Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Kritis Boleh, Asal Jangan Cuma Nyaring: Pesan Puan ke Kader Banteng
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Politik

Kritis Boleh, Asal Jangan Cuma Nyaring: Pesan Puan ke Kader Banteng

Ngomel boleh, nyentil silakan. Tapi kata Puan Maharani, politik nggak cukup cuma rame di kritik, harus ada isi dan jalan keluarnya. PDIP diminta tetap galak, tapi juga waras dan solutif.

T. Budianto
Last updated: Januari 12, 2026 5:29 pm
By T. Budianto
3 Min Read
Share
SAMPAIKAN ARAHAN: Ketua DPR RI sekaligus Ketua Bidang Politik PDI Perjuangan, Puan Maharani, menyampaikan arahan saat Rakernas I dan perayaan HUT ke-53 PDI Perjuangan di Beach City International Stadium, Ancol, Jakarta Utara, Minggu (11/1/2026). Dalam pidatonya, Puan menekankan peran PDIP sebagai partai penyeimbang yang kritis, cerdas, dan solutif demi kepentingan rakyat. (Foto: Ist)
SHARE

BACAAJA, JAKARTA- Ketua Bidang Politik PDI Perjuangan, Puan Maharani, ngasih bekal langsung ke ribuan kader soal gimana caranya jadi partai penyeimbang yang nggak asal nyerang. Intinya simpel tapi berat: kritis, cerdas, solutif, dan tetap berpihak ke rakyat.

Pesan itu disampaikan Puan dalam materi “Kebijakan dan Strategi Politik Partai Penyeimbang” di Rakernas I sekaligus perayaan HUT ke-53 PDIP di Beach City International Stadium, Ancol, Jakarta Utara, Minggu (11/1/2026).

Menurut Puan, kritis itu bukan berarti hobi nyalahin. Kritis harus pakai analisis tajam, berbasis aturan, data, dan fokus ke substansi, bukan serangan personal. “Kita juga harus objektif. Jangan-jangan masalah hari ini juga ada andil kekuasaan kita di masa lalu. Jadi kritik itu harus bijaksana,” ujar Puan.

Ketua DPR perempuan pertama ini menegaskan, sikap kritis juga bukan berarti auto nolak kebijakan pemerintah. Kalau bagus, ya didukung. Kalau kurang, dikoreksi dan disempurnakan.

Baca juga: Megawati Hadiri Rakernas Hari Kedua

Masuk ke poin kedua, Puan menyebut kecerdasan politik itu soal strategi, bukan emosi. Bukan adu teriak, apalagi konfrontasi tanpa arah. “Kecerdasan itu membaca situasi, memilih strategi, dan konsisten menjaga tujuan. Tekanan bisa jadi peluang, perbedaan bisa jadi penyeimbang,” jelasnya.

Puan lalu mencontohkan kondisi di DPR RI. Saat ini, Fraksi PDIP hanya satu berhadapan dengan tujuh fraksi lain. Tanpa PDIP pun, rapat tetap bisa jalan. “Di situ kita harus cerdas menjaga posisi agar tetap diperhitungkan,” katanya.

Partai Penyeimbang

Sebagai partai penyeimbang, Puan menekankan kader PDIP jangan berhenti di kritik. Harus ada solusi. “Jangan mengkritik kalau nggak punya solusi. Kita pernah jadi partai pemerintah, kita tahu ribetnya bikin kebijakan,” ujarnya.

Pengalaman itu, kata Puan, bikin PDIP bukan cuma punya hak mengkritik, tapi juga kewajiban menawarkan alternatif. Tujuannya satu: pembangunan tetap jalan dan kesejahteraan rakyat nggak mundur.

Puan juga mengingatkan, meski PDIP kini di luar pemerintahan, bukan berarti boleh cuek atau membiarkan arah pembangunan melenceng demi kepentingan politik jangka pendek.

“Perbedaan posisi politik tidak menghapus tanggung jawab moral dan kebangsaan,” tegasnya. Menurut Puan, peran penyeimbang cuma punya makna kalau benar-benar berpijak pada kepentingan rakyat.

Baca juga: Ganjar Tegesin PDIP Tolak Keras Pilkada Lewat DPRD: Sudah Benar Pilih Langsung Aja!

Kalau tidak, partai bisa sibuk sendiri, ribut internal, tapi jauh dari masalah nyata masyarakat. Karena itu, saat rakyat menghadapi persoalan, kader PDIP diminta fokus ke solusi, bukan sekadar ribut di ruang publik.

“Supaya kita nggak sibuk berbunyi, tapi benar-benar bekerja,” ujarnya. Puan mencontohkan aksi PDIP membantu korban bencana di Sumatera. Saat itu, kader langsung turun tangan. “Kata Ibu Ketua Umum, membantu korban bencana itu urusan kemanusiaan, bukan urusan politik,” tegas cucu Bung Karno ini.

Kritik tanpa solusi cuma bikin bising. Kata Puan, politik nggak butuh pengeras suara, yang dibutuhkan rakyat itu jalan keluar. (tebe)

You Might Also Like

Bareng Warga, Banjarnegara Gaspol Bikin Kecamatan Tangguh Bencana

Lewat Radio, Bahasa “Lo-Gue” Mulai Gerus Dialek Semarang Sejak Era 80-an

Jelang Lebaran, Pemprov Geber GPM dan Dokter Speling

Aria Bima Soroti Alih Fungsi Lahan Solo Raya

Polda Jateng Bongkar Korupsi BPR Purworejo: Kerugian Negara Rp41 Miliar, Seret Eks-Dirut

TAGGED:headlinepdippuan maharanirakernas ancolrakernas pdip
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Pesangon Sritex: Kurator Jalan Pelan, Buruh Jalan Terus
Next Article Ismi Najiba, Bocah Perempuan yang Hanyut di Kudus Ditemukan Tewas

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

TAK TERDAFTAR BPJS--Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Semarang Pemuda, Mohamad Irfan menjelaskan data kepesertaan BPJS dalam rapat koordinasi di Semarang, Kamis (25/6/2026). (bae)

Wah! Ada 458 Ribuan Pekerja Semarang Belum Terlindungi BPJS Ketenagakerjaan

LATIHAN MILITER - Sejumlah calon pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan calon pengelola Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang akan mengikuti Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) Komponen Cadangan (Komcad). (DOK. Setjen Infohan Kemhan)

Setelah Kemhan Nyatakan Evaluasi Latsarmil Calon Manajer KDMP, Korban Meninggal Bertambah

RAPAT BERSAMA--Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng paparan dalam rapat bersama organisasi perangkat daerah. (bae)

No Debat! Agustina: Lunas Iuran BPJS Jadi Syarat Ikut Tender di Pemkot Semarang

SIDANG TPPU--Gus Yazid terdakwa kasus pencucian uang BUMD Cilacap, digiring dari ruang sidang menuju mobil tahanan. (bae)

Istri Gus Yazid Ungkap Fakta Mencengangkan: Dia Lebih Pilih Setia kepada Jenderal Widi

JALAN--Jalan baru Undip Tembalang. (google earth)

Pemkot Semarang Ikut Terseret, Warga Tuntut Ganti Rugi Lahan Proyek Jalan Jangli-Undip

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Hukum

Bos Bank Dibebaskan di Kasus Sritex, Kejagung: Kami Pelajari Dulu

Mei 8, 2026
Sepak Bola

Tinggal Tiga Laga, PSIS Ditinggal Pelatih

April 15, 2026
Ekonomi

Antsipasi Kenaikan Harga, Pemkot Siapkan Operasi Senyap ke Pasar

Februari 18, 2026
Daerah

BPKP Jateng Fokus Awasi Pengadaan Barang dan Jasa yang Rawan Korupsi

Juli 9, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Kritis Boleh, Asal Jangan Cuma Nyaring: Pesan Puan ke Kader Banteng
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?