Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Indonesia Tolak Bantuan Asing Bikin Negara-negara Arab Heran, Ada yang Ditutupin?
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Indonesia Tolak Bantuan Asing Bikin Negara-negara Arab Heran, Ada yang Ditutupin?

R. Izra
Last updated: Desember 22, 2025 6:20 am
By R. Izra
3 Min Read
Share
SHARE

BACAAJA, JAKARTA – Akhir November sampai awal Desember 2025, banjir bandang dan longsor nyapu Sumatera. Korban jiwa tembus 1.071 orang, ratusan masih hilang, dan 770 ribu warga ngungsi.

Jalan putus, jembatan ambruk, listrik mati, sebagian pulau porak-poranda.

Tapi di tengah semua itu, ada satu keputusan yang bikin dunia bengong: Indonesia nolak bantuan asing.

Bacaaja: Dewan Adat Papua Tolak Kebun Sawit: Ogah Warisin Bencana ke Anak-Cucu

Bacaaja: Mensos Saipul Usul Korban Bencana Sumatera Dikasih Jaminan Hidup Rp10.000 Sehari

Yes, termasuk 30 ton beras dari Uni Emirat Arab (UEA) buat korban banjir Medan. Berasnya datang, niatnya tulus, tapi akhirnya dipulangin.

“Kami kembalikan kepada UEA,” kata Wali Kota Medan Rico Waas.

Alasannya? Pemerintah pusat belum ngasih lampu hijau. Jadi meskipun warga butuh makan hari ini, regulasi tetap nomor satu.

Katanya sih, sudah koordinasi. Ke BNPB, Kemenhan, gubernur. Intinya: belum diterima.

Ya, meski akhirnya setelah dihujat dan viral, katanya gak jadi ditolak, tapi pengelolaannya diserahkan ke ormas keagamaan, sebut saja Muhammadiyah.

Di level pusat, narasinya lebih pede lagi. Presiden Prabowo bilang banyak kepala negara nelepon mau kirim bantuan, tapi jawabannya satu:

“Terima kasih concern Anda, kami mampu.”

Indonesia mampu, katanya! Pertanyaannya: yang kebanjiran juga merasa mampu?

Dunia gerak cepat, pemerintah Indonesia gengsi

Sementara itu, negara-negara Timur Tengah geraknya kilat.

Arab Saudi kirim telegram duka. UEA siap kirim logistik dan tim. Qatar, Oman, Iran ikut nawarin bantuan darurat.
Bahkan OKI—yang isinya 57 negara—ikut dorong bantuan kemanusiaan.

Buat mereka, ini bukan drama geopolitik. Ini soal solidaritas. Soal kemanusiaan. Soal sesama manusia yang lagi tenggelam.

Kerugian banjir Sumatera sendiri ditaksir tembus Rp 51 triliun. Infrastruktur hancur, wilayah terisolasi berhari-hari. Tapi respons resmi Indonesia tetap kalem: “kapasitas dalam negeri masih cukup.”

Masuknya bantuan asing bisa buka borok pemerintah

Di balik sikap “kami bisa sendiri”, ada isu lain yang lebih sensitif: lingkungan.

Aktivis lingkungan sudah lama teriak: wilayah banjir itu tumpang tindih dengan konsesi tambang, sawit, dan kehutanan industri di hulu sungai. Deforestasi, erosi, sungai rusak—semua paket lengkap.

Masuknya tim internasional? Artinya: mata dunia ikut ngelihat.

Ahli hidrologi, insinyur, analis bencana—mereka bukan cuma bantu evakuasi, tapi juga bisa nanya:

  • “Kenapa banjirnya separah ini?”
  • “Siapa yang ngasih izin di hulu?”
  • “Kenapa DAS-nya rusak?”

Dan itu mungkin pertanyaan yang belum siap dijawab oleh pemerintahan baru yang lagi pengin tampil “terkendali”.

Pemerintah bilang ini soal kedaulatan, kehati-hatian, dan tata kelola. Pengamat bilang ini soal jarak antara empati global dan perhitungan politik domestik.

Yang jelas, di lapangan, warga masih jalan kaki puluhan kilometer, dapur darurat masih kurang logistik, dan hujan belum tentu selesai.

Dunia datang bawa tangan. Indonesia jawab dengan dada dibusungkan.

Pertanyaannya tinggal satu: berani kelihatan kuat, tapi rakyat lagi-lagi dikorbankan. (*)

You Might Also Like

Mulai 2026 RSUD Mijen Terima Pasien BPJS

Kapolri Kirim Bantuan, Dukuh Situkung Sedikit Lega

Tabrakan Kereta Banyak Makan Korban Jiwa, DPR Sorot Gagalnya Sistem Keselamatan

Harimaunya Kok Tinggal Empat? Pemkot Semarang Buka Suara

Dorong Ekonomi Lokal, Pansus RPJMD Serap Masukan dari Kota Pekalongan

TAGGED:bencanaheadlineindonesia tolak bantuan asingnegara arab herabsumatearsumatera utara
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article BUMDes Desa Padakaton, Kecamatan Ketanggungan, Kabupaten Brebes, akhirnya menyerahkan becak listrik bantuan Presiden Prabowo Subianto ke pengayuh becak Daklan (57), Kamis (18/12/2025) malam, setelah berita penarikan viral. Cerita Becak Listrik Bantuan Prabowo di Brebes Ditarik Lagi Gara-gara Pilkades
Next Article Dua Ton Harapan dari Semarang: FK Unnes Kirim Bantuan ke Aceh

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Ketua Pengarah Pelaksana Soekarno Run SOC 2026, Aria Bima, memaparkan prediksi perputaran uang dari event yang ia helat, Minggu (28/6/2026). (bae)

Soekarno Run Dongkrak Ekonomi Solo, Perputaran Uang Ditaksir Tembus Rp5 Miliar

DAPAT MOBIL--Pelari asal Boyolali, Fikri (berkacamata hitam) menerima hadiah mobil listrik secara simbolis di panggung Soekarno Run SOC 2026. (rng)

Doa Orang Tua Antar Fikri Pelari Boyolali Boyong Mobil Listrik di Soekarno Run 2026

PEMER MEDALI--Nava (dua dari kiri) dan koleganya pamer medali usia mengikuti Soekarno Run SOC 2026. (bae)

Kesaksian Wabup Purworejo hingga Pelari Pemula: Soekarno Run 2026 Bikin Ketagihan

OMZET MENINGKAT--Kedai Bunzen Coffee di kawasan Alun-Alun Utara Keraton Surakarta dipenuhi konsumen yang habis ikut Soekarno Run SOC 2026. (bae)

Berkah Soekarno Run 2026: UMKM Solo Ketiban Rezeki, Dagangan Laris Sejak Subuh

PAPARAN - Anggota DPR RI dari Fraksi Golkar, Andhika Satya Wasistho menyampaikan pemaparan terkait tanggung jawab industri saat Kunjungan Kerja Panitia Khusus DPR RI dalam rangka pembahasan Rancangan Undang-Undang tentang Desain Industri ke Provinsi Jawa Tengah.

Usul Progresif Legislator Muda Andhika Satya: Industri Abaikan Warga dan UMKM Kena Sanksi

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Aktivis perempuan Laras Faizati.
Hukum

Laras Faizati Divonis Bersalah, Dihukum 6 Bulan Penjara dengan Masa Percobaan 1 Tahun

Januari 15, 2026
Info

Banjir Brebes Gak Cuma Soal Hujan, Menteri PU: Beresi Muara Dulu

Maret 28, 2026
Kecelakaan beruntun dipicu truk yang ugal-ugalan hingga tabrak mobil dan motor di Turunan Silayur, Ngaliyan, Kota Semarang, Jumat (10/4/2026). (ist)
Info

Ngeri! Truk Ugal-ugalan Picu Kecelakaan Beruntun di Silayur, Polisi Ungkap Kondisi Korban

April 10, 2026
Hukum

Jadi Tersangka Kasus Sritex, Eks Wadirut Iwan Kurniawan Ngaku Cuma “Disuruh Bos”

Agustus 13, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Indonesia Tolak Bantuan Asing Bikin Negara-negara Arab Heran, Ada yang Ditutupin?
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?