Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Curug Gondoriyo Masih Ada, Tapi Pengunjungnya Kemana?
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Curug Gondoriyo Masih Ada, Tapi Pengunjungnya Kemana?

Air Curug Gondoriyo masih mengalir tenang di tengah rimbunnya pepohonan Ngaliyan. Tapi di balik suara gemuruhnya, ada kesunyian yang terasa kian pekat, tempat wisata alternatif yang dulu ramai itu kini seolah berjalan sendirian.

T. Budianto
Last updated: Desember 18, 2025 5:25 pm
By T. Budianto
3 Min Read
Share
SEPI PENGUNJUNG: Curug Gondoriyo, spot wisata alternatif yang berada di Kelurahan Gondoriyo, Ngaliyan, Semarang yang sempat ramai kini sepi, Kamis (18/12). (Foto: dul)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Air Curug Gondoriyo yang  berada di Kelurahan Gondoriyo, Ngaliyan, Semarang masih setia mengalir seperti dulu. Pepohonan tetap hijau, udara masih sejuk, dan jalur menuju lokasi sebenarnya tak banyak berubah. Tapi ada satu hal yang bikin suasananya beda: sepi.

Curug yang dulu sempat jadi tempat favorit warga kini tampak kotor, kurang terawat, dan seperti hidup dari sisa-sisa ingatan masa lalu. Feri (55), warga setempat yang sudah lama mengikuti perjalanan Curug Gondoriyo ingat betul bagaimana awal wisata ini dibuka. Dengan nada santai, ia menyebut Curug Gondoriyo mulai dikenal sejak awal 2000-an. “Kalau dibuka ya sekitar tahun 2000-an,” katanya singkat.

Baca juga: Semarang Gaspol Jadi Kota Wisata: Event Dibikin Meriah, Kotanya Dipoles Biar Makin Keren

Sejak awal, pengelolaan curug ini dilakukan oleh Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) warga sekitar. Pemerintah memang sempat memberi bantuan, tapi roda utama pengelolaan tetap dipegang masyarakat lokal.

“Pokdarwis itu dari wilayah sini. Pemerintah ada bantu sebagian, tapi yang ngelola ya warga,” jelas Feri. Masa keemasan Curug Gondoriyo terjadi sebelum pandemi Covid-19. Saat itu, pengunjung ramai, pedagang kecil ikut kecipratan rezeki, dan UMKM lokal hidup.

Curug bukan cuma tempat wisata, tapi juga sumber penghasilan warga. Sayangnya, pandemi jadi titik balik yang bikin semuanya melambat. “Setelah Covid itu mandek. Sebelumnya masih ramai,” ujarnya.

Kehilangan Denyut

Sejak saat itu, perawatan mulai terabaikan. Jalur yang dulu sering dilewati wisatawan kini jarang tersentuh. Warung-warung kecil satu per satu tutup. Curug Gondoriyo pelan-pelan kehilangan denyutnya.

Sebagai warga lokal, Feri mengaku sedih melihat kondisi sekarang. Menurutnya, saat wisata hidup, manfaatnya dirasakan banyak orang, bukan hanya pengelola. “Kalau ramai ya senang. Bisa bantu UMKM, bantu orang banyak,” tuturnya.

Baca juga: Pemkot Semarang Kumpulkan Pelaku Wisata Bahas Arah Baru Pariwisata Kota

Soal masa depan, harapan warga sebenarnya sederhana. Bukan proyek besar atau bangunan megah, tapi kebersamaan dan kepedulian. “Mungkin ya dibantu orang-orang sekitar. Harus saling peduli,” katanya.

Curug Gondoriyo sejatinya belum habis. Alamnya masih ada, airnya masih mengalir, dan ceritanya belum selesai. Yang hilang mungkin bukan keindahannya, tapi perhatiannya. Tinggal mau atau tidak, wisata yang pernah jadi kebanggaan ini dihidupkan lagi bersama-sama. Curug-nya masih setia mengalir, tapi manusianya saja yang pergi. (dul)

You Might Also Like

Sopir Travel Ditemukan Tak Bernyawa, Kisah Perjalanan Berhenti Mendadak

Aduh! Cuma Gara-Gara Senggolan, Sopir Taksi Online Ditodong Oknum Tentara

KemenPU Pantau Ruas Jalan Rembang-Lasem

Respati Gandeng Baznas: Zakat Bisa Jadi Senjata Lawan Kemiskinan dan Pengangguran

Musorprov Jateng Mundur, Tapi Calonnya Udah Fix Satu

TAGGED:curug gondoriyoheadlinekecamatan ngaliyanpemkot semarangwisata semarang
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Gak Ada Gebrakan, UMP Jateng 2026 Masih akan Jadi Terendah Nasional?
Next Article Ilustrasi kebun sawit. Izin 128.000 Hektare Hutan Papua untuk Sawit Diam-diam Terbit, Masyarakat Adat Murka

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

EVAKUASI MAYAT - Beberapa petugas Kepolisian dan Tim Relawan mengevakuasi penemuan mayat yang di temukan di Jl. Gatot Subroto, Purwoyoso, Jum'at. (15/5/2026). (dul)

Penemuan Mayat saat Banjir Purwoyoso Bikin Geger, Tertimbun Tumpukan Sampah

Judol Masuk Kamar Anak, Negara Baru Sibuk Matikan Link

Kontainer “Siluman” di Tanjung Emas Dibongkar KPK

SPMB Belum Mulai, Ombudsman Sudah Cium “Bau” Ribetnya

Dialek Semarangan Tumbuh dari Terminal sampai Bioskop

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Daerah

Perubahan APBD Jateng 2025: Tetap Fokus Infrastruktur dan Dukung Swasembada Pangan

Juli 29, 2025
Daerah

Dedi Suromli Resmi Pimpin PKS Banjarnegara, Janji Gaspol Bersama Pemda

September 7, 2025
Ilustrasi anak berhadapan dengan hukum atau tersangka anak.
Hukum

Bullying Grobogan, Polisi Resmi Tetapkan 2 Siswa SMP Jadi Tersangka

Oktober 16, 2025
Info

Perbaikan Jalur Pantura Dikebut

Februari 28, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Curug Gondoriyo Masih Ada, Tapi Pengunjungnya Kemana?
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?