Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Alih Fungsi Lahan di Kawasan BSB Masif, Jadi Biang Kerok Banjir Semarang
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Alih Fungsi Lahan di Kawasan BSB Masif, Jadi Biang Kerok Banjir Semarang

R. Izra
Last updated: Maret 1, 2026 3:23 pm
By R. Izra
3 Min Read
Share
BSB Industrial Park, kawasan industri berdiri di atas lahan BSB City. (Citra satelit Google)
BSB Industrial Park, kawasan industri berdiri di atas lahan BSB City. (Citra satelit Google)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Alih fungsi lahan di kawasan Bukit Semarang Baru (BSB) City sangat masif. Terlepas dari legal atau tidaknya pembangunan di situ, yang jelas bikin daerah resapan makin sedikit.

Dulu, banjir di Kota Semarang hanya terjadi di daerah pesisir. Tapi sekarang, banjir juga terjadi di wilayah atas.

Terbaru, Kawasan Industri Candi (KIC) yang kebanjiran. Padahal sejak dulu wilayah pabrik-pabrik ini bebas banjir. Secara geografis, KIC berada di bawah kawasan BSB City.

Bacaaja: Banjir Parah Terjang Kawasan Industri Candi Semarang: Mobil Terendam, Motor Terseret Arus
Bacaaja: LBH: Semarang Sering Banjir karena Alih Fungsi Lahan Kelewatan

Direktur LBH Semarang, Syamsuddin Arief menyinggung kawasan yang dulu dikenal hijau dan menyerap air, sekarang berubah jadi hamparan atap, beton, dan aspal. Air hujan pun tak punya banyak pilihan selain turun ke kota.

“Rata-rata masalah di hulu adalah alih fungsi lahan,” kata Arief beberapa waktu lalu.

Contoh paling nyata, kata Aruef, ada di kawasan BSB City. Dulu wilayah ini berupa hutan karet. Memang hutan produksi, tapi tetap berfungsi sebagai kawasan resapan.

“Sekarang sudah berubah jadi kawasan industri dan permukiman,” katanya.

Perubahan itu terlihat jelas kalau membandingkan citra satelit dari tahun ke tahun. Sekitar 10 tahun lalu, area BSB masih didominasi warna hijau. Tutupan lahan relatif utuh, jalur air masih punya ruang bernapas. Kini, dari atas layar, yang terlihat justru blok-blok perumahan, kawasan industri, dan jalan yang memotong lahan.

Di dalam kompleks BSB City sendiri, berdiri kawasan industri yang dikenal sebagai BSB Industrial Park dengan luas sekitar 112–115 hektare. Kawasan ini dikembangkan oleh PT Karyadeka Alam Lestari.

Tak berhenti di industri, BSB City juga dirancang sebagai kota mandiri seluas kurang lebih 1.000 hektare. Puluhan klaster perumahan dibangun, termasuk Citraland BSB City yang dikembangkan Ciputra Group.

Di atas kertas, konsepnya rapi dan modern. Di lapangan, air hujan tak peduli konsep. Saat ruang resapan berubah jadi bangunan, air akan mencari jalan paling rendah. Dan ujungnya, Semarang bawah kembali jadi langganan.

Masalahnya, menurut Arief, makin pelik. Bukan cuma soal alih fungsi lahan. Pemerintah juga dinilai abai pada perawatan sungai. “Masalah kedua adalah tidak ada revitalisasi daerah aliran sungai,” katanya. (bae)

You Might Also Like

AHY & Ahmad Luthfi Ikut Cukur Rambut Gimbal, Dieng Culture Festival Bikin Wisatawan Terpukau

Soal Sampah, Pemprov Gaspol Gerakan Bersih-Bersih Bareng

Munir Gandeng Atal Depari, Resmi Daftar Jadi Caketum & Ketua DK PWI Pusat

Musim Liga 1 2024/2025 Dinilai Lebih Fair, Pemilik Klub Beri Apresiasi

Tumpeng Hangat dan “My Way”: Ultah Megawati Jadi Reuni Trah Bung Karno

TAGGED:alih fungso lahanbanjir semarangbiang kerokbsbheadlinepenyebbabsemarang atas
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Perang Mental di Batakan
Next Article Tolak Undangan Istana, Tiyo Pilih Konsisten Lawan Arus

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Pejabat di lingkungan Pemkab Pati mengikuti sosialisasi pemberantasan korupsi yang digelar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat (17/4/2026).

KPK Sebut Celah Korupsi Masih Terbuka Lebar di Pati, Siapa Hendak Bermain Lagi?

Koleksi berbagai macam keris yang dipamerkan dalam Pagelaran Nasional Syawalan Pusaka 2026 bertajuk “Telusur Jejak Pusaka Mataram Kuno” di Pendopo Pengayoman, Jumat (17/4/2026).

Agus Gondrong Ajak Gen Z Temanggung Kenali Keris: Bukan Mistis, tapi Warisan Budaya!

Basecamp pendakin ke Puncak Suroloyo Gunung Ungaran via Nyantnyono yang lagi banyak diminati pendaki. (dul)

Trek Menantang, Ini Alasan Jalur Baru ke Puncak Suroloyo via Nyatnyono Jadi Favorit Pendaki

Pekerja media SM didampingi penasihat hukumnya dari LBH Semarang menilik berkas anjuran tripartit dari Disnaker Kota Semarang. (ist)

Pekerja Media Suara Merdeka Kecewa, Tawaran Solusi Disnaker Dianggap Nggak Adil

Ilustrasi OTT KPK.

KPK Sentil Program MBG: Dominasi BGN Rawan Konflik, Potensi Korupsi Terbuka Lebar!

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Titik lokasi pusat gempa magnitudo 4,9 di Karawang Bekasi, Jawa Barat, Rabu (20/8/2025) yang terasa hingga Jakarta.
Unik

Gempa 4,9 Guncang Bekasi: Jakarta Ikut Kaget, KRL Sempat Tersendat

Agustus 20, 2025
Ilustrasi pembangkit listrik Energi Baru Terbarukan (EBT) menggunakan tenaga surya dan kincir angin.
Sirkular

Pertamina NRE Ekspansi ke Luar Negeri, Borong Saham Perusahaan EBT di Filipina

Juni 20, 2025
Ilustrasi pajak.
Hukum

Sandera Pajak di Semarang Akhirnya Bebas, Tunggakan Rp25 Miliar Dilunasi

Januari 16, 2026
Info

Tarawih Perdana Jateng Mulai Kapan Sih

Februari 17, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Alih Fungsi Lahan di Kawasan BSB Masif, Jadi Biang Kerok Banjir Semarang
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?