Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Kenapa Lereng Slamet Gampang Banjir dan Longsor?
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Kenapa Lereng Slamet Gampang Banjir dan Longsor?

Hujan deras turun, sungai naik, tanah ikut meluncur. Lereng Gunung Slamet lagi-lagi kebagian “paket komplit”: banjir plus longsor. Tapi tenang, ini bukan kejadian tiba-tiba atau sekadar salah hujan. Ada kombinasi faktor alam yang bikin Slamet gampang “ngambek” kalau cuaca ekstrem datang.

T. Budianto
Last updated: Januari 28, 2026 8:10 pm
By T. Budianto
4 Min Read
Share
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Jateng, Widi Hartanto. (Foto: Ist)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di lereng Gunung Slamet, mulai dari Pemalang, Tegal, sampai Purbalingga ternyata dipicu oleh campuran maut antara hujan ekstrem, lereng curam, dan karakter tanah yang gampang jenuh air.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Jateng, Widi Hartanto menjelaskan, hujan ekstrem terjadi pada 23-24 Januari 2026. Curah hujan di wilayah hulu Slamet saat itu tembus 100-150 milimeter per hari.

“Padahal normalnya itu sekitar 50 milimeter per hari. Kalau lebih dari itu, debit air naik drastis dan risiko banjir langsung ikut melonjak,” kata Widi, Rabu (28/1/2026).

Wilayah seperti Kecamatan Pulosari dan Moga di Pemalang berada di kawasan Sub DAS Penakir, bagian dari hulu Sub DAS Gintung. Masalahnya, sekitar 64 persen wilayah ini punya kemiringan lereng dari kategori agak curam sampai sangat curam.

Baca juga: Banjir Sudah Surut, Trauma Belum: Pemprov Fokus Nenangin Warga

Efeknya? Air hujan nggak sempat meresap, langsung tancap gas ke bawah. Aliran permukaan jadi lebih cepat, daya kikis makin kuat, dan tanah pun gampang tergerus.

Dari situ, longsor di bagian hulu dan tengah pun rawan terjadi. Dampaknya menjalar ke hilir berupa sedimentasi sungai dan pendangkalan, yang ujung-ujungnya bikin banjir makin parah.

Widi mencatat, sejak 2022 sudah banyak titik longsoran bermunculan di lereng Gunung Slamet. Salah satu biang keroknya adalah jenis tanah latosol coklat yang mendominasi kawasan tersebut. “Tanahnya gembur, gampang jenuh air, dan mudah tererosi. Kalau hujan deras dan lama, banjir bandang jadi susah dihindari,” jelasnya.

Selain faktor alam, daya dukung lingkungan juga ikut berperan. Kalau tutupan lahan rapat, banyak pohon dan tanaman keras, dampak hujan ekstrem bisa ditekan. Tapi kalau lahannya didominasi tanaman semusim, kemampuan menahan air jelas berkurang.

Aktivitas Tambang

Meski begitu, Widi menegaskan banjir dan longsor ini tidak ada kaitannya dengan aktivitas tambang. Pasalnya, lokasi tambang berada jauh di kaki gunung, dengan elevasi ratusan meter lebih rendah dari titik longsoran.

Pernyataan itu diperkuat Kepala Dinas ESDM Jawa Tengah, Agus Sugiharto. Ia memastikan tidak ada aktivitas pertambangan di tubuh Gunung Slamet. “Tambang itu lokasinya jauh dari titik longsor. Tidak ada yang masuk ke area inti Gunung Slamet,” tegasnya.

Sebagai langkah jangka panjang, Pemprov Jateng terus mendorong rehabilitasi hutan dan lahan, terutama di kawasan hutan lindung dan hutan produksi yang tutupannya mulai berkurang. Penanaman kembali dilakukan lewat reboisasi dan penghijauan, melibatkan berbagai pemangku kepentingan.

Bahkan, Pemprov Jateng sudah mengusulkan agar kawasan hutan Gunung Slamet ditetapkan sebagai Taman Nasional yang mencakup lima kabupaten, sesuai arahan Gubernur Ahmad Luthfi.

Di sisi mitigasi, Dinas ESDM rutin merilis peta potensi gerakan tanah setiap bulan, terutama saat musim hujan. Peta ini disusun berdasarkan data curah hujan dan prakiraan cuaca dari BMKG, lalu disebarkan ke bupati dan wali kota sebagai peringatan dini.

Baca juga: Banjir dan Longsor Lereng Gunung Slamet: 4 Kabupaten Terdampak, Timbulkan Korban Jiwa

Kalau ada pelaku usaha tambang yang melanggar aturan, pemerintah juga memastikan tidak akan ragu menindak. Mulai dari peringatan, penghentian aktivitas, sampai pencabutan izin, seperti yang diusulkan terhadap PT Dinar Batu Agung karena tak menindaklanjuti rekomendasi perbaikan.

Sementara itu, penanganan darurat di lokasi bencana terus berjalan, mulai dari evakuasi warga, pendirian posko logistik dan dapur umum, layanan kesehatan, hingga pembersihan material longsor.

Jadi kalau hujan deras bikin lereng Slamet “ambles”, jangan buru-buru nyalahin satu faktor saja. Alam punya caranya sendiri buat ngasih alarm. Tinggal manusianya mau dengar dan berbenah, atau tetap cuek sampai Slamet kembali ngasih notifikasi versi ekstrem. (tebe)

You Might Also Like

BREAKING NEWS: 2 Aktivis Demo Pati Divonis 6 Bulan Penjara, tapi Nggak Perlu Dikurung

Kebagian Rp42 Miliar, Jalur Pacitan-Ponorogo Masuk Prioritas

Inter Milan Kandaskan Barca di Extra Time

Rayakan Anniversary Perdana, BacaAja Pilih Villa Inessya Jadi Titik Kumpul

Jateng Jadi “Anak Kesayangan” Pusat Soal Halal

TAGGED:dlhk jatengesdm jatenggunung slametlongsor slametpemprov jateng
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Wali Kota Solo Respati saat hadiri peringatan 25 Tahun Baznas Surakarta, Rabu (28/1/2026). Respati Gandeng Baznas: Zakat Bisa Jadi Senjata Lawan Kemiskinan dan Pengangguran
Next Article Lagi Cari Jodoh: Tiga Orang Utan Jantan Semarang Zoo Masih Jomblo

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Ipemi Jateng Buka Jalan UMKM ke Eropa

GEMPA - Ilustrasi gempa bumi tektonik.

132 Orang Tewas Jadi Korban, Gempa Magnitudo 7,4 Guncang Kolombia

Bukan Cuma Hafal Rumus, Anak Diajak Kenalan dengan Sains Lewat Eksperimen

PROYEK PERBAIKAN JALAN - Pekerja sedang melakukan perbaikan jalan di Jalan Majapahit, Kota Semarang, Selasa (11/8/2026). (dul)

Sisi Lain Pengecoran Jalan Majapahit Semarang, Bikin Omset PKL Menguap 30 Persen

Pelaku Kekerasan Seksual Anak Mayoritas Orang Terdekat

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Olahraga

Gebrakan Bupati Fahmi, GOR Mahesa Jenar Bakal Glowing!

Desember 17, 2025
Nasional

Setelah Drama Panjang, PWI Akhirnya “Unblock” di Kemenkumham

September 12, 2025
Ilustrasi berdoa menjelang berbuka puasa Ramadan.
Info

42 Hari Lagi Puasa! Muhammadiyah Putusin 1 Ramadan Jatuh pada Tanggal 18 Februari 2026

Januari 7, 2026
Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman.
Hukum

Update OTT KPK Cilacap: Bupati dan Sekda Resmi Jadi Tersangka, Langsung Ditahan

Maret 14, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Kenapa Lereng Slamet Gampang Banjir dan Longsor?
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?