Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
Reading: Puan Tegas Minta Kasus Kematian Alvaro Diusut Tuntas: Jangan Sampe Terulang
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
© 2025 Bacaaja.co
Hukum

Puan Tegas Minta Kasus Kematian Alvaro Diusut Tuntas: Jangan Sampe Terulang

R. Izra
Last updated: November 25, 2025 2:23 pm
By R. Izra
3 Min Read
Share
Ketua DPR RI, Puan Maharani. (Foto: Ist)
SHARE

BACAAJA, JAKARTA — Kasus kematin Alvaro Kiano Nugroho (6), bikin Ketua DPR RI Puan Maharani nangis. Ya gimana enggak, Alvaro ilang selama 8 bulan, eh kemudian ditemukan udah jadi kerangka.

Puan Maharani tegas minta aparat penegak hukum ngusut tuntas kasus ini.

Puan mengingatkan, kekerasan terhadap anak bukan cuma urusan keluarga atau sekolah, tapi juga tanggung jawab negara.

Bacaaja: Peringatan Keras Puan Puan: Jangan Ada Lagi Kasus Ibu-Bayi Mati Kayak di Papua

Bacaaja: Semeru Erupsi Lagi, Puan: Utamakan Nyawa Warga & Pendaki, Bukan Konten

“Hal-hal seperti ini bukan hanya tanggung jawab keluarga atau sekolah, tapi juga tanggung jawab negara. Karena itu, kami minta semua stakeholder menindaklanjuti ini secara serius,” ujar Puan di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (25/11/2025).

Politikus PDIP itu bilang, kasus Alvaro menambah panjang daftar kekerasan terhadap perempuan dan anak yang sekarang sudah masuk kategori situasi darurat nasional.

“Kami sangat prihatin dan berbelasungkawa. Ini sudah masuk situasi darurat yang harus ditanggapi dengan sangat serius,” lanjutnya.

Puan menyebut, pimpinan DPR bakal minta komisi terkait untuk memanggil pihak-pihak yang bertanggung jawab dan melakukan evaluasi total sistem perlindungan anak.

“Di DPR, kami akan meminta komisi terkait memanggil dan menindaklanjuti kasus ini secara serius. Harus ada langkah komprehensif dan evaluasi supaya kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” tegasnya.

Tersangka pembunuh Alvaro adalah ayah tirinya. Meski tersangka kini mati, bunuh diri saat ditahan polisi, Puan minta kasus ini tetap dituntaskan.

Kronologi singkat kasus Alvaro

Kasus Alvaro mencuat setelah polisi mengungkap dugaan penculikan dan pembunuhan yang dilakukan ayah tirinya, Alex Iskandar (AI).

  • Alvaro hilang dari Masjid Jami Al Muflihun, Bintaro, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, pada 6 Maret 2025.

  • Delapan bulan kemudian, ia ditemukan sudah dalam kondisi meninggal dunia.

  • Alex diduga membekap Alvaro sampai tewas di rumahnya di Tangerang karena korban menangis terus.

  • Jenazah Alvaro lalu disimpan di garasi selama tiga hari dalam kantong plastik hitam, sebelum dibuang ke wilayah Tenjo, Kabupaten Bogor.

  • Polisi menyebut Alex mengakui semua perbuatannya, termasuk dugaan penculikan, pembunuhan berencana, dan penyembunyian jenazah.

Motifnya diduga terkait dendam pribadi pelaku terhadap istrinya yang bekerja di luar negeri dan dicurigai punya hubungan dengan pria lain. Polisi juga menemukan pesan bernada ancaman di ponsel Alex.

Alex ditetapkan sebagai tersangka pada 20 November 2025. Namun sebelum proses hukum lanjut, ia dikabarkan tewas bunuh diri di ruang konseling Mapolres Jakarta Selatan.

Kasus ini jadi pengingat pahit bahwa sistem perlindungan anak masih punya banyak PR. Dan seperti yang dibilang Puan: negara nggak boleh abai ketika nyawa anak dipertaruhkan. (*)

You Might Also Like

Kala Napi Perempuan Lenggak-Lenggok di Runway Balik Jeruji

Suami Korban Jambret Jadi Tersangka, Kompolnas Sentil Polisi: Hukum Bukan Cuma Soal Pasal

Ketua Hanura Jateng Bambang Raya Diborgol, Tetap Nyengir dan Ngaku Nggak Salah

Lolos Fit and Proper, Calon KY Diminta Gas Kerja Profesional

Aset Rp510 Miliar Bos Sritex Disita Kejagung

TAGGED:alvarokekerasan terhadap anakKetua DPR RIpuan maharani
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Ratusan warga dan kader Golkar tumplek blek ikut Yellow Fun Walk, bareng Wakil Ketua DPRD Jateng, Muhammad Saleh, Minggu (22/11). Yellow Fun Walk: Cara Santai Wakil Ketua DPRD Jateng Ajakin Warga Hidup Sehat
Next Article Buruh Semarang Ngudoroso UMR, Wali Kota: Tenang, Tak Kawal…

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Ilustrasi tindak pidana suap dan korupsi. (narakita/grafis/tera)

IPK Indonesia Anjlok: Lebih Buruk dari Timor Leste, Kalah Saing di ASEAN

Wali Kota Solo melantik pengurus DPC Gekrafs Surakarta periode 2026–2029, sekaligus peluncuran Project Solo Tourism Directory, Selasa (10/2/2026) malam di Taman Balekambang.

Respati Dorong Gekrafs Jadi Motor Ekonomi Kreatif Solo, Bukan Organisasi Seremonial

Wakil Ketua DPRD Jateng M Saleh (kanan), meminta pemerintah dan pihak terkait memperkuat mitigasi bencana.

Dampak Bencana Beruntun di Jateng Kian Luas, Saleh Minta Mitigasi Diperkuat

Praktisi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Ester Terviana, memberi pemaparan tentang fungsi eksekutif anak.

Praktisi PAUD: Fungsi Eksekutif Anak Dibentuk dari Pengalaman Hidup

Wali Kota Solo Respati Ardi meninjau TPA Putri Cempo, Senin (11/2/2026).

Respati Turun Gunung ke Putri Cempo Solo, Bawa Alat Berat Buat Beresin Drama Sampah

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Tersangka Jogres digelandang dari kantor kejaksaan menuju tahanan, Selasa (23/9/2025). (bae)
Hukum

Tersangka Ketiga Karaoke Striptis Mansion Semarang, Jogres Ikut Atur Sediakan Jasa

September 23, 2025
Ketua DPR RI Puan Maharani bersama pimpinan DPR lainnya desak pemerintah evaluasi serius sistem transportasi laut menyusul tenggelamnya Kapal Tunu. Foto: dok/ist
Unik

Puan Desak Evaluasi Serius Sistem Transportasi Laut Usai Tenggelamnya KMP Tunu

Juli 3, 2025
Ilustrasi penangkapan tersangka.
Hukum

Dua ASN Pemprov Jateng Kena Batunya, Tersangka Kasus Serobot Tanah Bulog

Agustus 31, 2025
Ilustrasi polisi sedang melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP.) (grafis/wayu)
Hukum

Fakta Baru Kematian Diplomat Arya Daru: Misteri 4 Sidik Jari di Lakban

November 27, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Puan Tegas Minta Kasus Kematian Alvaro Diusut Tuntas: Jangan Sampe Terulang
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?