BACAAJA, SOLO — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di bulan Ramadan ternyata menuai banyak keluhan dari warga. Menanggapi hal itu, Wali Kota Respati Ardi meminta Badan Gizi Nasional (BGN) untuk segera mengevaluasi menu yang dibagikan ke para penerima manfaat.
Menurut Respati, pemerintah kota sudah menerima cukup banyak laporan dari masyarakat terkait menu MBG yang dinilai kurang tepat dari sisi gizi, meski tetap didistribusikan ke anak-anak.
“Untuk MBG di bulan Ramadan ini kami terus bersurat ke Badan Gizi Nasional untuk memberikan masukan. Karena ada menu yang tidak tepat yang sekarang diberikan ke anak-anak kami, dan aduan dari warga juga cukup banyak,” kata Respati, Kamis (26/2/2026).
Bacaaja: PDIP Kasih Instruksi Tegas, MBG Bukan Ladang Cuan, Jangan Main-Main!
Bacaaja: PDIP Bantah Narasi MBG Tak Pakai Dana Pendidikan: di Perpres APBN Angkanya Jelas
Respati mengaku cukup menyayangkan adanya menu yang dianggap tidak sesuai dengan standar gizi dalam program tersebut.
Ia pun meminta BGN segera memperbaiki sistem distribusi dan kualitas menu MBG agar manfaat program benar-benar dirasakan oleh para penerima.
Pemerintah Kota Solo, kata dia, akan terus berkoordinasi dengan BGN agar persoalan ini bisa segera ditangani.
“Kami terus menyampaikan masukan ke Badan Gizi Nasional. Semoga bisa segera ditindaklanjuti terkait menu yang kurang baik ini,” jelasnya.
Sekolah bisa langsung komplain
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Solo Dwi Ariyatno mengatakan pihaknya sudah menyiapkan mekanisme pengaduan jika ditemukan masalah dalam program MBG.
Sekolah yang menerima paket makanan bisa langsung melaporkan ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah masing-masing.
Jika laporan tersebut tidak mendapat tindak lanjut, barulah sekolah bisa meneruskannya ke Dinas Pendidikan atau Satgas MBG.
“Jadi kalau ada yang perlu diperbaiki bisa disampaikan ke SPPG dulu. Kalau tidak ada tindak lanjut, bisa lapor ke Dinas atau Satgas MBG,” kata Dwi.
Singkatnya: program MBG tetap berjalan, tapi Pemkot Solo minta kualitas menu—apalagi saat Ramadan—benar-benar diperhatikan. (*)


