Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Betapa Dekat dan Akrab Warga Bekasi dengan Banjir
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Opini

Betapa Dekat dan Akrab Warga Bekasi dengan Banjir

Redaktur Opini
Last updated: Februari 5, 2026 1:16 pm
By Redaktur Opini
4 Min Read
Share
SHARE

Evita Juniawati, mahasiswa jurusan Aqidah dan Filsafat Islam, UIN Walisongo. Asal dari Bekasi.

Banjir sudah dianggap layaknya event tahunan. Bahkan awal tahun ini saja, Bekasi kembali memberi jatah kami banjir langganan.

 

Ketika banjir terjadi di Bekasi, selalu saja muncul hastag di media sosial. Contohnya hastag #bekasea dan #bekaswiss. Saya dan juga warga Bekasi lainnya sepertinya sudah begitu akrab dan dekat dengan banjir. Saking akrabnya, banjir seakan-akan hal wajar yang maklum untuk dinikmati.

Lihatlah di media sosial. Banjir justru dibuat main banjir-banjiran. Tak kenal usia anak-anak maupun dewasa, mereka bermain seakan-akan seperti orang yang tidak tengah terlilit bencana. Tidak ada raut kesedihan di wajah mereka. Tak hanya itu, banjir malah jadi bahan bercandaan.

Mereka menganggap Bekasi sebagai “member lama” karena banjir sudah terjadi sejak lama. Sependek ingatan saya, bahkan saat saya masih SD kelas enam pun, banjir sudah menjadi jajanan reguler. Banjir sudah dianggap layaknya event tahunan. Bahkan awal tahun ini saja, Bekasi kembali memberi jatah kami banjir langganan.

Jangan tanyakan seberapa kenal saya dengan Bekasi. Meski kedua orangtua saya asli kelahiran Semarang, saya justru lahir dan tumbuh besar di Bekasi. Pengalaman saya adalah bukti valid betapa Bekasi “B”-nya adalah banjir. Bekasi memang dikenal sebagai kota yang padat penduduk. Di web resmi sidanta.bekasikab.go.id, disebutkan jumlah penduduk Bekasi mencapai 3.434.768.

Padatnya penduduk ditambah dengan banyaknya jumlah pabrik dan perusahaan. Berdasrkan data Badan Pusat Statistik, pada 2024 saja ada 470 perusahaan yang berdiri di tanah Bekasi. Itu seumpama data itu benar-benar valid. Bagaimana dengan perusahaan yang tidak berizin? Saya sih yakin di Bekasi tidak ada.

Tetapi uniknya, dengan kondisi geografis yang semacam itu, Bekasi masih bisa bercuaca sedingin negara Swiss. Beberapa bulan terakhir, hujan sedang gampang turun di Bekasi. Matahari seperti tengah malas bertugas. Sewaktu saya pulang libur kuliah, saya merasakan betapa dingin cuaca bekasi saat musim hujan.

Tapi di balik ironi itu, ternyata banyak hal yang mengenaskan terjadi di Bekasi itu sendiri. Seperti yang terjadi di dekat rumah kami di Kota Bekasi, banjir bisa setinggi atap mobil Brio. Itu membuat banyak warga Bekasi terpaksa mengungsi. Akibat dari tingginya banjir, dampaknya sampai ke penutupan akses jalan. Genangan air tak hanya merusak kenyamanan warga, ia juga mengganggu perputaran ekonomi di Bekasi. Contohnya seperti di Pasar Bojong Lama yang terpaksa tutup sepekan lamanya akibat banjir itu.

Kalian bisa menebak rasanya dilanda banjir. Saya dan keluarga tidak bisa ke mana-mana.  Sekadar membeli lauk di warteg pun kesulitan. Jangan berharap pada ojol. Ia tentu tegas-tegas menolak orderan di saat banjir. Buang jauh-jauh keinginan nongkrong di kafe. Seakan-akan aktivitas sosial kami sekeluarga terhenti.

Untuk pertama kali dalam hidup saya tinggal di Bekasi, banjir dengan kurang ajarnya masuk ke dalam rumah. Betapa terkejutnya kami sekeluarga ketika bangun tidur, lantai rumah kami sudah dikelilingi banjir. Dan yang menyebalkan bagi saya ialah, ketika banjir surut lumpur-lumpur itu justru berdiam di dalam rumah. Dengan sebal kami mulai membersihkan rumah. Banyak lemari berisikan pakaian dan dokumen penting rusak karena basah. Furnitur kotor dan sulit dibersihkan.

Jadi secara tidak langsung banjir itu sebenarnya lebih banyak dampak negatifnya. Tetapi agaknya banjir sudah teramat akrab dengan kami. Saking akrabnya masyarakat Bekasi dengan banjir, mereka mulai terbiasa dengan kondisi yang sebenarnya tidak mengenakkan itu. Hanya karena banjir itu sering terjadi, warga Bekasi dipaksa terbiasa berhadapan dengan banjir. Apakah kondisi itu yang benar-benar diinginkan masyarakat Bekasi?(*)

 

*Tulisan dari penulis esai dan artikel tidak mewakili pandangan dari redaksi. Hal-hal yang mengandung konsekuensi hukum di luar tanggung jawab redaksi.

You Might Also Like

Menaja Keterkaitan Gula dengan Perayaan Kebahagiaan

CEO yang Menyamar dan Fantasi Kenaikan Kelas

Sampai Kapan Saya Terus Menjadi Santri?

Makan Bergizi Gratis, Tapi Rakyatnya Masuk IGD

Ada Kalanya Tak Perlu Menolak Lupa

Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Ilustrasi penumpang bersiap naik gerbong kereta api di Stasin Tawang Semarang. 16.000 Tiket Kereta Mudik Lebaran Sudah Terjual, KAI Daop 4 Ungkap Tanggal Favorit
Next Article Cacahan uang kertas Rp100 ribu yang dibuang di TPS liar Bekasi. Heboh! Cacahan Uang Kertas Rp100.000 dan Rp50.000 Dibuang di TPS Liar Bekasi, Duit Siapa?

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Siswa SD Serengan Diajak Kenali Bahaya Cyberbullying

Tapak Suci Dorong Anak Muda Jadi Jagoan yang Punya Karakter

Jangan Sampai Bisnis Cuma Modal “Yang Penting Laku”

Petani Jateng Mulai Tinggalkan Pompa Diesel

Kursi Komisioner KI Jateng Dibuka

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Opini

Guru Paruh Waktu, Luka Penuh Waktu

Maret 9, 2026
Opini

Beban Ganda yang Harus Ditanggung Masyarakat Kecil

Juni 18, 2026
Opini

Menimbang Dampak Ketergantungan Manusia terhadap Akal Imitasi

Desember 17, 2025
Opini

Ketika Pemanfaatan Anggaran Negara Menjauh dari Kepentingan Rakyat

Juli 3, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Betapa Dekat dan Akrab Warga Bekasi dengan Banjir
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?