Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
Reading: Kamu Harus Tahu Fakta Lagu ‘Yogyakarta’ KLA Project: Lahir di Kamar Mandi, Nyaris Tanpa Kata ‘Jogja’
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
© 2025 Bacaaja.co
Unik

Kamu Harus Tahu Fakta Lagu ‘Yogyakarta’ KLA Project: Lahir di Kamar Mandi, Nyaris Tanpa Kata ‘Jogja’

R. Izra
Last updated: Februari 10, 2026 3:20 pm
By R. Izra
2 Min Read
Share
Tangkapalan layar tembang 'Yogyakarta' dari KLA Project.
Tangkapalan layar tembang 'Yogyakarta' dari KLA Project.
SHARE

BACAAJA, SEMARANG — Siapa sih yang nggak langsung kebawa perasaan begitu lagu “Yogyakarta” milik KLA Project mulai diputar? Buat banyak orang, lagu ini udah kayak anthem wajib para perindu Kota Gudeg—sekali dengar, auto nostalgia.

Tapi siapa sangka, di balik status legendarisnya, ada cerita yang lumayan mind-blowing.

Fakta pertama: lagu ini ditulis super cepat sama Leo Kristi. Bukan berhari-hari, bukan juga berminggu-minggu—katanya sih prosesnya cuma secepat orang masuk kamar mandi lalu keluar lagi. Yep, sespontan itu.

Bacaaja: Kamu Siap Ngabdi & Nguri-uri Budaya? Keraton Jogja Buka Rekrutmen Prajurit, Ini Syaratnya
Bacaaja: Slank Kembali Setelan Pabrik, Bikin Lagu Galak ‘Republik Fufufafa’

Ini bukti kalau inspirasi emang suka datang random. Lirik-lirik puitis yang sekarang melekat di kepala banyak orang ternyata lahir dari momen yang nggak direncanakan sama sekali.

Fakta kedua lebih plot twist lagi: versi awal lagu “Yogyakarta” ternyata nggak menyebut kata “Jogja” sama sekali.

Bayangin aja, judulnya Yogyakarta, tapi liriknya cuma muter di rasa rindu dan nostalgia tanpa nge-drop nama kotanya. Agak zonk nggak, sih?

Untungnya, ada yang ngasih kritik sederhana tapi ngena: “Kenapa lagunya Jogja tapi nggak ada Jogjanya?”

Masukan itu akhirnya bikin Leo nambahin bagian yang sekarang jadi salah satu line paling ikonik: “Nikmati bersama, suasana Jogja.”

Nggak berhenti di situ, detail tentang kehidupan kota juga ikut dimasukin, mulai dari ramainya kaki lima, orang duduk santai, sampai musisi jalanan. Dari yang tadinya cuma cerita rindu personal, lagunya berubah jadi gambaran hidup tentang atmosfer Yogyakarta.

Hasil akhirnya? Bukan cuma balada galau, tapi juga soundtrack yang terasa “Jogja banget.”

Sampai hari ini, “Yogyakarta” masih jadi salah satu karya KLA Project yang paling nempel di hati pendengar. Dan cerita di balik proses kreatifnya, dari ditulis kilat di kamar mandi sampai hampir kehilangan identitas kota—justru bikin lagu ini makin ikonik.

Jadi next time kamu denger lagu ini, inget aja: karya besar kadang lahir dari momen paling sederhana… dan hampir aja kita punya lagu “Yogyakarta” tanpa Jogja. (*)

You Might Also Like

Sistem Kasta Dan Aturan PPDS Anestesi Undip Ancam Pelayanan Pasien

Ngontrak “Gratisan” di Basement Rumah Orang, Pria Ini Kena Denda Rp1,2 Miliar

Si Bawor dari Banyumas, Perjalanan Sapi Kurban Presiden Prabowo hingga ke Meja Warga

Efek Domino Kasus Hogi: Kasat Lantas Sleman Dicopot

LBH Minta Polisi Tangguhkan Penahanan 6 Tersangka Aksi May Day Semarang

TAGGED:faktajogjakamar mandiKLA Projectyogyakarta
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Koperasi Gandeng UMKM, Bangetayu Kulon Jadi Bukti Ekonomi Bisa Jalan Bareng
Next Article Keseruan Meet & Greet Densus di SMAN 6 Semarang, Selasa (10/2/2026). Acara seperti ini menjadi langkah penting untuk sosialisasi pencegahan intoleransi dan radikalisme anak-anak di Jawa Tengah. Meet & Greet Densus, Siswa SMAN 6 Siap Jadi Penyebar ‘Virus Baik’ Cegah Radikalisme

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Wali Kota Solo Respati Ardi meninjau TPA Putri Cempo, Senin (11/2/2026).

Respati Turun Gunung ke Putri Cempo Solo, Bawa Alat Berat Buat Beresin Drama Sampah

Keseruan Meet & Greet Densus di SMAN 6 Semarang, Selasa (10/2/2026). Acara seperti ini menjadi langkah penting untuk sosialisasi pencegahan intoleransi dan radikalisme anak-anak di Jawa Tengah.

Bank BJB, Telkomsel, Larissa, hingga Uncle Bao Dukung Bacaaja ‘Meet & Greet Densus’ di SMAN 6 Semarang

Bukan Cuma Kolesterol: CKG Kini Urus Scabies sampai Kusta

Siswa SMAN 6 Semarang, Khansareta Prayunita menjelaskan kesannya ikut Meet & Greet Densus di sekolahnya, Selasa (10/2/2026). (bae)

Pengakuan Siswa SMAN 6 Semarang: Auto Melek Isu Radikalisme Usai Meet & Greet Densus

Mantan Bupati Purworejo, Agus Bastian (batik hijau) dan tiga orang lain bersaksi di sidang korupsi BPR Purworejo, Selasa (10/2/2026). (bae)

Mantan Bupati Purworejo Dicecar Soal BPR saat Jadi Saksi Sidang Korupsi di Semarang

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka.
Unik

Begini Nasib Surat Usulan Pemakzulan Gibran di Rapat Paripurna DPR

Juni 24, 2025
Ilustrasi gelombang tsunami. (grafis/tera)
Unik

BMKG Akhirnya Cabut Peringatan Dini Tsunami Dampak Gempa Rusia, Pengungsi Kembali ke Rumah

Juli 31, 2025
Hotel Aruss Semarang.
Unik

Membongkar Alur ‘Cuci Uang’ Judol Rp73 Miliar untuk Bangun Hotel Aruss Semarang

Mei 11, 2025
Pansus Pengelolaan Ruang Udara DPR RI menyoroti sebagian wilayah udara Indonesia yang dikendalikan oleh asing.
Unik

Wilayah Udara Kedaulatan NKRI Dikendalikan Asing

Juli 3, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Kamu Harus Tahu Fakta Lagu ‘Yogyakarta’ KLA Project: Lahir di Kamar Mandi, Nyaris Tanpa Kata ‘Jogja’
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?