Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Sawah Ngebut, Lumbung Aman: Jateng 2025 Tembus Target
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Ekonomi

Sawah Ngebut, Lumbung Aman: Jateng 2025 Tembus Target

Di tengah isu pangan global yang kadang bikin dahi berkerut, Jawa Tengah justru tampil pede. Sepanjang 2025, produktivitas pangan di provinsi ini bukan cuma aman, tapi juga tembus target nasional. Modal awal yang cukup bikin Jateng siap tancap gas lebih kencang di 2026.

T. Budianto
Last updated: Januari 2, 2026 11:38 pm
By T. Budianto
3 Min Read
Share
PANEN RAYA: Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi melakukan panen raya di Desa Ngombakan, Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo, April 2025. (Foto: Pemprov Jateng)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Produktivitas pangan di Jateng sepanjang 2025 resmi memenuhi target pemerintah pusat. Capaian ini jadi sinyal kuat bahwa Jateng makin serius menempatkan diri sebagai penumpu pangan nasional, bukan sekadar lewat jargon, tapi lewat angka nyata.

Data Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah mencatat, hingga November 2025, produksi padi mencapai 11.377.731 ton Gabah Kering Panen (GKP), atau setara 9.397.904 ton Gabah Kering Giling (GKG).

Angka ini dihasilkan dari luas tanam sekitar 2.025.782 hektare dan luas panen 1.673.012 hektare. Hasilnya? Jateng nangkring di posisi tiga besar kontributor padi nasional.

Baca juga: Bulog Jamin Stok Beras di Jateng Aman Hingga Juni 2026

Jagung juga nggak mau kalah. Sepanjang 2025, produksinya tembus 3.837.758 ton dari luas panen 612.373 hektare, menjadikan Jateng kontributor terbesar kedua nasional. Sementara itu, kedelai justru jadi primadona: produksi 17.427 ton dari 8.902 hektare dan menyabet status kontributor terbesar nasional.

Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi menyebut, pemerintah pusat sebelumnya menargetkan produksi padi Jateng sebesar 11 juta ton GKP. Target itu kini sudah terlampaui.

“Data ini jadi pijakan bagus untuk menghadapi tantangan 2026 dan menyongsong swasembada pangan nasional,” kata Luthfi di Semarang, Rabu, (31/12/2025).

Roadmap Pembangunan

Menurutnya, sesuai roadmap pembangunan daerah, Jateng pada 2026 ditargetkan sudah swasembada pangan sekaligus menjadi tulang punggung pasokan nasional. Karena itu, produktivitas bakal terus digenjot. “Kita harapkan tahun 2026 produktivitas kita meningkat,” ujarnya.

Untuk mendukung target tersebut, pembangunan infrastruktur pertanian sudah dikebut sejak 2025. Mulai dari irigasi hingga sarana pendukung produksi. Selain itu, Luthfi menegaskan pentingnya menjaga lahan hijau agar tidak beralih fungsi.

“Kolaborasi dengan kabupaten dan kota harus diperkuat untuk menjaga luas lahan pertanian,” tegasnya. Dari sisi cadangan pangan, kabarnya juga bikin tenang.

Pimpinan Wilayah Perum Bulog Kanwil Jawa Tengah-DIY, Sri Muniati memastikan, stok pangan aman hingga Juni 2026. Saat ini, stok beras di Jawa Tengah tercatat mencapai 339.094 ton.

Baca juga: Jateng Surplus Beras 1,5 Juta Ton

Tak hanya stok, realisasi pengadaan setara beras sepanjang 2025 juga tembus target. Bulog mencatat pengadaan sebesar 397.905 ton atau 100,3 persen dari target yang ditetapkan.

“Masyarakat tidak perlu cemas atau panik. Ketersediaan sangat cukup dan harga relatif stabil,” kata Sri Muniati usai bertemu Gubernur Ahmad Luthfi. Meski begitu, ia mengakui penyerapan hasil panen tak bisa dikerjakan Bulog sendirian. Perlu kerja bareng lintas sektor, termasuk dinas terkait serta dukungan TNI dan Polri.

“Kami berharap koordinasi ini bisa memperkuat penyerapan, supaya hasil panen Jawa Tengah bisa dinikmati dan diserap maksimal oleh Jawa Tengah sendiri,” ujarnya.

Produksi sudah ngebut, stok aman, target terlampaui. Sekarang tinggal satu tantangan klasik: jangan sampai sawah subur kalah cepat sama papan reklame dan beton. (tebe)

You Might Also Like

BMKG Prediksi Kemarau 2026 Lebih “Kering dari Biasanya”

Belum Dimulai Sudah Dibatalkan! Pemerintah Gak Jadi Berlakukan Sekolah Daring

Semarang Jawara Nasional Transformasi Digital Pemerintahan Versi GM-DTGI 2025

325 Bus Bawa 16 Ribu Perantau Jateng Pulang Kampung

Atap KPT Brebes Ambruk, Ini Bangunan Baru Anggarannya Rp 120 Miliar, Lho!

TAGGED:bulog jatengheadlinepemprov jatengstok pangan
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Mahasiswa Semarang turun jalan tolak KUHAP baru yang dinilai menginjak-injak HAM, Jumat (21/11). KUHAP Baru Resmi Berlaku, Mantan Jaksa Agung: Cermin Negara Otoriter & Darurat Hukum
Next Article Aksi ikonik penyerang sayap PSG Khvicha Kvaratskhelia. Aksi terbang ini diproyeksikan jadi logo baru Ligue 1. Ligue 1 Resmi Ganti Logo? Aksi Terbang Kvara Layak Diabadikan

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Ketua Pengarah Pelaksana Soekarno Run SOC 2026, Aria Bima, memaparkan prediksi perputaran uang dari event yang ia helat, Minggu (28/6/2026). (bae)

Soekarno Run Dongkrak Ekonomi Solo, Perputaran Uang Ditaksir Tembus Rp5 Miliar

DAPAT MOBIL--Pelari asal Boyolali, Fikri (berkacamata hitam) menerima hadiah mobil listrik secara simbolis di panggung Soekarno Run SOC 2026. (rng)

Doa Orang Tua Antar Fikri Pelari Boyolali Boyong Mobil Listrik di Soekarno Run 2026

PEMER MEDALI--Nava (dua dari kiri) dan koleganya pamer medali usia mengikuti Soekarno Run SOC 2026. (bae)

Kesaksian Wabup Purworejo hingga Pelari Pemula: Soekarno Run 2026 Bikin Ketagihan

OMZET MENINGKAT--Kedai Bunzen Coffee di kawasan Alun-Alun Utara Keraton Surakarta dipenuhi konsumen yang habis ikut Soekarno Run SOC 2026. (bae)

Berkah Soekarno Run 2026: UMKM Solo Ketiban Rezeki, Dagangan Laris Sejak Subuh

PAPARAN - Anggota DPR RI dari Fraksi Golkar, Andhika Satya Wasistho menyampaikan pemaparan terkait tanggung jawab industri saat Kunjungan Kerja Panitia Khusus DPR RI dalam rangka pembahasan Rancangan Undang-Undang tentang Desain Industri ke Provinsi Jawa Tengah.

Usul Progresif Legislator Muda Andhika Satya: Industri Abaikan Warga dan UMKM Kena Sanksi

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

AKADEMISI - Pengamat ekonomi dan kebijakan publik, sekaligus akademisi Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Nugroho SBM.
Fokus

Rupiah Melemah UMKM Menjerit, Pengamat Ekonomi Undip Singgung Tahu dan Tempe

Juni 10, 2026
Info

Gerak Sunyi Nawal Yasin Bikin PAUD Jateng Naik Kelas

Februari 14, 2026
Ekonomi

RPH Halal MAJT Resmi Dibuka, Yuk Makan Tanpa Waswas!

Oktober 18, 2025
Petugas Dishub Semarang berjaga di tepi jalan kawasan BSB, mengahalau truk besar yang hendak menuju Jl. Prof Hamka, Ngaliyan, Senin (13/4/2026).
Fokus

Penertiban Truk Besar di Ngaliyan, Dishub Gerak Cepat atau Sudah Terlambat?

April 13, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Sawah Ngebut, Lumbung Aman: Jateng 2025 Tembus Target
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?