Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Kapal Keruk Buat Bencana Kena Bea Cukai Rp30 M, Purbaya: Gak Masuk Akal!
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Kapal Keruk Buat Bencana Kena Bea Cukai Rp30 M, Purbaya: Gak Masuk Akal!

R. Izra
Last updated: Januari 13, 2026 7:14 am
By R. Izra
2 Min Read
Share
Ilustrasi kapal keruk.
Ilustrasi kapal keruk.
SHARE

BACAAJA, JAKARTA – Niat bantu penanganan bencana di Sumatera malah nyaris kehalang aturan. Bayangin, kapal keruk yang dibutuhin buat penanganan bencana malah kena cukai sampai Rp30 miliar. Fix bikin geleng-geleng.

Hal itu diungkap langsung Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam rapat koordinasi Satgas Pemulihan Pasca-Bencana yang disiarkan lewat YouTube DPR RI, Sabtu (10/1/2026).

Ceritanya, ada kapal keruk milik perusahaan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang rencananya dipinjam lewat jalur TNI dan Kementerian Pertahanan buat bantu penanganan bencana.

Bacaaja: Purbaya Spil UU Cipta Kerja Bikinan Jokowi Bikin Negara Boncos Rp 125 Triliun
Bacaaja: MaTA Kritik Uang Lelah TNI di Lokasi Bencana, Bisa Bikin APBN Jebol?

Tapi pas mau dipindahkan ke lokasi terdampak, muncul aturan yang bikin kaget: harus bayar cukai Rp 30 miliar.

“Katanya karena itu dari kawasan ekonomi khusus, dimasukin ke sini, harus bayar cukai Rp 30 miliar,” ujar Purbaya.

Purbaya terang-terangan ngaku heran. Di satu sisi negara lagi butuh alat berat buat tanggap darurat, tapi di sisi lain malah dibebani pajak gede.

“Saya bingung, mau ngebantunya mesti bayar,” katanya blak-blakan.

Begitu laporan itu sampai ke mejanya, Purbaya langsung ambil sikap tegas. Pajak dicoret. Kapal jalan. Urusan beres.

“Langsung saya bilang, udah dibebaskan. Kapalnya sudah jalan ke sini, nggak usah bayar cukai,” ujarnya.

Skemanya simpel: kapal dipakai dulu buat penanganan bencana, setelah tugas selesai, dikembalikan lagi ke kawasan asalnya.

Menurut Purbaya, yang penting sekarang adalah kecepatan dan keselamatan, bukan ribet administrasi.

Ada kasus serupa? langsung lapor Purbaya

Nggak berhenti di situ, Purbaya juga ngasih sinyal keras ke DPR. Kalau ke depan ada kasus serupa—alat bantuan terhambat pajak atau aturan ribet—dia minta langsung dilaporkan.

“Kalau harus bayar cukai segala macam, lapor ke kita, langsung kita bypass,” tegasnya.

Menurutnya, nggak masuk akal kalau niat baik buat bantu korban bencana justru malah dipersulit.

“Kan keterlaluan. Orang mau bantu aja, kita pajakin,” pungkas Purbaya.

Intinya satu: urusan kemanusiaan jangan pakai drama birokrasi. Negara harus hadir, cepat, dan nggak ribet.

You Might Also Like

Kiai Ashari Pati Buron: Polisi Kemarin Gak Nahan Katanya Kooperatif, Sekarang Sibuk Nyari

Tukar Best Practice, Cara PLN Icon Plus dan IconGreen Perkuat SDM Hadapi Industri Masa Depan

KUHP Baru vs Gen Z Digital: Kritik di Medsos Bisa Antar Kamu ke Penjara?

Piala Dunia Antarklub 2025 Dimulai, Inter Miami Diimbangi Al Ahly

BREAKING NEWS: Apindo Jateng Berduka, Frans Kongi Meninggal Dunia

TAGGED:bea cukaibencana sumateraheadlinekapal kerukkawasan ekonomi khususkekpajakpurbaya
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Agustina Siap Bangun Jembatan di Bandarharjo
Next Article Mardid pecat Xabi Alonso dari kursi pelatih. Alonso Out! Real Madrid Pecat Xabi setelah Kalah dari Barcelona di Final Piala Super Spanyol

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Yuliyanto. (dul)

Ekshumasi Jadi Kunci Sibak Misteri Kematian, Makam Sutrimo Dijaga Polisi

Siswa PAUD Diajak Kenal Menabung Sejak Dini

Pemkot Buka Layanan Skrining Kanker Payudara Gratis

TES UKBI--Siswa SMAN 6 Semarang sedang mengikuti Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) yang digelar secara kolektif di aula sekolah, Selasa (11/8/2026). (bae)

SMAN 6 Semarang Jadi Sekolah Pertama Gelar UKBI 2026

Siswa SMPN 22 Surakarta Diajak Jadi Calon Entrepreneur

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Info

30 Ribu Rumah di Jateng Bakal Dibedah Tahun Ini

Mei 9, 2026
Ekonomi

Gus Yasin Ajak Perbankan di Jateng Ikut “Patungan Sosial” Lewat Wakaf

Maret 12, 2026
Info

Rayakan Hari Bhakti Pemasyarakatan, Petugas Lapas Summit Attack ke Sindoro

Mei 3, 2026
Info

Biar Nggak Lagi Jadi “Kolam Dadakan”, Drainase Simpang Lima Dibenahi

Juni 20, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Kapal Keruk Buat Bencana Kena Bea Cukai Rp30 M, Purbaya: Gak Masuk Akal!
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?