Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Menu Ramadan di Bawah Standar, Jawa Tengah Tertinggi Kasus MBG Bermasalah
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Menu Ramadan di Bawah Standar, Jawa Tengah Tertinggi Kasus MBG Bermasalah

Eka Setiawan
Last updated: Maret 3, 2026 4:01 pm
By Eka Setiawan
3 Min Read
Share
Kepala BGN Dadan Hindayana (baju putih) usai Rakor Penyelenggaraan Program MBG di Provinsi Jateng, di Gedung Gradika, Kompleks Gubernuran, Kota Semarang, Selasa (3/3/2026). Foto: Eka Setiawan
Kepala BGN Dadan Hindayana (baju putih) usai Rakor Penyelenggaraan Program MBG di Provinsi Jateng, di Gedung Gradika, Kompleks Gubernuran, Kota Semarang, Selasa (3/3/2026). Foto: Eka Setiawan
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Provinsi Jawa Tengah jadi provinsi paling tinggi terjadi kasus menonjol penyajian Makan Bergizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Wilayah II. Jumlahnya ada 22 kasus selama periode Januari – Februari. Menu Ramadan jadi catatan tersendiri menu yang disajikan di bawah standar.

Berdasarkan data yang dipaparkan Badan Gizi Nasional (BGN) di Kompleks Gubernuran, Selasa (3/3/2026), kejadian menonjol di wilayah II tertinggi selanjutnya adalah Jawa Timur 11 kasus, Jawa Barat 2 kasus, DI Yogyakarta 3 kasus, Banten dan Jakarta masing-masing 1 kasus.

“Periode Januari – Februari di sini tertinggi (kasus) di wilayah II,” kata Kepala BGN Dadan Hindayana di Gedung Gradika, Kompleks Pemprov Jateng, Kota Semarang, Selasa (3/3/2026).

Dari data tersebut, pihaknya akan melakukan evaluasi, investigasi kejadian tersebut.

“Kalau tidak sesuai (SPPGnya jelek) bisa ditutup sementara,” sambungnya.

Penutupan sementara, sebutnya, tidak bisa dipastikan berapa lama waktunya. Hasail evaluasi, investigasi, menentukan cepat lambatnya SPPG itu bisa beroperasi kembali.

Terkait persoalan SPPG, sebut Dadan, di antaranya; masakan menimbulkan sakit bagi anak, kualitas kurang bagus, belum mempunyai Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) hingga belum mengajukan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

Dia tak membantah menu kering saat Ramadan ini jadi catatan tersendiri banyaknya laporan yang masuk. “Jadi catatan tersendiri, kita berharap makanan siap saji yang berkualitas, kearifan lokal dan tahan lama. Rupanya masih banyak SPPG yang kesulitan menentukan menu berkualitas, lokal dan tahan lama,” ungkapnya.

Sementara itu, pada kegiatan yang digelar di Semarang itu, sejumlah menteri hingga pejabat pemprov, kota, kabupaten juga hadir. Dadan mengatakan pemerintah daerah, bupati, wali kota bisa melakukan pengawasan berjalannya program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Ada satgas pemda, salah satu fungsinya monitoring,” kata Dadan.

Wakil Gubernur Jateng sekaligus Ketua Satgas Percepatan MBG Jateng Taj Yasin Maimoen tak membantah menu MBG saat Ramadan ini banyak menuai kritik.

“Tadi sudah disampaikan, nanti kita akan tindaklanjuti, karena sudah ada keputusan menteri, nanti kami tindaklanjuti. Kami berharap kepada masyarakat, untuk melaporkan aja kejadian-kejadian luar biasa terkait SPPG yang ada di Jawa Tengah,” ungkap Taj Yasin saat diwawancara usai kegiatan.

You Might Also Like

Puasa Belum Tentu Bikin Taqwa Naik, UAH Ingatkan Ini

Aksi Begal Payudara Dikejar Korban, Video Jalanan Pati Viral

800 Atlet Padel Serbu Semarang, Rekor Nasional Auto Pecah!

Janji Ketemu Berujung Ricuh, Dini Hari Merden Geger

Jateng Juara Sertifikasi Tanah Wakaf, Mohammad Saleh: Jangan Berhenti Sebelum Tuntas

TAGGED:bgnMBGMenu Ramadan MBGSPPG bermasalah
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Penumpang bersiap menaiki bus listrik armada BRT Trans Semarang. Dorong Transportasi Hijau, Pemkot Semarang dengan Bus Masifkan Bus Listrik
Next Article Tips Mudik Pakai Mobil Listrik, Gaspol Tanpa Drama

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Porprov Jateng 2026 Pakai Sistem Real-Time

Antisipasi Kebakaran Hutan, Jateng Bentuk Satgas Karhutla

Kepala BPBD Jawa Tengah, Bergas Catursari Penanggungan. (Ist)

14 Daerah Jateng Siaga Kekeringan, BPBD Siapkan 129 Juta Liter Air Bersih

Cari Obat Nggak Perlu Pusing, Pemkot Semarang Luncurkan Pharma City

SAMBUT SISWA: Guru kelas dan badut menyambut 3 siswa baru SDN Purwoyoso 1 Semarang dalam rangkaian MPLS, Senin (13/7/2026). (Foto: bae)

SD Negeri Sepi Peminat, Disdik Semarang Petakan Ulang Sebaran Siswa

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Viral

Bikin Geger!! Bocah 20 Tahun Punya 41 Dapur MBG, Saipa Sosoknya?

November 21, 2025
Info

Tambal Sulam Jalan Ngaliyan yang Rusak Digerus Hujan

Januari 25, 2026
Ekonomi

Ketimpangan Jateng Utara-Selatan Disorot

Mei 18, 2026
Pendidikan

SPMB Belum Mulai, Ombudsman Sudah Cium “Bau” Ribetnya

Mei 15, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Menu Ramadan di Bawah Standar, Jawa Tengah Tertinggi Kasus MBG Bermasalah
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?