Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Rawit Lagi “Pedas”, Pemprov Gelontor Tiga Ton ke 15 Daerah
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Ekonomi

Rawit Lagi “Pedas”, Pemprov Gelontor Tiga Ton ke 15 Daerah

Kalau belanja ke pasar akhir-akhir ini bikin dompet ikut “mewek”, kamu nggak sendirian. Harga cabai rawit merah lagi pedas banget, bukan cuma di lidah tapi juga di kantong. Nah, biar nggak makin bikin nangis, Pemprov Jateng langsung tancap gas operasi pasar.

T. Budianto
Last updated: Februari 25, 2026 4:26 pm
By T. Budianto
2 Min Read
Share
STAN SEMBAKO: Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM (Dindangkopukm) Rambang membuka stan bahan pokok khususnya cabai yang harganya terus merangkak naik beberapa waktu terakhir ini. (Foto: Pemprov Jateng)
SHARE

BACAAJA, REMBANG- Harga cabai rawit merah di pasaran tembus Rp85.000 per kilogram. Padahal Harga Acuan Pemerintah (HAP) maksimal cuma Rp57.000 per kilogram. Artinya? Naiknya sudah hampir 50 persen. Pedasnya kebangetan.

Melihat kondisi ini, Pemprov Jateng langsung ambil langkah cepat. Atas arahan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, digelar operasi pasar dengan menyalurkan 3 ton cabai rawit merah bersubsidi ke 15 kabupaten/kota.

Baca juga: Jaga Stabilitas Harga, DPRD Jateng Minta Operasi Pasar Dipercepat Jelang Ramadan

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Jateng, Dyah Lukisari, bilang intervensi ini dilakukan karena harga di minggu kedua Februari sudah makin nggak santai.

“Menyikapi kenaikan harga cabai, khususnya cabai merah rawit pada Minggu kedua Februari, kami melakukan intervensi dengan menyalurkan cabai sebanyak 3 ton di 15 kabupaten/kota,” ujarnya, Selasa (24/2/2026).

Intervensi Pasar

Lewat skema ini, cabai dijual Rp65.000 per kilogram. Memang belum balik ke HAP, tapi setidaknya nggak setajam harga pasar yang sudah menyentuh Rp85.000.

Penyaluran difokuskan ke wilayah nonpenghasil cabai, seperti Kota Semarang, Salatiga, Tegal, Pekalongan, hingga Kabupaten Demak, Rembang, Pati, Semarang, Klaten, Karanganyar, Jepara, Brebes, Banyumas, dan Sukoharjo.

Baca juga: Monitoring Ketat Stok dan Harga Bakan Pokok di Solo, Respati: Ramadan hingga Lebaran Aman

Untuk teknis distribusi, Pemprov menugaskan Perusda Jateng Agro Berdikari (JTAB) agar cabai bersubsidi benar-benar sampai ke titik sasaran. Langkah ini diambil supaya daya beli masyarakat tetap aman dan nggak makin tertekan gara-gara satu komoditas yang lagi “emosian”. (tebe)

You Might Also Like

Ketika Kampus Diajak Bangun Daerah

Jelang Lebaran, Pemprov Geber GPM dan Dokter Speling

Pameran Lukisan di Grand Candi Bikin Tamu Berhenti Jalan

Hati-Hati! Jaringan Terorisme Sasar Anak-anak Lewat Game Online

Akses Cucukan-Kotesan yang Putus Lima Tahun Kini Nyambung

TAGGED:harga cabaiheadlineintervensi pasarpemprov jatengstok ramadan
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Politikus Gerindra sekaligus Bupati Pati, Sudewo, jadi tersangka dua kasus yang ditangani KPK. KPK Bongkar Obrolan Ketua DPRD Pati dan Sudewo
Next Article Belum Genap 10 Hari Puasa, Tiket Lebaran di Daop 4 Semarang Sudah Terjual 305 Ribu!

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

KETERANGAN PERS - Kasat Reskrim Polres Temanggung, I Komang Mahendra Deputra menjelaskan penanganan kasus kematian korban glamping Posong. (ist)

Polisi Ungkap Perkembangan Kasus Glamping Maut Temanggung: Butuh 5 Hari

SEPAKAT IMPOR PANGAN - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto saat melakukan kunjungan kenegaraan dan bertemu Presiden Republik Prancis Emmanuel Macron di Istana Elysee, Paris, Prancis pada Kamis (28/5/2026) waktu setempat. Prabowo sepakat membuka kran impor pangan, daging dan susu sapi, dari Prancis. (BPMI Sekretariat Presiden)

Saat Rupiah Terus-terusan Nyungsep, Presiden Prabowo Buka Kran Impor Pangan dari Prancis

Pocong Bawa Sajam Keliling Cilacap Bikin Warga Susah Tidur

Mengenal Warteg, Awalnya untuk Kuli, kini Mendunia

Mau Tahu Penyebab Bau Amis Daging Kurban? Sepele Banget

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Politik

Prajurit TNI Jadi Korban di Lebanon, PDIP: PBB Jangan Diam, Dunia Butuh Sikap Tegas!

April 5, 2026
Mantan Bupati Karanganyar, Juliyatmono.
Hukum

Suara Terdakwa Korupsi Masjid Agung Karanganyar: Juliyatmono Ikut Nikmati, tapi Bebas

Februari 26, 2026
Daerah

PWI Jateng Ganti Nahkoda, Tanpa Ribut-Ribut

Oktober 18, 2025
Olahraga

Indonesia Ngebut di SEA Games, Pulang Bawa Rekor

Desember 21, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Rawit Lagi “Pedas”, Pemprov Gelontor Tiga Ton ke 15 Daerah
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?