BACAAJA, TUBAN — Kata Mbah Hasyim Asy’ari, petani itu penolong negeri. Jadi, keberadaan petani penting banget bagi sebuah negara.
Itu yang coba dipraktekin sama Petani Milenial Buah Karya Masyarakat Roggolawe (BMR).
Apalagi vibes mereka lagi positif banget nieh.
Soalnya, panen perdana bawang merah mereka pecah—bener-bener melimpah!
Bacaaja: Inovatif! Petani Klaten Usir Tikus Pakai TBS, Panen Padi Aman Lagi
Bacaaja: Luthfi Luncurkan Kios JTAB untuk Tekan Inflasi: Harga Sembako Stabil, tapi Gak Ngorbanin Petani
Semua ini nggak lepas dari kolaborasi mereka bareng Ponpes Al Aziziyyah, Denanyar, Jombang yang nyuplai teknologi plus nutrisi kece buat tanamannya.
Teknologi Canggih? Check.
- Nutrisi Tanaman? Check.
- Hasil Panen? AUTO NAIK!
Geng BMR pakai sprinkler digital yang bisa dikontrol dari HP — jadi penyiraman gampang, presisi, dan nggak pake drama.
Ditambah nutrisi racikan Ponpes yang cocok banget sama tanah Tuban, bawangnya tumbuh sehat walafiat.
Dari modal sekitar 1 kuintal bibit dan duit sekitar Rp5 jutaan, hasil panennya tembus ~1 ton bawang merah. Gila sih, ini baru namanya upgrade level petani milenial!
Ponpes Al Aziziyyah: “Petani Itu Penolong Negeri”
Pengasuh Ponpes, Gus Muiz, bilang kalau panen sukses ini bukan cuma perkara cuan, tapi juga ngebuktiin kalau generasi muda bisa banget terjun ke dunia pertanian yang sekarang makin modern.
Mereka nggak kepikiran berhenti di bawang doang. Next step? Tanam jagung, padi, bahkan masuk dunia peternakan. Full paket anak muda yang bukan cuma sibuk vibes, tapi juga produktif.
Goal Akhir: Biar anak muda tetap bangga jadi petani, dan pertanian Indonesia jadi makin keren dan berkelanjutan.
Gus Muiz bahkan nge-remind lagi pesan Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari: “Petani itu penolong negeri.”
Dan sekarang, petani milenial nunjukin kalau itu bukan sekadar quote — tapi realita.

