BACAAJA, SEMARANG – Puasa aja belum mulai, tapi Pemprov Jateng sudah siap soal mudik Lebaran 2026. Ratusan bus mudik gratis sudah disiapkan dari sekarang.
Persiapan itu dibahas serius dalam rapat koordinasi di Semarang, Rabu (7/1/2026). Harapannya warga Jateng harus bisa mudik dan balik rantau dengan aman. Nyaman juga, tanpa ribet.
“Yang kita lakukan ini untuk memudahkan saudara-saudara kita agar bisa mudik dengan aman dan selamat,” kata Sekda Jateng, Sumarno, Rabu (7/1/2026). Ia bilang evaluasi tahun-tahun sebelumnya jadi PR penting buat Lebaran 2026.
Baca juga: Siap-Siap, Kemenhub Bilang 24 Desember Bakal Jadi Hari Paling Ramai Se-Indonesia
Saat ini, Pemprov Jateng sudah mengantongi 349 bus dan 20 rangkaian kereta api. Targetnya minimal nyamai tahun lalu yang tembus 383 bus. “Masih ada PR karena jumlah armada masih di bawah tahun kemarin,” ujarnya. Tapi Pemprov optimistis masih bisa nambah armada.
Soal keselamatan, Sumarno tegas. Armada dan kru wajib memenuhi semua standar, gak boleh asal jalan. Masukan juga datang dari calon pemudik. Banyak yang minta titik keberangkatan ditambah dan lebih dekat dari rumah.
Lokasi Keberangkatan
Pemprov pun bakal memetakan ulang lokasi keberangkatan. Tujuannya biar warga gak keluar biaya lagi buat sekadar ke titik kumpul. “Dengan titik yang lebih dekat, masyarakat lebih terbantu,” jelasnya.
Kepala Dishub Jateng Arief Djatmiko bilang pemetaan titik satelit sudah dilakukan. Terutama buat peserta balik rantau gratis. Contohnya, Asrama Haji Donohudan Boyolali disokong titik satelit di Sragen, Karanganyar, Wonogiri, dan Klaten. Terminal Mangkang Semarang punya satelit di Jepara dan Blora.
Baca juga: Luthfi Cek Rest Area, Biar Liburan Nataru Nggak Jadi Drama
Sementara Terminal Bulupitu Banyumas melayani Cilacap, Kebumen, Banjarnegara, dan Purbalingga. Mudik gratis rencananya digelar 16-17 Maret 2026. Lokasi berangkat dari Museum Purna Bhakti Pertiwi Jakarta, PT Dirgantara Indonesia Bandung, dan Stasiun Pasar Senen.
Balik rantau dijadwalkan 27-28 Maret 2026. Pendaftaran mudik bus dibuka 4 Februari, sedangkan kereta api mulai 11 Februari. Lebaran masih lama, tapi kursi bus sudah dipikirkan. Tinggal satu harapan klasik, semoga nanti yang cepat habis cuma kuota, bukan kesabaran calon pemudik pas daftar online. (bae)


