BACAAJA, SEMARANG- Pemprov Jateng bersama Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) bakal menggelar Ngabuburit Kreatif dan Pasar Takjil di Wisma Perdamaian, Semarang, pada 9 Maret 2026.
Acara ini rencananya bakal melibatkan sekitar 60 pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dari berbagai daerah di Jawa Tengah. Mulai dari kuliner, jajanan khas Ramadan, hingga produk kreatif bakal meramaikan pasar takjil yang digelar khusus selama bulan puasa.
Ketua Gekrafs Jawa Tengah, Berty Diah Rahmana mengatakan, kegiatan ini bukan sekadar event ngabuburit biasa. Tujuannya juga membuka ruang bagi pelaku ekonomi kreatif untuk mempromosikan produk mereka.
Baca juga: Ramadan Fest Jateng: 52 Stand UMKM Buka Lapak di Halaman Gubernuran
“Pasar takjil ini kolaborasi dengan beberapa dinas, dan nanti juga kita gabungkan dengan program dokter spesialis keliling,” kata Berty usai audiensi dengan Ahmad Luthfi, Kamis (5/3/2026).
Rencananya, pasar takjil akan mulai buka pukul 15.00 WIB hingga sekitar 18.30 WIB, alias waktu yang pas buat warga yang lagi cari menu berbuka. Bukan cuma kuliner, suasana ngabuburit juga bakal makin hidup karena akan diramaikan para konten kreator yang ikut meramaikan event tersebut.
Ekonomi Kreatif
Sementara itu, Gubernur Ahmad Luthfi mendorong agar pengembangan ekonomi kreatif tidak hanya berhenti pada event sesaat. Menurutnya, sektor ini punya potensi besar membuka peluang usaha bagi masyarakat di berbagai daerah. “Ekonomi kreatif ini punya peluang besar untuk mendorong usaha masyarakat,” kata Luthfi.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Tengah, Hanung Triyono, menambahkan kolaborasi antara pemerintah, komunitas, asosiasi, dan pelaku usaha perlu terus diperkuat agar ekosistem ekonomi kreatif semakin berkembang.
Menurutnya, sektor pariwisata, budaya, dan UMKM sebenarnya bisa berjalan beriringan dalam satu event. “Dalam pariwisata pasti ada unsur budaya dan pelaku usaha. Jadi setiap event bisa menggabungkan tiga unsur itu sekaligus,” ujarnya.
Baca juga: Pemprov Dorong UMKM Fashion Muslim Tembus Pasar Ekspor
Sementara itu, Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Disbudpar Jateng, Sarido, mengatakan setiap kabupaten dan kota di Jawa Tengah memiliki potensi ekonomi kreatif yang berbeda. Karena itu, pengembangan sektor ini diharapkan mampu menonjolkan ciri khas masing-masing daerah agar memberi nilai tambah bagi ekonomi lokal.
Data Kementerian Ekonomi Kreatif Republik Indonesia bahkan mencatat ekspor ekonomi kreatif Jawa Tengah mencapai sekitar Rp53 triliun pada semester I 2025, menjadikan provinsi ini penyumbang ekspor ekonomi kreatif terbesar kedua secara nasional.
Jadi, kalau biasanya ngabuburit cuma muter-muter cari gorengan, di event ini mungkin pulangnya bukan cuma bawa takjil, tapi juga kantong belanja penuh produk UMKM. Karena kadang niatnya cuma “lihat-lihat dulu”, tapi ujungnya checkout juga. (tebe)


