Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
Reading: FAKTA UNIK: Swedia Nggak Kekurangan Minyak, tapi Kekurangan Sampah
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
© 2025 Bacaaja.co
Tumbuh

FAKTA UNIK: Swedia Nggak Kekurangan Minyak, tapi Kekurangan Sampah

R. Izra
Last updated: Desember 24, 2025 6:09 am
By R. Izra
2 Min Read
Share
Ilustrasi sampah plastik yang mencemari perairan di Indonesia. (DLH Buleleng Bali)
Ilustrasi sampah plastik yang mencemari perairan di Indonesia. (DLH Buleleng Bali)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Negara lain ribet ngurus sampah, Swedia malah kekurangan sampah. Yup, negara Skandinavia ini justru butuh pasokan sampah dari luar negeri buat menopang sistem energinya.

Bukan karena warganya nggak produksi sampah, tapi karena pengelolaan limbah di Swedia super efisien.

Dilansir dari laman Frost and Sullivan Institute belum lama ini, sampah di sana bukan dianggap masalah, tapi aset berharga buat energi dan industri.

Bacaaja: Sampah Mau Disulap Jadi Listrik, Semarang Gaspol Tapi Masih Nunggu Tim
Bacaaja: Sawah Bisa Jadi Senjata Rahasia Lawan Krisis Iklim, Kok Bisa?

Swedia menerapkan konsep ekonomi sirkular sebagai fondasi utama. Intinya: barang dipakai selama mungkin, diperbaiki kalau rusak, dan didaur ulang biar tetap punya nilai guna.

Hasilnya? Kurang dari 1 persen sampah rumah tangga berakhir di TPA. Sisanya dikelola habis-habisan.

Sekitar 52 persen sampah diolah jadi energi lewat pembakaran terkendali, sementara 47 persen lainnya didaur ulang jadi produk baru. Angka ini jauh lebih cakep dibanding rata-rata global yang masih buang lebih dari 30 persen sampah ke tempat pembuangan akhir.

Karena sistemnya jalan terus, Swedia akhirnya mengimpor sampah dari negara lain demi menjaga pasokan energi. Sampah tersebut diubah jadi listrik dan panas untuk kebutuhan rumah tangga.

Win-win solution. Swedia dapat energi, negara pengirim sampah terbantu, dan target lingkungan tetap aman.

Ambisi Swedia juga nggak main-main. Negara ini menargetkan jadi negara kesejahteraan bebas bahan bakar fosil pada 2045. Ekonomi sirkular jadi kunci utama buat ngejar target iklim tersebut.

Keberhasilan ini nggak datang instan. Puluhan tahun perencanaan kebijakan, inovasi teknologi, dan edukasi publik jadi pondasinya.

Warga Swedia sudah terbiasa memilah sampah sejak dari rumah, dengan tingkat kesadaran lingkungan yang tinggi.

Swedia membuktikan, sampah bukan akhir dari segalanya, tapi bisa jadi komoditas strategis buat ketahanan energi dan masa depan yang berkelanjutan.

Pelajarannya jelas: kalau dikelola serius, sampah bisa jadi solusi, bukan sekadar masalah. (*)

You Might Also Like

Libur Panjang Datang, Jateng Bersiap Diserbu 7,8 Juta Pelancong

Terbang ke Singapura, Kini Nggak Perlu Transit Lagi

Fix! Inosentius Samsul Disetujui Jadi Hakim MK Gantikan Arief Hidayat

LPSK Blusukan Cari Fakta Kematian Iko Unnes, Persilakan Publik Sumbang Informasi

Pemprov Klaim 2.208 Desa di Jateng Sudah Mandiri

TAGGED:ekonomi sirkularheadlineimpor sampahkekurangan sampahnegara majuswedia
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Ilustrasi petugas mengekuasi korban kecelakaan bus. (grafis/wahyu) Sopir Cahaya Trans Sudah Tersangka, Polisi Kini Bidik Perusahaan Otobus
Next Article Ridwan Kamil-Atalia Praratya. Pengakuan Ridwan Kamil Ungkap Dosa 29 Tahun Pernikahan dengan Bu Cinta

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Wali Kota Solo, Respati Ardi, mengisi tumbler saat launching layanan Air Siap Minum “Toya Wening” di Pasar Gede Surakarta, Rabu (1/4/2026).

Bawa Tumbler, Respati Launching Kran Air Siap Minum ‘Toya Wening’ di Pasar Gede Solo

Citra satelit menunjukkan adanya pembukaam lahan di kawasan BSB City. (google earth)

Pengamat Lingkungan Beri Peringatan: Laju Pembangunan Jangan Korbankan Alam

Presiden Iran, Masoud Pezeshkian.

Iran Siap Akhiri Perang, Teheran Ajukan Dua Poin Peting sebagai Syarat

Italia Satu Kelas dengan Indonesia, Tidak Lolos Piala Dunia 2026

Ilustrasi Aparatur Sipil Negara (ASN).

ASN Bisa Long Weekend Tiap Pekan? WFH pada Hari Jumat Resmi Diterapkan

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ilustrasi chip memori. Saat ini, krisis chip memori global sedang melanda, membuat harga gadget berpotensi naik tinggi.
Tumbuh

Krisis Memori Chip Diramal sampai 2030, Alamat Harga Gadget Makin Melambung

Maret 23, 2026
Anggota Komisi X DPR RI Mercy Chriesty Barends dalam Raker dengan Kemendikdasmen, Kamis (4/9/2025) di Senayan Jakarta. Foto: dok.
Pendidikan

Gaji Guru Cuma Rp200 Ribuan? DPR Desak Pemerintah Revisi Aturan BOS, Digitalisasi Sekolah Harus Merata!

September 5, 2025
Suasana pedesaan di kaki Gunung Ungaran, Jawa Tengah. (bae)
Info

Cuma 15 Desa di Jateng Berstatus Tertinggal, Pemprov: Sangat Tertinggal 0

Januari 25, 2026
Olahraga

Cari Nahkoda Baru KONI Jateng, Tim Penjaringan Resmi Start Mesin!

September 3, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: FAKTA UNIK: Swedia Nggak Kekurangan Minyak, tapi Kekurangan Sampah
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?