Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Layer Cukai Mau Ditambah, Gappri: Kami Jangan Cuma Jadi Penonton
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Ekonomi

Layer Cukai Mau Ditambah, Gappri: Kami Jangan Cuma Jadi Penonton

Wacana nambah layer cukai rokok belum juga dingin, suara dari pelaku industri ikut nimbrung. Kali ini datang dari Gabungan Perserikatan Pabrik Rokok Indonesia (Gappri) yang bilang terang-terangan: kalau mau ngatur industri tembakau, jangan cuma lewat meja rapat pemerintah, industri juga mesti diajak ngobrol.

T. Budianto
Last updated: Januari 18, 2026 4:41 pm
By T. Budianto
3 Min Read
Share
Ketua Umum Perkumpulan Gabungan Perserikatan Pabrik Rokok Indonesia (Gappri), Henry Najoan. (Foto: Ist)
SHARE

BACAAJA, JAKARTA- Perkumpulan Gabungan Perserikatan Pabrik Rokok Indonesia (Gappri) meminta pemerintah melibatkan pelaku industri secara aktif dalam merumuskan kebijakan hasil tembakau.

Permintaan ini mencuat seiring rencana Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang mewacanakan penambahan layer atau lapisan baru dalam struktur tarif Cukai Hasil Tembakau (CHT).

Ketua Umum (Gappri), Henry Najoan, menilai keterlibatan industri penting agar kebijakan yang lahir tidak cuma ideal di atas kertas, tapi juga realistis, berkeadilan, dan mampu menjaga napas Industri Hasil Tembakau (IHT) legal.

Baca juga: Rokok Ilegal Bikin Dompet Negara Tipis

“Dengan daya beli masyarakat yang belum sepenuhnya pulih dan rokok ilegal yang makin kuat serta terorganisir, kami berharap dilibatkan dalam pembahasan mendalam rencana penambahan layer baru itu,” kata Henry dalam keterangan resmi, Minggu (18/1/2026).

Rencana penambahan layer cukai sendiri muncul setelah pemerintah memutuskan moratorium kenaikan tarif CHT dan Harga Jual Eceran (HJE) pada 2026. Bagi (Gappri), moratorium ini memang jadi “waktu istirahat” buat industri, tapi bukan berarti tak ada langkah lanjutan yang bisa diambil.

Usulan Gappri

Henry menyebut, selama masa moratorium, pemerintah justru bisa menata ulang strategi agar rokok legal tidak terus tergerus rokok ilegal. Usulan pertama (Gappri) cukup berani: penurunan tarif CHT dan HJE. Menurut mereka, langkah ini penting agar rokok legal bisa kembali bersaing dengan rokok ilegal yang harganya jauh lebih murah dan jaringannya makin rapi.

“Kalau dibiarkan, rokok ilegal akan terus menggerus pasar industri legal dan negara yang paling dirugikan dari sisi penerimaan cukai,” tegas Henry.

Usulan kedua, (Gappri) mendorong pemberian izin produksi bagi merek atau brand baru dengan tarif cukai lebih rendah dibandingkan tarif yang berlaku saat ini. Tujuannya simpel: menghadirkan alternatif rokok legal yang lebih terjangkau.

Menurut Henry, rokok legal murah justru bisa jadi “predator alami” bagi rokok ilegal. Saat masyarakat punya pilihan legal dengan harga masuk akal, pasar rokok ilegal diyakini bakal tertekan dengan sendirinya.

Baca juga: Rp2,2 Miliar Melayang, Rokok Ilegal Hangus Dimusnahkan di Purbalingga

Ia juga menekankan pentingnya kesamaan pandangan antara pemerintah dan pelaku usaha. Bagi (Gappri), kebijakan cukai bukan cuma soal angka penerimaan negara, tapi juga soal jutaan tenaga kerja di sepanjang rantai pasok industri tembakau. “Kalau pemerintah dan industri satu frekuensi, kebijakan yang lahir bisa adil, efektif, dan tetap menjaga keberlangsungan lapangan kerja,” pungkasnya.

Layer boleh nambah, aturan boleh makin tebal. Tapi kalau industri cuma diajak dengar, bukan bicara, jangan heran kalau rokok ilegal tetap santai jualan, sementara yang legal cuma bisa geleng-geleng. (tebe)

You Might Also Like

Skandal Whoosh Warisan Era Jokowi, KPK Cium Korupsi Tanah Negara

Pelarian Singkat Pembacok TNI hingga Tewas di Wonosobo, Kini Ditahan di Polres

Mohammad Saleh: BUMD Jangan Cuma Numpang Nama, Saatnya Fokus Nambah PAD

42 Ribu Pesantren, Cuma 51 yang Legal. Serius Nih?

KPK Tanggapi Kabar OTT Bupati Pati Sudewo, Jubir: Kami akan Sampaikan

TAGGED:chtgappriheadlinemenkeu purbayaprodusen rokokrokok ilegal
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Pantura Kebanjiran: BBM dan Gas Aman
Next Article Layer Baru Cukai Rokok, Koalisi Sipil: Ini Bukan Solusi, Tapi Jalan Mundur

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Asyik Joget Dangdut, Motor Dibawa Kabur

Sekda Minta Satpol PP Lebih Humanis

Suami di Kebumen Ngamuk: Istri dan Mertua Tewas Dianiaya

Panitia PSMTI Funwalk & Run Jaring Peserta ke Sejumlah Kota

ANTISIPASI VIRUS--Selebaran berisi edukasi pencegahan Hantavirus yang dibuat Polda Jateng. (ist)

Hantavirus Lagi Rame, Semarang Masih Aman tapi . . . .

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Jaksa membacakan surat dakwaan kasus pembunuhan bayi kandung, terdakwa Brigadur Ade Kurniawan mengikuti sidang secara online, Rabu (16/7/2025). (bae)
Unik

Terungkap! Oknum Intel Polda Jateng Bunuh Anak Kandung karena Jengkal Diminta Nikahi Ibu Korban

Juli 16, 2025
Info

BPJS Ketenagakerjaan Jateng-DIY Guyur Klaim Rp5,7 T Selama 2025

Desember 20, 2025
Pendidikan

Sekolah Kemitraan, Andalan Jateng Atasi Keterbatasan Kuota

Desember 27, 2025
Info

Mau Mudik Gratis? Ini Cara Daftarnya, Kuotanya Belasan Ribu!

Januari 7, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Layer Cukai Mau Ditambah, Gappri: Kami Jangan Cuma Jadi Penonton
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?