Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
Reading: Gubernur Jateng Selalu Dirujak Netizen, Gimana Kinerja Luthfi-Yasin Setahun Terakhir?
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
© 2025 Bacaaja.co
Info

Gubernur Jateng Selalu Dirujak Netizen, Gimana Kinerja Luthfi-Yasin Setahun Terakhir?

R. Izra
Last updated: Februari 23, 2026 8:05 pm
By R. Izra
3 Min Read
Share
Dialog membahas kinerja satu tahun pertama kepemimpinan Gubernur Jateng, Luthfi-Yasin, Senin (23/2/2026). (bae)
Dialog membahas kinerja satu tahun pertama kepemimpinan Gubernur Jateng, Luthfi-Yasin, Senin (23/2/2026). (bae)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi, dibilang nggak terkenal. Popularitasnya kalah dengan kepala daerah lain.

Di sisi lain, hampir setiap postingan tentang Ahmad Luthfi, selalu dirujak netzien. Namun, yang lebih penting untuk ditelisik, gimana kinerjanya pada satu tahun pertama ia memimpin?

Ketua Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TPPD) Jateng, Zulkifli, bilang kerja pemerintah daerah seharusnya dilihat dari data, bukan dari popularitas gubernurnya.

Bacaaja: Setahun Luthfi-Yasin, Konsep Collaborative Government Jadi Andalan
Bacaaja: Kades Curhat ke Luthfi: Dari Bankeu Sampai Puskesmas Dibahas

“Alat ukurnya terkait dengan pemerintahan dan pembangunan itu sudah ada. Datanya terbuka dan bisa dibaca,” kata Zulkifli, Senin (23/2/2026).

Menurut dia, ukuran paling jujur buat menilai kerja Ahmad Luthfi dan wakilnya, Taj Yasin Maimoen adalah RPJMD. Tercapai berarti jalan, meleset berarti belum beres. Sesimpel itu.

Dalam setahun terakhir, ada delapan indikator yang dipakai buat mengukur kinerja. Mulai dari kemiskinan, reformasi birokrasi, sampai pertumbuhan ekonomi dan pengangguran.

Soal kemiskinan, angkanya ada di 9,39 persen. Masih masuk target, jadi dinilai tercapai. Indeks Reformasi Birokrasi malah tembus 94,06, lebih tinggi dari target 91,5.

Ekonomi juga relatif aman. Pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah ada di angka 5,37 persen, di atas target. Tingkat pengangguran terbuka turun ke 4,66 persen dan masuk kategori tercapai.

Tapi bukan berarti tanpa catatan. Indeks Integritas Nasional belum sesuai target dan jadi pekerjaan rumah. Meski begitu, Jawa Tengah masih di peringkat dua nasional karena tren penurunan terjadi hampir di semua provinsi.

Zulkifli menyebut kondisi ini lebih rapi dibanding tahun-tahun sebelumnya. Dulu, hampir tiap tahun ada empat sampai lima indikator yang gagal tercapai. Sekarang, jumlahnya ditekan dan terus dibenahi.

Di akhir paparan, Zulkifli seperti menyindir soal isu popularitas. Menurutnya, mau populer atau tidak, jawabannya ada di data.

Pengamat politik Universitas Diponegoro, Nur Hidayat Sardini, menilai capaian kinerja Pemprov Jateng sebenarnya cukup memuaskan. Tapi masyarakat belum melihat itu.

“Indikator pembangunannya begitu memuaskan, hampir tercapai semua. Tapi ibarat pepatah, rame ing gawe, sepi ing pamrih,” ujarnya.

Menurut Nur Hidayat, masalahnya ada pada jarak antara kinerja birokrasi dan persepsi publik. Di satu sisi, kinerja terlihat baik di atas kertas. Di sisi lain, publik tidak sepenuhnya menangkap hasilnya.

“Kinerja bagus tapi tidak terlihat, kalau ini terus terjadi, akan muncul mispersepsi, dan lama-lama bisa mendegradasi capaian itu sendiri,” kritiknya. (bae)

You Might Also Like

Mulai 2026 RSUD Mijen Terima Pasien BPJS

Tol Klaten-Prambanan Resmi Dibuka, Bupati Dorong Lonjakan Wisatawan

Kata Mas Tri Sastra Nggak Bikin Kaya, tapi Kenapa Masih Banyak yang Bertahan?

Hujan Tak Henti, Tiga Kabupaten di Banyumas Raya Diterjang Longsor

Pelarian Singkat Pembacok TNI hingga Tewas di Wonosobo, Kini Ditahan di Polres

TAGGED:ahmad luthfidirujak netizengubernur jatengheadlinenetizensetahun luthfi-yasin
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article LBH: Semarang Sering Banjir karena Alih Fungsi Lahan Kelewatan
Next Article Sering Tidur Saat Puasa? Jangan-jangan Lagi Terjebak Hadis Palsu

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Secuil Cerita dari Sebuah Museum di Kota Lama Semarang

Berbagi Itu Indah, Bergibah Itu Nirfaedah

Puasa Bedug Dulu Dicengin, Kata Buya Yahya Keren

Mokel Itu Apa Sih? Istilah Puasa Diam-Diam

Menko PMK yang juga Ketua Umum PKB, Abdul Muhaimin Iskandar alias Cak Imin.

Ealah, Cak Imin Setujui Iuran BPJS Naik Lagi

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Wakapolrestabes Semarang Kombes Pol. Wiwit Ari Wibisono (paling kanan) saat Apel OKC 2026 di Mapolrestabes Semarang, Senin (2/2/2026). Foto: Dok. Polrestabes Semarang.
HukumInfo

Operasi Keselamatan Candi 2026: Polrestabes Semarang Fokus Tertibkan Balap Liar

Februari 2, 2026
Info

Jelang Nataru, Pantai Tirang Perkuat Keamanan dan Penataan Area

Desember 24, 2025
Gerakan #StopTotTotWukWuk jadi simbol perlawanan rakyat terhadap sirene dan strobo ilegal yang bikin jalan raya jadi panggung arogansi. DPR desak Polri bertindak tegas tanpa pandang bulu, karena tertib lalu lintas artinya menghargai nyawa dan martabat semua orang.
Hukum

Sirene Ilegal, Strobo Imitasi, Jalanan Jadi Panggung Arogansi: Publik Teriak “Stop Tot-Tot Wuk-Wuk!”

September 27, 2025
Hukum

Candaan yang Kebablasan, Saat Tawa Pandji Bikin Luka Toraja

November 4, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Gubernur Jateng Selalu Dirujak Netizen, Gimana Kinerja Luthfi-Yasin Setahun Terakhir?
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?