Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: MaTA Kritik ‘Uang Lelah’ TNI di Lokasi Bencana, Bisa Bikin APBN Jebol?
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

MaTA Kritik ‘Uang Lelah’ TNI di Lokasi Bencana, Bisa Bikin APBN Jebol?

R. Izra
Last updated: Januari 6, 2026 5:58 am
By R. Izra
4 Min Read
Share
Aksi demonstrasi menuntut penetapan status bencana nasional di Aceh.
Aksi demonstrasi menuntut penetapan status bencana nasional di Aceh.
SHARE

BACAAJA, BANDA ACEH — Pemberian insentif harian alias “uang lelah” untuk prajurit TNI yang bertugas di lokasi bencana Aceh dan Sumatera mulai menuai sorotan.

Koordinator Masyarakat Transparansi (MaTA), Alfian, menilai kebijakan ini berpotensi jadi beban serius bagi APBN, apalagi di tengah kondisi fiskal yang belum sepenuhnya pulih.

Menurut Alfian, secara sistem anggaran, gaji dan tunjangan prajurit TNI sudah dibayar penuh oleh negara. Maka, penambahan insentif harian dinilai rawan duplikasi belanja.

Bacaaja: Ganjar Minta Partai Politik Setop Ribut Pilkada Via DPRD, Urus Korban Bencana Dulu
Bacaaja: Liputan Demo Bencana Nasional di Aceh, Ponsel Wartawan Dirampas Oknum TNI

“Gaji dan tunjangan TNI sudah dibayar melalui APBN. Kalau ditambah insentif harian dalam jumlah besar, ini berpotensi pemborosan,” kata Alfian, Jumat (2/1/2026).

MaTA membeberkan simulasi anggaran yang bikin dahi berkerut. Jika satu prajurit menerima Rp165 ribu per hari, dengan asumsi 35 ribu personel, negara harus menggelontorkan sekitar Rp5,7 miliar per hari atau lebih dari Rp173 miliar per bulan.

Masalahnya, angka di lapangan ternyata lebih besar. Berdasarkan pernyataan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, jumlah prajurit yang dikerahkan di wilayah bencana Sumatera mencapai 37.910 personel.

Artinya? Potensi anggaran tembus Rp180 miliar per bulan.

“Ini angka yang sangat besar. Dalam kondisi fiskal terbatas dan bencana yang terjadi berulang, skema ini tidak efisien,” tegas Alfian.

Minim transparansi, rawan penyelewengan

Bukan cuma soal nominal, MaTA juga menyoroti aspek transparansi dan akuntabilitas. Alfian menilai insentif berbasis kehadiran sulit mengukur output nyata di lapangan—apakah benar berdampak langsung ke korban atau tidak.

Situasi darurat yang minim pengawasan juga membuka celah penyimpangan.

“Insentif berbasis kehadiran rawan disalahgunakan. Output-nya tidak jelas, dampaknya sulit diukur. Ditambah lagi, kondisi APBN 2026 sampai sekarang belum terbuka ke publik,” ujarnya.

Meski kritis, MaTA menegaskan tidak anti dukungan untuk TNI. Alfian masih menilai wajar jika negara menanggung kebutuhan dasar prajurit, seperti konsumsi dan logistik di lapangan.

Namun, ia menolak bentuknya jika berupa insentif uang tunai.

“Kalau anggaran makan dan kebutuhan dasar, itu masih masuk akal. Tapi bukan insentif,” katanya.

Prioritaskan korban

Di akhir, MaTA mengingatkan pemerintah agar fokus utama tidak melenceng. Menurut Alfian, anggaran negara seharusnya diprioritaskan untuk pemulihan ekonomi korban bencana dan daerah terdampak, bukan tersedot ke pos insentif.

Apalagi, masyarakat tengah bersiap menghadapi Ramadan dan Idul Fitri—fase krusial bagi ekonomi rumah tangga.

“Yang paling penting sekarang, korban bencana punya penghasilan lagi dan bisa mulai hidup baru. Itu yang harus jadi fokus negara,” pungkasnya.

Terpisah, Kementerian Sosial akan menyalurkan bantuan tunai Rp450 ribu per orang per bulan. Jika dirinci, nominal itu setara Rp15 ribu per orang per hari dan diberikan selama tiga bulan berturut-turut.

“Kalau satu keluarga misalnya ada empat orang, berarti dalam sebulan bantuan untuk beli lauk pauk mencapai Rp1,8 juta, dikali tiga bulan,” ujar Menteri Sosial Saifullah Yusuf.

Tak berhenti di situ, Kemensos juga menyiapkan bantuan Rp3 juta per keluarga yang diperuntukkan membeli isian rumah, mulai dari peralatan dapur hingga kebutuhan rumah tangga lainnya.

Selain bantuan konsumsi dan kebutuhan rumah, pemerintah juga menyiapkan bantuan pemulihan ekonomi. Nantinya, Kemensos bersama pemerintah daerah dan BNPB akan melakukan asesmen lapangan.

Hasil asesmen itu menjadi dasar pemberian bantuan uang tunai Rp5 juta per keluarga, khusus untuk membantu warga bangkit secara ekonomi pascabencana.

Skema bantuan ini, kata Saifullah Yusuf, diharapkan bisa menjadi jembatan transisi bagi korban bencana, dari kondisi darurat menuju kehidupan yang lebih stabil dan mandiri. (*)

You Might Also Like

Beda Hasil Tes Urine Robig Zaenudin: Polda Bilang Positif, Lapas Negatif, Mana yang Valid?

SMA Kolese Loyola Juara Kompetisi Debat Pelajar Piala Wali Kota

Final Soekarno Cup 2025: Adu Tajam Wawan vs Ade Ivan, Siapa Jadi Raja Gol?

Kartu Kuning BUMD Jateng, PRPP Jadi Sorotan

Siapa Tersangka OTT KPK di Cilacap? 13 Orang Dibawa ke Jakarta, Termasuk Bupati dan Sekda

TAGGED:bencanabencana sumateraheadlinekorban bencanatniuang lauk paukuang lelah tni
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Hujan Mulai Galak, Semarang Siagakan 220 Pompa
Next Article CEO yang Menyamar dan Fantasi Kenaikan Kelas

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

PESTA BUAH--Gajah Sumatera di Semarang Zoo bernama Zella menyantap tumpengan buah saat Hari Gajah Sedunia. (ist)

Hari Gajah Sedunia, Zella Semarang Zoo Pesta Tumpengan Buah

PENGUKUHAN PASKIBRAKA--Anggota Paskibraka 2026 memberi hormat kepada Wali Kota Semarang saat acara pengukuhan di Ruang Lokakrida Balaikota Semarang, Rabu (12/8/2026). (ist)

27 Paskibraka Semarang Dikukuhkan, Agustina Minta Jadi Agen Anti-Bullying

DUTA BACA--Duta Baca Semarang menerima penghargaan yang digelar dalam acara yang digekar di Gedung Taman Budaya Raden Saleh (TBRS), Rabu (12/8/2026). (ist)

4 Duta Baca Semarang Terpilih, Ada Siswa SD hingga Mahasiswa

Ideologi Angka dan Realitas Sebagian

SIDANG TPPU--Jaksa membacakan replik kasus pencucian uang terdakwa Gus Yazid dan Andhi Nur Huda di Pengadilan Tipikor Semarang, Rabu (12/8/2026). (bae)

Jaksa: Gus Yazid Terima Duit Rp20 Miliar Atau Gak, Tetap Dijerat TPPU

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Info

Terminal Kalideres Ramai, Ribuan Pemudik Sudah Berangkat Lebaran

Maret 16, 2026
Pendidikan

Titip Anak Masuk Sekolah? RAW: Maaf, Kursinya Nggak Bisa Ditambah Kayak Bangku Hajatan

Juni 13, 2026
TANTANG JAKSA--Gus Yazid menantang jaksa menghadirkan Sri Mulyani hingga Prabowo di sidang kasus TPPU jual beli lahan Cilacap, Rabu (3/7/2026). (bae)
Hukum

Ngamuk di Tipikor Semarang, Gus Yazid Seret Nama Prabowo dan Sri Mulyani

Juni 4, 2026
Wacana moratorium pembangunan IKN terus menguat. Wakil Ketua DPR RI dari Partai Nasdem Saan Mustopa yang mengusulkan itu dan menyarankan agar Wapres Gibran berkantor di IKN. dok.
Info

IKN Dikepung Tambang Ilegal, 13.000 Hektare Lahan Tercemar

November 3, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: MaTA Kritik ‘Uang Lelah’ TNI di Lokasi Bencana, Bisa Bikin APBN Jebol?
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?