BACAAJA, JAKARTA – Setelah lama terasa jinak, Slank kembali menyengat. Grup band asal Gang Poltot akhirnya balik ke mode pabrik.
Bukan nostalgia doang, tapi benar-benar kembali ke DNA awal: musik galak, lirik nyelekit, dan sikap melawan.
Single terbaru mereka, ‘Republik Fufufafa’, yang dirilis pada 28 Desember 2025, langsung bikin geger linimasa. Netizen sudah curiga sejak Slank rajin lempar kode di Instagram.
Bacaaja: Waspada! Ada Fenomena Jemaah Haji Mirip ‘Zombi’ Tahun 2026
Bacaaja: Mahasiswa Semarang Turun Jalan, Tolak KUHAP: Ini Nginjek-injek HAM
“#badutnackal punya kejutan nanti malam!” tulis Slank, bikin publik kepo setengah mati.
Dan benar saja, kejutan itu bukan kaleng-kaleng.
Marah dan tanpa basa-basi
“Republik Fufufafa” tampil sebagai Slank versi paling beringas dalam beberapa tahun terakhir. Rock and roll mentah, tempo cepat, dan emosi yang gak ditahan-tahan. Lagu berdurasi tiga menit ini terasa seperti omelan jalanan yang dibikin jadi anthem.
Liriknya tajam, lugas, dan mudah dicerna—ciri khas Slank yang dulu bikin mereka dicintai sekaligus dibenci. Kritik sosial disampaikan tanpa sok puitis, tapi kena di ulu hati.
Sindiran demi sindiran diarahkan ke praktik-praktik busuk yang sudah lama jadi rahasia umum:
- judi
- narkoba
- kekuasaan yang bebal
- mentalitas badut dalam republik
Semua dibungkus metafora yang gak ribet, tapi cukup pedas buat bikin kuping panas.
Joker-Joker di republik yang kacau
Di video musiknya, Slank tampil full make-up ala Joker. Bukan sekadar gimmick, tapi simbol: tawa di tengah kekacauan, badut di sistem yang absurd.
Pesannya jelas—kalau negara sudah terasa seperti sirkus, maka badutlah yang paling jujur menertawakan kebobrokan.
Secara musikal, Slank tetap Slank. Groove khas mereka masih ada, tapi kali ini dibalut energi amarah yang lama mengendap. Ini bukan lagu buat nyantai sore, tapi buat teriak bareng sambil mengepalkan tangan.
Album paling galak yang pernah dibikin
Sinyal keras soal arah Slank sebenarnya sudah dilempar jauh-jauh hari. Di Potlot, Jakarta Selatan, Bim Bim menegaskan bahwa proyek ini bukan sekadar single iseng.
“Masih ada album baru ya. Jadi Desember ini, tanggal 28 rilis single. Januari akhir full albumnya keluar. Ini album paling galak yang pernah Slank bikin,” kata Bim Bim.
Kalau “Republik Fufufafa” cuma pembuka, berarti kita sedang disiapkan untuk Slank yang lebih liar, lebih frontal, dan lebih politis.
Slank kembali kritis
Di tengah industri musik yang makin aman, penuh formula, dan takut ribut, Slank datang sebagai pengingat: musik juga bisa jadi alat marah, bukan cuma pelarian.
“Republik Fufufafa” bukan lagu yang sopan. Tapi mungkin memang republik ini gak butuh lagu sopan—yang dibutuhkan justru teriakan.
Sekarang pertanyaannya tinggal satu: kamu cuma dengar, atau ikut merasa tersindir?
Berikut lirik lagu Republik Fufufafa:
Aku lahir di negri kacau balau
Orang-orangnya pada sakau sakau
Sakau kuasa sakau narkoba
Sakau oiui ooai dan sakau berjudi
Fufufafa republik
Fufufafa republik
Fufufafa republik
Fufufafa
Republik fufufafa
Negri stunting dan kurang gizi
IQ rata-rata setara dengan monkey
Pada gak sopan juga kurang ajar
Pada sok tahu dan juga belagu
Fufufafa republik
Fufufafa republik
Fufufafa republik
Fufufafa
Republik fufufafa
Fufufafa republik
Fufufafa republik
Fufufafa republik
Fufufafa (*)

