Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Iran Bikin Starlink Gelap, Jammer Rusia Jadi Senjata Sunyi
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Iran Bikin Starlink Gelap, Jammer Rusia Jadi Senjata Sunyi

Mengutip laporan Iran Wire, Selasa (13/1/2026), meski puluhan ribu unit Starlink aktif di wilayah Iran, koneksi satelit tersebut tetap bisa dilumpuhkan secara masif.

Nugroho P.
Last updated: Januari 13, 2026 2:58 pm
By Nugroho P.
4 Min Read
Share
ilustrasi Starlink.
SHARE

BACAAJA, IRAN – Iran kembali bikin geger jagat teknologi global. Negara itu dikabarkan sukses mematikan jaringan internet satelit Starlink milik Elon Musk dengan memanfaatkan teknologi jammer militer buatan Rusia.

Langkah ini otomatis mengacak strategi “Plan B” konektivitas yang selama ini diandalkan demonstran dan aktivis anti-rezim saat internet konvensional diblokir total oleh pemerintah.

Mengutip laporan Iran Wire, Selasa (13/1/2026), meski puluhan ribu unit Starlink aktif di wilayah Iran, koneksi satelit tersebut tetap bisa dilumpuhkan secara masif.

Gangguan awal terpantau di kisaran 30 persen pada lalu lintas uplink dan downlink. Namun hanya dalam hitungan jam, angka itu melonjak tajam hingga menembus 80 persen.

NetBlocks, lembaga pemantau internet berbasis di London, ikut mengonfirmasi situasi tersebut. Mereka mencatat kualitas layanan Starlink di Iran anjlok drastis dalam waktu singkat.

Dalam keterangannya kepada The Times, NetBlocks menyebut praktik jamming menjadi penyebab utama gangguan. Meski begitu, akses Starlink masih tersisa di beberapa titik, meski sifatnya sporadis dan tidak stabil.

Soal mekanisme teknis pemadaman, Iran memang belum buka suara. Namun para analis meyakini terminal Starlink menjadi sasaran utama, sehingga kemampuan penerima sinyal satelit ikut lumpuh.

Di media sosial, sejumlah unggahan menuding teknologi militer Rusia sebagai aktor kunci di balik operasi ini. Salah satu yang disorot adalah sistem jammer Murmansk-BN yang baru diimpor Iran.

Murmansk-BN dikenal sebagai sistem peperangan elektronik canggih buatan Rusia. Alat ini dirancang khusus untuk mengganggu komunikasi musuh di rentang frekuensi tinggi.

Berbasis truk militer Kamaz 8×8, sistem ini dilengkapi antena raksasa hingga 32 meter. Fungsinya bukan main, mulai dari mengacaukan sinyal satelit, radio, GPS, hingga komunikasi pesawat dan kapal perang.

Jangkauan Murmansk-BN juga bikin ngeri. Sistem ini diklaim efektif dalam radius 5.000 hingga 8.000 kilometer, dengan area gangguan mencapai ratusan ribu kilometer persegi.

Tak heran jika perangkat ini disebut sebagai jammer terkuat Rusia saat ini. Iran menjadi salah satu negara sekutu yang berhasil mendapatkan teknologi tersebut.

Laporan Forbes bahkan menyebut pendekatan “kill switch” ala Iran ini bukan operasi murah. Biayanya ditaksir mencapai 1,56 juta dolar AS atau sekitar Rp24 miliar per jam.

Fenomena pemadaman Starlink ini pun jadi perhatian banyak negara. Pasalnya, satelit internet kini dianggap sebagai infrastruktur strategis di era konflik modern.

China, misalnya, secara terbuka mempelajari cara melumpuhkan konstelasi satelit seperti Starlink untuk mengantisipasi potensi konflik di masa depan.

Meski metode jamming memungkinkan, para peneliti China menemukan ongkosnya luar biasa mahal dan membutuhkan sumber daya besar.

Jumlah satelit Starlink sendiri terus melonjak. Hingga Oktober 2025, konstelasi ini disebut sudah menembus lebih dari 10.000 unit, menjadikannya jaringan satelit terbesar yang pernah mengorbit Bumi.

Dalam studi terbaru, China bahkan memperkirakan perlu ribuan drone jammer untuk mengacaukan sinyal Starlink di wilayah seluas Taiwan.

Temuan itu dipublikasikan dalam jurnal Systems Engineering and Electronics, hasil riset dua universitas ternama di China.

Simulasi menunjukkan militer perlu mengerahkan 1.000 hingga 2.000 drone berperangkat jammer secara bersamaan untuk memutus koneksi Starlink di satu kawasan besar.

Sebelumnya, peran satelit internet sudah terbukti krusial dalam perang Rusia-Ukraina. Starlink menjadi urat nadi komunikasi pasukan Ukraina di tengah gempuran serangan.

Kasus Iran ini mempertegas satu hal: perang modern tak lagi cuma soal senjata, tapi juga siapa yang bisa menguasai langit digital lebih dulu. (*)

You Might Also Like

Liputan Demo Bencana Nasional di Aceh, Ponsel Wartawan Dirampas Oknum TNI

Eks-Pejabat Bank BJB Nangis Divonis Bebas dalam Kasus Korupsi Sritex

Ngobrol Core Value, Bukan Cuma Ngabuburit: “1+1 Bisa Jadi 11” Ala Bos PTPN

Anak SMK Sekarang Banyak Diburu Kantor Sebelum Lulus Sekolah

Semarang Lagi Jadi Pusat Anak Muda Keren, Wali Kota: Masa Depan Lagi Dibentuk di Sini!

TAGGED:elon muckinternetiranstarlink
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Penyedia jasa bersih-bersih rumah via aplikasi 'rewangono', Dwi Wulandari, punya segudang cerita. Dari Jasa Bersih-bersih Lewat Aplikasi, Mbak Dwi Punya Segudang Cerita
Next Article Wali Kota Solo Respati Ardi ngobrol bersama warga setekah mengecek talud yang ambrol di Nusukan. Cek Langsung Talud Longsor di Nusukan Solo, Respati: Tangani Menyeluruh, Jangan Setengah-setengah

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

PESTA BUAH--Gajah Sumatera di Semarang Zoo bernama Zella menyantap tumpengan buah saat Hari Gajah Sedunia. (ist)

Hari Gajah Sedunia, Zella Semarang Zoo Pesta Tumpengan Buah

PENGUKUHAN PASKIBRAKA--Anggota Paskibraka 2026 memberi hormat kepada Wali Kota Semarang saat acara pengukuhan di Ruang Lokakrida Balaikota Semarang, Rabu (12/8/2026). (ist)

27 Paskibraka Semarang Dikukuhkan, Agustina Minta Jadi Agen Anti-Bullying

DUTA BACA--Duta Baca Semarang menerima penghargaan yang digelar dalam acara yang digekar di Gedung Taman Budaya Raden Saleh (TBRS), Rabu (12/8/2026). (ist)

4 Duta Baca Semarang Terpilih, Ada Siswa SD hingga Mahasiswa

Ideologi Angka dan Realitas Sebagian

SIDANG TPPU--Jaksa membacakan replik kasus pencucian uang terdakwa Gus Yazid dan Andhi Nur Huda di Pengadilan Tipikor Semarang, Rabu (12/8/2026). (bae)

Jaksa: Gus Yazid Terima Duit Rp20 Miliar Atau Gak, Tetap Dijerat TPPU

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Hukum

KPK Sebut Banyak Celah Korupsi di BPJS

Juni 24, 2026
Ekonomi

Kejari Bantu Tagih Tunggakan BPJS

Maret 10, 2026
Sepak Bola

Enam Tim Tampil di Piala Presiden 2025, Dua Klub Asing

Juni 14, 2025
Pendidikan

Dua Ton Harapan dari Semarang: FK Unnes Kirim Bantuan ke Aceh

Desember 20, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Iran Bikin Starlink Gelap, Jammer Rusia Jadi Senjata Sunyi
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?