BACAAJA, JAKARTA — Buat yang udah masuk daftar berangkat haji 1447 H/2026 M, siap-siap: tes kesehatan bukan cuma formalitas.
Menteri Haji dan Umrah RI, Mochammad Irfan Yusuf, ngingetin kalau istithaah kesehatan jadi syarat wajib pelunasan biaya haji. Bukan cuma di Indonesia, tapi juga bakal ada cek kesehatan acak di bandara Saudi.
“Nanti di bandara kedatangan di Saudi akan ada pemeriksaan kesehatan secara acak. Jemaah yang dinilai tidak layak istithaah kesehatan berpotensi dipulangkan saat itu juga,” ujar Gus Irfan, Selasa (25/11/2025).
Bacaaja: Arab Perketat Aturan Haji: Gak Sehat, Gak Boleh Berangkat
Wajib cek kesehatan sebelum pelunasan
Sebelum bisa melunasi biaya haji, calon jemaah wajib periksa kesehatan di puskesmas domisili.
Kalau nggak lolos standar istithaah, jemaah nggak bisa lanjut pelunasan.
Semua ini, kata Kemenhaj, tujuannya satu:
biar jemaah bisa ibadah dengan aman, kuat, dan minim risiko di Tanah Suci.
Gus Irfan juga nitip pesan:
jaga pola makan,
cek kesehatan rutin,
ikuti semua imbauan soal kesehatan dari pemerintah Indonesia dan otoritas Saudi.
Gus Irfan juga ngingetin soal info liar dan pungutan abal-abal soal pelunasan.
Info resmi cuma lewat kanal resmi Kemenhaj, termasuk website www.haji.go.id
Nggak ada biaya tambahan di luar yang sudah diatur.
“Kalau ada pihak yang minta biaya tambahan, segera laporkan ke kantor Kemenhaj kabupaten/kota atau langsung ke kami,” tegasnya.
Intinya, kalau mau berangkat haji 2026: pastikan badan siap, berkas beres, info dicek dari sumber resmi.
Jangan sampai gagal berangkat cuma gara-gara lalai soal kesehatan atau kejebak pungutan liar. (*)


