Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
Reading: Ratusan RT di Kota Semarang Ogah Ambil BOP, Anggaran Tersisa Miliaran
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
© 2025 Bacaaja.co
Daerah

Ratusan RT di Kota Semarang Ogah Ambil BOP, Anggaran Tersisa Miliaran

Di tengah harga kebutuhan yang makin naik, ada cerita unik dari Kota Semarang. Uang miliaran rupiah bukan nyangkut di ATM error, tapi “nganggur manis” karena ratusan RT memilih nggak ambil Bantuan Operasional Pemerintah (BOP). Ada yang ogah, ada juga yang ambil tapi ninggal sisa. Alasannya? Macam-macam, dari sudah mapan sampai malas ribet.

T. Budianto
Last updated: Januari 10, 2026 3:22 pm
By T. Budianto
2 Min Read
Share
SOSIALISASI BOP: Pemerintah Kota Semarang menggelar Sosialisasi Bantuan Operasional RT dan RW di Rumah Dinas Wali Kota Semarang, pertengahan Juli 2025. (Foto: Pemkot Semarang)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Dana Bantuan Operasional (BOP) RT dan RW di Kota Semarang ternyata belum terserap penuh. Sebagian RT ogah ambil atau ambil tapi tak menghabiskan jatah.

Kepala DP3A Kota Semarang, Eko Krisnarto bilang, pada 2025 dari 10.621 RT yang terdaftar, sebanyak 10.157 RT mengambil BOP Rp25 juta per tahun.  “Jumlah RT yang terdaftar yang ada itu 10.621 RT. Nah, dari jumlah itu RT yang tidak mengambil 464 RT,” kata Eko.

Kalau dirupiahkan, BOP yang diambil RT itu sekitar Rp253,9 miliar. Nah, yang tidak diambil itu totalnya sekitar Rp11,6 miliar. Selain yang tak ambil, ada juga RT yang ambil tapi tak menghabiskan jatah.

Baca juga: Bisyarah di Semarang Nambah Banyak, Negara Ikut Patungan

Kondisi serupa juga terjadi di tingkat RW. Dari 1.530 RW, ada 77 RW yang tak ambil BOP. Sisa dana RW tercatat sekitar Rp171 juta atau 3,8 persen. Soal alasan RT dan RW ogah ambil, Eko menyebut macam-macam. Salah satunya karena merasa sudah mapan.

“Banyak yang di pemukiman high class. Mereka sudah punya kas sendiri, jadi merasa enggak perlu,” ujarnya. Selain itu, ada juga yang males ribet ngurus administrasi. Tapi jumlahnya kecil dan persentasenya juga minim.

Diatur Perwal

DP3A, kata Eko, rutin melakukan monitoring dan evaluasi hingga ke kelurahan. Bahkan tim turun langsung ke RT atau RW yang minta difasilitasi buat jelasin aturan BOP.

Peruntukan BOP sendiri, lanjut Eko, jelas diatur dalam Perwal. Mulai dari administrasi RT/RW, kegiatan sosial budaya dan pemberdayaan warga, sampai menunjang program pemerintah seperti pilah sampah.

Baca juga: Dana Rp25 Juta per RT, Kejari Semarang Siap Pasang Mata

“Sejauh ini pemakaiannya sesuai. Enggak ada masalah berarti,” tegasnya. Kalau ada sisa, misalnya dari jatah Rp25 juta masih nyisa Rp1 juta, maka uang itu wajib dikembalikan. Itu yang bikin angka sisa serapan masih muncul.

Untuk tahun 2026, Eko menyebut skema BOP masih akan dibahas lebih lanjut. Tapi prinsipnya, dana tetap disiapkan untuk RT dan RW yang mau dan siap menjalankan program. (bae)

You Might Also Like

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Raih Penghargaan Pemimpin Perempuan Terpopuler

Enam Juta Orang Siap “Nyemut” di Tempat Wisata Jateng

Enam Laga Terakhir Jadi “Ujian Nasib” PSIS

Satu Tahun Agustina-Iswar: Klaim Mulai Bisa Jinakkan Banjir

Lampung Tuan Rumah Porwanas 2027

TAGGED:agustina wilujengbantuan rtheadlinepemkot semarang
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Akses jalan menuju Desa Tempur, Kecamatan Keling, kabupaten Jepara, Jateng, tertutup material longsor, Sabtu (10/1/2026). Satu Desa di Jepara Terisolasi, Longsor Brutal Tutup Total Jalur Kajang–Tempur
Next Article Dana BOP RT di Semarang Sisa, PKS Sentil Ribetnya Administrasi

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Wali Kota Solo, Respati Ardi, mengisi tumbler saat launching layanan Air Siap Minum “Toya Wening” di Pasar Gede Surakarta, Rabu (1/4/2026).

Bawa Tumbler, Respati Launching Kran Air Siap Minum ‘Toya Wening’ di Pasar Gede Solo

Citra satelit menunjukkan adanya pembukaam lahan di kawasan BSB City. (google earth)

Pengamat Lingkungan Beri Peringatan: Laju Pembangunan Jangan Korbankan Alam

Presiden Iran, Masoud Pezeshkian.

Iran Siap Akhiri Perang, Teheran Ajukan Dua Poin Peting sebagai Syarat

Italia Satu Kelas dengan Indonesia, Tidak Lolos Piala Dunia 2026

Ilustrasi Aparatur Sipil Negara (ASN).

ASN Bisa Long Weekend Tiap Pekan? WFH pada Hari Jumat Resmi Diterapkan

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Hukum

Heboh! Bupati Pati Sudewo Dikabarkan Kena OTT KPK, Camat & Kades Ikut Terseret?

Januari 19, 2026
Daerah

APBD 2026 Sudah Ketok Palu, Pemprov Siap Ngebut

Januari 6, 2026
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa.
Ekonomi

Purbaya: Pilih Bangkrut Kayak 1998 atau Nambah Utang? Fix, Pinjaman RI Tembus Rp9.647 T

Februari 13, 2026
Sepak Bola

Ngobrol Santai, Stadion Aman: Polisi, PSIS, dan Suporter Duduk Bareng

Desember 30, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Ratusan RT di Kota Semarang Ogah Ambil BOP, Anggaran Tersisa Miliaran
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?