Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Duit RT Rp25 Juta Bikin Senyum, Tapi Cairnya Bikin Deg-degan
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Daerah

Duit RT Rp25 Juta Bikin Senyum, Tapi Cairnya Bikin Deg-degan

Program BOP RT Rp25 juta per tahun di Semarang ini ibarat THR kampung: ditunggu-tunggu, dibutuhin, tapi kalau turunnya mepet, bikin panitia keringet dingin. Warga ngerasa terbantu, iya. Tapi soal waktu cair dan aturan pemakaian, masih jadi bahan obrolan serius di level pos ronda.

T. Budianto
Last updated: Februari 26, 2026 6:52 pm
By T. Budianto
4 Min Read
Share
SOSIALISASI BOP: Puluhan Ketua RT/RW di Kota Semarang saat mengikuti sosialisasi terkait dana Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) RT di Balai Kota Semarang, beberapa waktu lalu. (Foto: Ist)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Program Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) RT Rp25 juta per tahun dinilai cukup membantu warga. Meski begitu, masih ada sejumlah catatan, mulai dari soal waktu pencairan sampai aturan penggunaan yang dianggap kaku.

Salah satu Ketua RT di Semarang Barat, Adri Maulana menyebut, BOP RT sangat terasa manfaatnya bagi warganya. Dana itu banyak dipakai untuk kegiatan sosial yang rutin digelar di kampung.

Baca juga: Dana BOP RT di Semarang Sisa, PKS Sentil Ribetnya Administrasi

“Program bantuan 25 juta ini bagus, dan harapannya terus dilanjutkan. Warga RT kami merasa terbantu, terutama buat konsumsi arisan, kegiatan 17-an, sama malam tirakatan,” kata Adri, Rabu (25/2/2026).

Meski begitu, Adri mengaku banyak pengurus RT yang masih bingung. Mereka khawatir salah menggunakan anggaran dan berujung masalah administrasi. “Kalau saya lihat laporan, banyak RT yang masih takut-takut. Khawatir nanti salah pakai,” ujarnya.

Ia berharap ke depan aturan penggunaan BOP bisa lebih fleksibel. Menurutnya, dana RT sebaiknya bisa dipakai untuk berbagai kegiatan. “Kalau bisa jangan cuma konsumsi. Akan lebih enak kalau bisa buat pembangunan kampung, misalnya bikin polisi tidur dan lainnya,” ucap Adri.

Soal waktu pencairan, Adri berharap BOP bisa cair sejak awal tahun. Menurutnya, pencairan di pertengahan tahun bikin waktu pemakaian terlalu mepet. “Harapannya cair Januari atau awal tahun. Kalau cair pertengahan, waktu habisin Rp25 juta itu singkat banget,” katanya.

Dianggarkan Awal

Ia menilai, kalau program ini memang prioritas dan bagian dari janji politik, seharusnya sudah dianggarkan sejak awal. Adri juga menegaskan pengawasan dana RT tak cuma dari pemerintah. “Pemerintah jangan khawatir. Dana RT itu diawasi warga sendiri. Uang kas yang nilainya kecil saja sensitif, apalagi Rp25 juta,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Joko, warga Kecamatan Ngaliyan. Ia berharap BOP bisa turun lebih awal, syukur-syukur Januari. “Soalnya sering dipakai buat pertemuan bulanan. Kalau cairnya tengah tahun, jadi muncul kecemburuan. Ada RT yang konsumsi ditanggung BOP, ada yang hanya pakai kas RT yang nominalnya lebih sedikit,” kata Joko.

Baca juga: Ratusan RT di Kota Semarang Ogah Ambil BOP, Anggaran Tersisa Miliaran

Namun, tidak semua warga merasakan manfaat BOP. Jaya, warga Kelurahan Manyaran, mengaku RT di lingkungannya sejak awal memilih tidak mengajukan BOP. “Kampungku belum pernah ngajuin. Ketua RT yang baru keberatan ngurus administrasinya, katanya ribet,” ujarnya.

Sebelumnya, Agustina Wilujeng Pramestuti juga angkat bicara soal pencairan BOP RT 2026. Ia belum berani menjanjikan waktu pasti, tapi memastikan bantuan Rp25 juta per RT tetap akan cair.

Menurut Agustina, pencairan BOP masih harus menunggu perhitungan fiskal daerah. Total anggaran yang disiapkan sekitar Rp280 miliar, sehingga perlu koordinasi lintas OPD.

Program ini pada dasarnya disambut positif. Warga merasa terbantu, kegiatan kampung jadi lebih hidup, dan beban kas RT berkurang. Tinggal satu PR yang terus jadi bisik-bisik: jangan sampai dana yang niatnya bikin guyub malah bikin deg-degan karena cairnya kelamaan. Karena di level RT, yang sensitif itu bukan cuma urusan politik, uang kas lima ribu aja bisa jadi bahan rapat panjang, apalagi Rp25 juta. (bae)

 

You Might Also Like

Korban Tewas Kecelakaan Beruntun KA di Bekasi Bertambah Jadi 14 Orang

Dosen Hukum Unissula Tinju Dokter Anestesi, Gara-gara Istrinya Merasa Kesakitan saat Mau Lahiran

Mbak Ita-Alwin Keluar Penjara, Bukan Bebas tapi Izin Nikahin Anak

Masih Ingat Chiko, Pengedit Konten Cabul Smanse? Bentar Lagi Dia Disidang

Jalan Honggowongso Ngaliyan Ambles Tengah Malam, Warga Ungkap Fakta Memilukan

TAGGED:agustina wilujengbop rtheadlinepemkot semarang
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Satu Tahun Agustina-Iswar: Ijazah Nggak Lagi Disandera, SPP Nggak Bikin Deg-degan
Next Article Puasa Jalan, Salat Ditinggalkan, Gimana Nasib Ibadahnya?

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Pingin Dagangan Laris? Ikuti Doa-doa Ini

Masya Allah Kalimat Singkat Maknanya Dalam Banget, Kapan Penggunaannya?

Semut Datang Terus? Coba Amalkan Doa Nabi Sulaiman AS Ini

PERIKSA KESEHATAN RUTIN - Pemeriksaan kesehatan harian merupakan implementasi nyata budaya Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) yang terus ditanamkan di lingkungan PLN Icon Plus.

Personel Sehat, Layanan Hebat: PLN Icon Plus Konsisten Perkuat Budaya HSSE melalui Daily Health Checking

NAIK KERETA--Turis asing sedang bertanya dengan petugas saat mau menaiki kereta sebagai moda transportasi. (ist)

Kereta Makin Diminati, 51 Ribu Turis Tercatat Naik KA Daop 4 Semarang

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

KIAI CABUL - Kiai Ashari, pengasuh Ponpes Ndholo Kusumo, Pati, mengaku wali untuk memanipulasi psikologi korban. Kiai Ashari mencabuli 50 santriwati, mayoritas korban berasal dari keluarga rentan.
Hukum

Kiai Pati Ngaku Wali Cabuli 50 Santriwati: Digilir di Samping Kamar Istri, Mayoritas Korban Yatim-Piatu

Mei 4, 2026
JALAN RUSAK - Beberapa titik Jalan Untung Suropati Kalipancur yang rusak dan menimbulkan banyak debu dan membahayakan pengendana, Selasa (7/7/2026). Menurut warga, jalan baru diperbaiki lalu rusak lagi setelah terus-terusan dilintasi truk pengangkut galian C. (dul)
Info

Warga Keluhkan Jalan Kalipancur Rusak Lagi: Baru Ditambal 3 Hari, Dihajar Truk Langsung Jebol!

Juli 8, 2026
Anggota Komisi X DPR RI Mercy Chriesty Barends dalam Raker dengan Kemendikdasmen, Kamis (4/9/2025) di Senayan Jakarta. Foto: dok.
Pendidikan

Gaji Guru Cuma Rp200 Ribuan? DPR Desak Pemerintah Revisi Aturan BOS, Digitalisasi Sekolah Harus Merata!

September 5, 2025
Andrie Yunus bersama Koalisi Masyarakat Sipil menerobos rapat pembahasan revisi Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI di Hotel Fairmont Jakarta, pada Sabtu (15/3/2025) silam.
Hukum

Kutuk Teror Air Keras ke Andrie Yunus, Tokoh Lintas Iman Jateng: Usut sampai Dalangnya!

Maret 16, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Duit RT Rp25 Juta Bikin Senyum, Tapi Cairnya Bikin Deg-degan
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?