BACAAJA, KLATEN – Kabar duka datang dari Klaten. Wakil Bupati Klaten, Benny Indra Ardhianto, dikabarkan meninggal dunia pada Sabtu (7/2/2026).
Informasi ini lebih dulu beredar di media sosial dan langsung bikin banyak warga kaget.
Kabar tersebut kemudian dibenarkan oleh Plt Kabag Prokopim Setda Kabupaten Klaten, Rizqan Iryawan.
Bacaaja: Klaten Makin Transparan, Resmi Nyabet Predikat Kabupaten Informatif KIP 2025
Bacaaja: Terdakwa Korupsi Plaza Klaten Ngaku Setor Rp1 Miliar untuk Urus Kasus di Kejaksaan
“Kami dapat kabar sekitar jam 10 hari ini,” ujarnya, Sabtu (7/2/2026).
Hingga kini, belum banyak informasi yang disampaikan terkait detail kabar wafatnya Benny.
Namun, berita ini langsung menyita perhatian masyarakat Klaten dan sekitarnya.
Profil singkat Benny
Kepergian Wakil Bupati Klaten, Benny Indra Ardhianto, meninggalkan duka sekaligus membuat banyak orang kembali menyorot perjalanan hidupnya.
Dikenal sebagai pengusaha muda sukses, Benny memilih terjun ke dunia pemerintahan demi mengabdi untuk Kota Bersinar.
Sebelum menjabat Wabup Klaten mendampingi Hamenang Wajar Ismoyo, Benny lebih dulu membangun karier di dunia bisnis.
Ia merupakan Presiden Direktur PT Benny Putra Mandiri dan aktif di berbagai organisasi, termasuk Paguyuban Pertashop Jateng-DIY (P2PJD) DPC Surakarta.
Nggak cuma itu, Benny juga menjadi Region Coordinator Agen, SPPBE, dan Retester Elpiji 3 Kg Hiswana Migas Kabupaten Klaten.
Jiwa bisnisnya makin terlihat lewat sejumlah usaha yang ia dirikan, seperti arena Kuliner Delanggu hingga Sentral Oli dan Motor Delanggu.
Di usia yang masih 32 tahun, Benny juga aktif di berbagai komunitas sosial, salah satunya komunitas penggilingan padi dan beras (KPPB) Klaten.
“Aktivitas saya selama ini merupakan seorang wiraswasta. Paling utama distribusi agen gas elpiji. Termasuk di kuliner juga,” ujar Benny.
Berpolitik untuk membangun Klaten
Meski identik sebagai pebisnis, politik sebenarnya bukan hal baru di keluarganya.
Sang ayah, Hariyanto, merupakan Ketua DPC Partai Gerindra Klaten sekaligus Wakil Ketua DPRD Klaten periode 2024–2029.
Namun Benny menegaskan ingin menapaki jalannya sendiri tanpa bergantung pada nama besar keluarga.
Ia tercatat sebagai kader aktif Partai Gerindra sejak 2019 dan bahkan digadang-gadang menjadi kandidat kuat calon wakil bupati sejak awal 2024.
Keputusannya terjun ke politik disebut berangkat dari dorongan banyak pihak, baik internal partai maupun masyarakat.
“Saya ingin memajukan Klaten agar lebih modern, bersih, unggul, damai dan aman. Pandangan saya sudah ada beberapa poin yang nantinya perlu diangkat,” tuturnya.
Langkah Benny dari pengusaha ke panggung politik sempat dianggap sebagai representasi generasi muda yang ingin membawa perubahan.
Kini, jejak pengabdian itu menjadi bagian dari cerita yang akan selalu diingat masyarakat Klaten. (*)


