.
“Menjadi tuan rumah tidak hanya soal menyelenggarakan acara, tetapi bagaimana kita memuliakan tamu yang datang,” kata Sumarno saat rapat koordinasi persiapan MTQ Nasional di Gedung B Kantor Gubernur Jawa Tengah, Jumat (6/3/2026).
Baca juga: Agustina Ajak Warga Kompak Sambut MTQ Nasional 2026
Menurutnya, pengalaman para peserta dan tamu dari seluruh Indonesia harus dibuat senyaman mungkin. Hal-hal kecil seperti keramahan, kebersihan venue, hingga fasilitas toilet juga tidak boleh dianggap remeh. “Pelayanan yang ramah, nyaman, dan berkesan harus jadi perhatian bersama,” ujarnya.
Selain ajang religius, MTQ Nasional juga dilihat sebagai momentum promosi besar-besaran untuk Jawa Tengah. Ribuan tamu yang datang diharapkan bisa sekalian mengenal pariwisata, kuliner, hingga produk UMKM daerah.
“Kita punya tujuan lebih luas lagi dari kegiatan ini, yakni agar orang berbondong-bondong ke Jawa Tengah,” tambah Sumarno. Untuk pelaksanaannya, pemerintah menyiapkan sekitar 15 venue lomba yang tersebar di berbagai titik di Kota Semarang.
Beberapa lokasi yang direncanakan menjadi tempat perlombaan antara lain Lapangan Simpang Lima Semarang yang akan menjadi lokasi pembukaan, penutupan, dan lomba seni baca Al-Qur’an dewasa. Lalu ada Masjid Agung Jawa Tengah, Masjid Baiturrahman Semarang, Universitas Diponegoro, UIN Walisongo, dan BPSDMD Jawa Tengah.
Hasil Kolaborasi
Asisten I Setda Jateng Iwanuddin Iskandar menjelaskan, penyelenggaraan MTQ Nasional ini merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, mulai dari Pemprov Jateng, Pemkot Semarang, hingga Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ).
“Secara keseluruhan ada sekitar 15 venue yang akan digunakan untuk berbagai cabang lomba,” jelasnya. Tak hanya venue lomba, kesiapan akomodasi juga sudah dihitung. Berdasarkan data sementara, hotel di Kota Semarang memiliki sekitar 8.142 kamar, cukup untuk menampung sekitar 6.000 peserta dan tamu yang diperkirakan hadir.
Sementara itu, PRPP Semarang akan difungsikan sebagai lokasi registrasi ulang peserta, terutama karena aksesnya dekat dengan Bandara Jenderal Ahmad Yani yang menjadi pintu masuk utama kafilah dari berbagai daerah.
Setiap kafilah nantinya juga akan didampingi liaison officer (LO) dari perangkat daerah agar kebutuhan peserta bisa terlayani dengan baik selama berada di Semarang.
MTQ Nasional 2026 juga bakal dimeriahkan sejumlah agenda tambahan. Salah satunya pawai ta’aruf yang melibatkan 38 provinsi serta 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah dengan rute dari Balai Kota Semarang menuju Kantor Gubernur Jawa Tengah. Selain itu, akan digelar malam ta’aruf dan gala dinner sebagai ajang silaturahmi antar peserta dari seluruh Indonesia.
Baca juga: Sambut Ramadan dan MTQ Nasional, Pemkot Bagikan 20 Ribu Alquran
Kepala Kanwil Kementerian Agama Jateng, Saiful Mujab menambahkan, berbagai persiapan juga dilakukan dari sisi prestasi. Jawa Tengah ingin tampil bukan sekadar tuan rumah, tetapi juga pesaing serius dalam perlombaan.
Seleksi calon kafilah sudah dimulai dari hasil MTQ tingkat provinsi di Kabupaten Tegal, lalu dilanjutkan dengan seleksi terbatas yang melibatkan dewan juri tingkat nasional. Peserta terpilih nantinya akan mengikuti training center atau karantina selama satu bulan untuk mematangkan kemampuan sebelum bertanding.
Dalam MTQ Nasional 2026 nanti akan dipertandingkan 11 cabang lomba dengan 24 golongan, dan total 48 medali emas diperebutkan. “Harapannya Jawa Tengah bisa meraih prestasi terbaik, bahkan bersaing menjadi juara umum,” kata Saiful.
Pemprov Jateng juga tengah menyiapkan buku panduan resmi MTQ Nasional yang berisi informasi lengkap tentang venue lomba, akomodasi, hingga potensi wisata dan kuliner daerah.
Kalau persiapannya benar-benar matang, MTQ Nasional 2026 bukan cuma soal lomba membaca Al-Qur’an. Bisa jadi ini juga panggung besar untuk memperkenalkan Jawa Tengah, mulai dari masjid megah, kampus ternama, sampai kuliner yang bikin peserta betah dan pulang kampungnya agak telat. (tebe)


