Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
Reading: Kritik MBG Disuarakan, Teror Datang Bertubi-tubi
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
© 2025 Bacaaja.co
Viral

Kritik MBG Disuarakan, Teror Datang Bertubi-tubi

Tak berhenti di situ, fotonya juga disebut direkayasa pakai teknologi kecerdasan buatan. Narasinya makin liar, menuduhnya terlibat aktivitas tak senonoh sampai menyewa LC karaoke.

Nugroho P.
Last updated: Februari 18, 2026 10:04 pm
By Nugroho P.
4 Min Read
Share
Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto
SHARE

BACAAJA, YOGYAKARTA –  Gelombang teror kembali nyasar mahasiswa yang vokal. Kali ini yang kena adalah Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto, setelah sikap kritisnya terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pemerintahan Prabowo Subianto–Gibran Rakabuming Raka ramai diperbincangkan.

Semua bermula dari kritik terbuka yang dilontarkan BEM Universitas Gadjah Mada. Tiyo menilai MBG tak menyentuh akar masalah pendidikan dan kemiskinan yang lebih mendesak.

Dalam sebuah diskusi yang digelar Kaukus Indonesia untuk Kebebasan Akademik (KIKA), ia menyebut MBG bukan solusi fundamental. Bahkan ia menyentil program itu sebagai lahan yang rawan korupsi dan tak sepenuhnya “gratis”.

Diksi “presiden bodoh” yang sempat viral juga jadi sorotan. Tiyo menegaskan, itu bukan serangan personal, melainkan kritik terhadap infrastruktur kekuasaan yang dianggap tak berpihak pada ilmu pengetahuan.

Tak lama setelah pernyataan itu mencuat, gelombang intimidasi mulai berdatangan. Nomor asing dengan kode +44 mengirim pesan bernada ancaman dan tuduhan bahwa ia agen asing.

Ancaman itu bukan cuma satu dua kali. Pesannya konsisten, isinya intimidatif, bahkan sampai menyebut penculikan.

Serangan kemudian melebar ke media sosial. Tiyo dihantam fitnah beruntun, dari tuduhan asusila sampai isu LGBT yang disebarkan lewat konten bergambar.

“Awas LGBT di UGM” dengan fotonya terpampang jadi salah satu contoh pembunuhan karakter. Ia menyebut tuduhan itu ngawur dan sengaja dibuat untuk menjatuhkan reputasi.

Tak berhenti di situ, fotonya juga disebut direkayasa pakai teknologi kecerdasan buatan. Narasinya makin liar, menuduhnya terlibat aktivitas tak senonoh sampai menyewa LC karaoke.

Isu korupsi ikut dilempar. Ia dituding memanipulasi dana Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah dan meminta setoran dari mahasiswa penerima bantuan.

Tiyo membantah keras. Menurutnya, kalau tudingan itu benar, ia pasti sudah dicopot dari jabatan Ketua BEM sejak lama.

Teror makin panas ketika muncul klaim ancaman fisik. Ada akun yang mengaku dosen dan menyebut mendapat bocoran dari lembaga negara, bahkan menyeret nama Badan Intelijen Negara dalam cerita soal operasi pembunuhan.

Bagian paling bikin ngilu justru ketika teror menyasar keluarganya. Ibunya yang tinggal di desa ikut menerima pesan tengah malam.

Isinya menuduh Tiyo menilap uang dan membuat orang tuanya kecewa. Pesan itu datang di waktu rawan, saat suasana batin mudah goyah.

Menurut pengakuannya, sang ibu mengaku takut. Bukan cuma sekali, pesan serupa datang berulang.

Tak hanya keluarga, sekitar 20 sampai 30 pengurus BEM UGM juga menerima pesan bernada sama. Polanya seragam: tuduhan penggelapan uang dan framing negatif terhadap ketua mereka.

Tiyo juga menanggapi pernyataan Menteri HAM Natalius Pigai. Ia menegaskan yang dibutuhkan bukan klarifikasi semata, tapi jaminan negara hadir melindungi warganya dari teror.

Baginya, persoalan utama bukan siapa pelakunya, melainkan absennya rasa aman. Ia tak ingin negara justru terkesan defensif dan sibuk membantah tanpa memberi perlindungan nyata.

Meski tekanan datang bertubi-tubi, Tiyo memastikan BEM UGM tak akan mundur. Teror, katanya, justru jadi alarm bahwa suara mahasiswa masih dianggap penting dan mengganggu.

Ia menutup dengan satu pesan tegas: kritik tak akan berhenti cuma karena intimidasi. Bagi mereka, menjaga ruang demokrasi dan kebebasan akademik tetap hidup adalah hal yang lebih besar dari rasa takut. (*)

You Might Also Like

Begini Nih Nasib Polisi yang Aniaya Siswa SPN di NTT

Mau Gratis Buka dan Sahur di Masjid Kampus UGM? Ini Caranya

Dunia Hiburan Berduka, Encuy Preman Pensiun Tutup Usia di Garut

Cucu Mahfud MD Keracunan MBG, Tak Hanya Satu, Sekelas Mutah-mutah

Prabowo Ngotot Pertahankan MBG

TAGGED:bem ugmKetua BEM UGMlgbtMBGterorTiyo Ardianto
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Rumah Jokowi Di-rename Netizen, PSI Santai Aja
Next Article Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar. Viral Jet Pribadi Menag, KPK Mulai Buka Data

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Arak-arakan hasil bumi dalam Festival Rakyat Jogo Lemah-Urep, bersama keluarga Besar Kawulo Alit, Sabtu (04/4/2026). (ist)

Mahasiswa dan LBH Turun ke Dayunan Kendal, Solidaritas Petani Terdampak Konflik Agraria

Ilustrasi book fair atau baza buku.

Book Fair Perpusda Jateng Diserbu Mahasiswa, Buku Murah Jadi Rebutan

Pertamina Ngebut Cari Energi Alternatif: Nggak Mau Bergantung Terus

Santri Diajak Sukseskan Program Pemerintah

Prajurit TNI Jadi Korban di Lebanon, PDIP: PBB Jangan Diam, Dunia Butuh Sikap Tegas!

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Viral

Longsor Malam Hari Guncang Majenang, 2 Tewas,  Warga Belum Pulih

November 14, 2025
Viral

Geger Kasus Keracunan Massal, Gubernur Dedi Mulyadi Siapkan Langkah Ini

September 25, 2025
Viral

Ini Nih Duduk Perkara Boikot Trans7, Gegara Hina Lirboyo

Oktober 14, 2025
Viral

Surat Tangan Syamsul Viral Usai OTT, Isi Bikin Geger

Maret 17, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Kritik MBG Disuarakan, Teror Datang Bertubi-tubi
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?