Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Ekonomi Jateng On Fire: Duit Muter, Pabrik Tumbuh
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Ekonomi

Ekonomi Jateng On Fire: Duit Muter, Pabrik Tumbuh

Tahun 2025 mau pamit, tapi ekonomi Jateng belum mau turun gas. Di tengah cerita soal anggaran pusat yang disunat, Jateng justru tampil pede. Angka tumbuh, investasi berdatangan, lapangan kerja kebuka. Ibarat motor di tanjakan, bensin sempat diirit, tapi mesinnya tetap ngegas.

T. Budianto
Last updated: Desember 27, 2025 5:11 pm
By T. Budianto
4 Min Read
Share
MELEPAS EKSPOR: Menteri Perindustrian RI Agus Gumiwang dan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi melepas ekspor mainan anak buatan PT Royal Regent Indonesia di Kawasan Industri Kendal (KIK), pertengahan Juni 2025. (Foto: Pemprov Jateng)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Menutup 2025, Jawa Tengah punya banyak catatan buat dibuka lagi. Di bawah duet Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin, peta ekonomi provinsi ini diwarnai dinamika sekaligus capaian yang bikin optimis.

Meski kebijakan pemerintah pusat memangkas Transfer ke Daerah (TKD), ekonomi Jateng tetap melaju. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pertumbuhan ekonomi Jateng pada Triwulan III 2025 tembus 5,37 persen secara year on year (yoy). Angka itu bahkan lebih tinggi dari pertumbuhan nasional yang berada di level 5,04 persen.

Pertumbuhan tersebut ditopang aktivitas barang dan jasa yang terus bergerak. Plt Kepala BPS Jateng, Endang Tri Wahyuningsih, menyebut empat sektor masih jadi tulang punggung. Industri pengolahan memimpin dengan kontribusi 33,43 persen, disusul perdagangan 13,44 persen, pertanian 12,88 persen, dan konstruksi 11,82 persen. Dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga masih jadi raja dengan porsi 60,64 persen.

Baca juga: Sekda Jateng: Stop Ekspor Mentah, Saatnya Hilirisasi Demi Naik Kelas!

Capaian itu, menurut Gubernur Ahmad Luthfi, bukan kerja satu pihak. Kolaborasi lintas stakeholder jadi kuncinya. “Ini hasil perencanaan dan kerja bareng seluruh stakeholder, mulai pemerintah pusat, kabupaten/kota, sampai Bank Indonesia Jawa Tengah,” ujar Luthfi saat ditemui di Kantor Perwakilan BI Jateng, Senin, (22/12/2025).

Efek Domino

Efek domino dari pertumbuhan ekonomi ini terasa ke sektor investasi. Data DPMPTSP Jateng mencatat realisasi investasi Januari-September 2025 mencapai Rp66,13 triliun. Dari angka itu, serapan tenaga kerja menyentuh 326.462 orang, tertinggi kedua di Pulau Jawa.

Luthfi menegaskan, membangun daerah tak bisa cuma berharap APBD. “APBD dan PAD itu cuma sekitar 15 persen. Sisanya, 85 persen, ya investasi. Makanya Jateng dorong pemerintahan kolaboratif,” katanya.

Untuk menjaga kepercayaan investor, Pemprov Jateng terus memperkuat kepastian dan kenyamanan berusaha. Mulai dari layanan perizinan yang makin cepat dan digital, kolaborasi dengan pelaku industri, hingga penyiapan SDM lewat pendidikan vokasi dan pelatihan kerja.

Di sisi lain, pengembangan kawasan industri juga digenjot. Seluruh kepala daerah didorong membuka kawasan industri atau kawasan ekonomi baru agar investasi tak numpuk di satu titik saja.

Upaya itu berbuah apresiasi. Pemprov Jateng diganjar penghargaan Pioneer of Economic Empowerment dalam ajang Indonesia Kita Award. Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Gubernur Ahmad Luthfi di Jakarta, 10 November 2025.

Ujung dari semua angka dan penghargaan itu tentu kesejahteraan warga. Data BPS Jateng menunjukkan, persentase penduduk miskin turun dari 9,58 persen pada September 2024 menjadi 9,48 persen pada Maret 2025.

Sambut 2026

Menatap 2026, Pemprov Jateng melihat fase pemulihan sekaligus transformasi struktural. Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Jateng, Sujarwanto Dwiatmoko menyebut, industri pengolahan masih jadi mesin utama pertumbuhan, sementara pertanian berperan penting menjaga stabilitas pangan dan inflasi.

Industri dan pertanian dinilai sebagai dua sektor kunci. Industri pengolahan mendominasi struktur PDRB, sedangkan pertanian jadi benteng ketahanan pangan lokal dan nasional. Karena itu, keduanya ditetapkan sebagai sektor prioritas pembangunan.

Baca juga: Bos-Bos Tionghoa Diminta Gas Ekonomi Jateng

Meski begitu, tantangan tak ringan. Tekanan harga pangan, dinamika global, hingga pasokan bahan baku menuntut keseimbangan antara manufaktur yang ngebut dan pertanian yang makin modern. Strateginya meliputi penguatan kawasan industri, percepatan investasi berbasis teknologi dan industri hijau, digitalisasi manufaktur, serta kemitraan industri dengan petani.

Semua itu juga harus ditopang SDM yang siap pakai lewat pendidikan vokasi dan pelatihan sesuai kebutuhan industri. Kalau ekonomi Jateng ini aplikasi, statusnya jelas: update berhasil. Tinggal pastikan baterainya awet, sinyalnya stabil, dan jangan sampai yang kaya makin full bar, sementara rakyat cuma kebagian mode hemat. (tebe)

You Might Also Like

Mas Septa Penjaga Kenangan Masa Kecil: Koleksi Ribuan Item Mainan Jadul dari ‘Lorong Waktu’

“Selamat Jalan, Om Bambang”: Dari Kudus, Kenangan dan Jejak Besar yang Nggak Ikut Pergi

Gunung Slamet Mulai “Gerak-gerak”, Jateng Nggak Mau Kecolongan

Tujuh Wakil Semarang Bawa Pulang Prestasi MTQ Nasional

Ekonomi Syariah Jangan Berhenti di Buku Pelajaran, Harus Jadi Kebiasaan di Sekolah

TAGGED:ahmad luthfiekonomi jatengfeaturedheadlinepemprov jateng
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Tim SAR bergerak ke perairan Pulau Padar, TN Komodo, untuk mencari 4 turis Spanyol yang hilang. 4 Turis Spanyol Hilang di Pulau Padar, Tim SAR: Mereka Satu Keluarga
Next Article Dokter Speling, Jemput Warga Sampai Depan Rumah

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Bung Sis Pimpin PA GMNI Demak, Siapkan Konsolidasi Alumni hingga Aksi Nyata

Sekda Banyumas Tegaskan Tak Ajukan Pengunduran Diri, Begini Penjelasannya

Pilkades Purbalingga Siapkan Anggaran Pengamanan Rp1,3 Miliar

Utang Menumpuk Bukan Berarti Perusahaan Harus Gulung Tikar, Ada PKPU

Jateng Siapkan 10 Ribu Vaksin Rabies Gratis

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

MUSEUM - Museum Ranggawarsita, Kota Semarang. (ist)
Info

Nasib Pilu Pengunjung Museum Ranggawarsita Semarang, Bocah SD Tewas Tertimpa Patung

Mei 14, 2026
Sepak Bola

Balik Lagi! Thaufan Hidayat Pilih Tetap Berseragam PSIS

Juli 6, 2026
NAIK KERETA--Pengguna layanan kereta api menikmati perjalanan dengan KA Gumarang. (bae)
Ekonomi

Kereta Api Makin Kekinian, 7 KA New Generation Layani Penumpang Daop Semarang

Juni 12, 2026
Ilustrasi kripto.
Hukum

Pelapor Kasus Kripto Timothy Ronald Ngaku Rugi Rp3 Miliar, Diperiksa Polisi

Januari 14, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Ekonomi Jateng On Fire: Duit Muter, Pabrik Tumbuh
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?