Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Ketika Hujan Turun Lagi, Kroya-Bantarsari Mulai Siaga Banjir
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Daerah

Ketika Hujan Turun Lagi, Kroya-Bantarsari Mulai Siaga Banjir

Dari info BPBD Cilacap, banjir di Kroya sebenarnya sempat surut dua hari. Tapi curah hujan yang deres banget sampai jam tiga pagi bikin air meluap lagi dan masuk ke permukiman. Kondisinya kayak pengulangan episode lama yang belum kelar.

Nugroho P.
Last updated: November 24, 2025 9:06 pm
By Nugroho P.
5 Min Read
Share
Ilustrasi Banjir
SHARE

BACAAJA, CILACAP – Hujan deras yang turun semalaman bikin dua wilayah Cilacap kembali dikepung banjir. Kroya dan Bantarsari jadi titik yang paling kerasa dampaknya. Pagi itu, warga bangun dengan halaman rumah yang sudah berubah jadi kolam dadakan.

Dari info BPBD Cilacap, banjir di Kroya sebenarnya sempat surut dua hari. Tapi curah hujan yang deres banget sampai jam tiga pagi bikin air meluap lagi dan masuk ke permukiman. Kondisinya kayak pengulangan episode lama yang belum kelar.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Cilacap, Budi Setyawan, cerita kalau genangan kali ini merata di beberapa dusun. Di Desa Mujur, air mulai dari 10 sampai 60 sentimeter di halaman. Bahkan beberapa rumah sampai kemasukan air setinggi 50 sentimeter.

Dusun Bander, Pecangakan Mujur Lor, sampai Karag Gentasari semuanya terdampak. Total puluhan keluarga harus berjibaku dengan kondisi rumah yang lembap dan akses jalan yang susah dilewati. Mayoritas warga cuma bisa bertahan sambil nunggu air turun.

Di Desa Mujur, sekitar 160 jiwa kena dampak langsung. Di Gentasari juga hampir sama, ada 129 jiwa yang terpaksa menghadapi situasi serupa. Penyebab utamanya sama: sungai di sekitar desa nggak kuat nampung debit air yang datang terus-terusan.

Sementara itu di Bantarsari, banjirnya malah lebih dramatis. Wilayah Cikedondong kena duluan, air bahkan sempat masuk ke rumah-rumah warga dengan ketinggian 10 sampai 30 sentimeter. Untungnya berangsur turun, walau tetap bikin warga capek.

Tapi bagian yang paling bikin berat ada di Dusun Cikerang, Desa Bantarsari. Sungai Cimeneng sudah nggak sanggup lagi nahan debit kiriman air dari hulu. Akhirnya luapan mencapai lebih dari satu meter dan bikin ratusan orang harus ngungsi.

Tercatat 106 KK atau 323 jiwa terpaksa meninggalkan rumah mereka. Sebagian mengungsi di tempat saudara, sebagian lagi di pos-pos yang disiapkan desa. Mereka bawa barang seadanya, yang penting bisa selamat dulu.

Budi bilang kondisi makin rawan karena ada sekitar 12 titik tanggul yang masuk kategori kritis. Kalau nggak segera diperkuat, banjir susulan bisa lebih parah lagi. Ini yang bikin tim lapangan harus kerja ekstra cepat.

BBWS Citanduy langsung gerak. Mereka turunkan ekskavator, mesin penyedot air, ribuan karung plastik sampai ratusan geobag. Semua untuk memperkuat tanggul yang melemah dan mencegah air makin liar masuk ke permukiman.

Dari BPBD Cilacap sendiri, rekomendasinya jelas: perahu karet harus segera dikirim, dan dapur umum perlu dibuka. Warga yang ngungsi butuh makanan, butuh tempat nyaman, dan pastinya butuh keamanan.

Meski langit mendadak cerah di pagi itu, peringatan cuaca ekstrem masih berlaku. Cuaca bisa berubah kapan aja. Makanya relawan, Forkopimcam, dan aparat desa terus muter keliling pantau kondisi.

Warga pun tetap diminta waspada. Kadang banjir memang surut cepat, tapi kalau hujan turun lagi sedikit saja, air dari sungai bisa langsung naik. Lebih baik siap daripada repot mendadak.

Pemerintah daerah masih berharap kondisi cepat stabil supaya warga bisa balik ke rumah. Banyak aktivitas yang keblokir, mulai dari sekolah sampai usaha kecil yang harus berhenti sementara.

Di lapangan, suasana pos pengungsian lumayan ramai. Anak-anak terlihat main seadanya, sementara para orang tua sibuk atur barang-barang yang mereka bawa. Walau kondisi penuh ketidakpastian, mereka berusaha tetap tenang.

Beberapa warga juga mulai khawatir soal kesehatan. Genangan yang bertahan lama bisa memicu penyakit, apalagi kalau sanitasi nggak mendukung. Jadi tim medis juga standby untuk antisipasi.

Sungai Cimeneng dan sungai-sungai kecil di sekitar bantaran terus dipantau. Arusnya kuat dan terus terisi air kiriman dari wilayah atas. Kalau tanggul makin kritis, evakuasi bisa diperluas.

Di Kroya, warga mulai bersih-bersih halaman sambil berharap air nggak naik lagi. Banyak yang berkali-kali mengalami situasi banjir seperti ini, tapi tetap saja setiap kejadian terasa melelahkan.

Kondisi permukiman yang dekat sungai memang bikin Kroya dan Bantarsari mudah kena imbas. Meski begitu, warga sudah cukup terbiasa dengan sistem gotong royong cepat setiap ada air masuk.

Pemerintah desa juga terus update situasi lewat grup WhatsApp warga. Informasi soal titik aman, jalur evakuasi, dan perkembangan air disebar supaya semua orang bisa gerak lebih cepat kalau situasinya berubah.

Dapur umum mulai direncanakan untuk buka 24 jam kalau diperlukan. Warga yang kehilangan akses memasak butuh makanan instan, sementara bayi dan lansia butuh penanganan berbeda.

BPBD menekankan bahwa penanganan awal ini penting banget. Bukan cuma soal evakuasi, tapi juga menjaga kesehatan dan mencegah penyebaran penyakit pascabanjir yang sering muncul. (*)

You Might Also Like

Korban Jambret Halmahera Dijenguk Wali Kota

ASN Semarang “Nggak Libur Total”, Wali Kota: Ini yang Bikin Kota Tetap Adem Saat Lebaran

DPRD Semarang Nggak Mau Kudet, Siap Gas ke Parlemen Digital!

Update Banjarnegara, Tiga Korban Ditemukan Lagi

Naikkan IPM 2025, Jateng Andalkan Dokter Keliling dan Sekolah Rakyat

TAGGED:banjir cilacapBPBD Cilacapcilacap
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Lelaki Misterius Jeruklegi Terseret Pasundan, Warga Gempar
Next Article Presiden Indonesia Prabowo Subianto. Langkah Berani Presiden untuk Buka Jalan Tenaga Medis

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Lima Kuliner Legendaris Pilihan Pramono Anung

MABA UNNES--BEM Unnes mengunggah postingan duka cita atas meninggalnya maba saat berangkat ospek. (ist)

Unnes Dihujani Kritik: Gelar Ospek Dini Hari sebelum Subuh, Picu Korban Jiwa

Ilustrasi gempa bumi.

Berpotensi Tsunami, NTT Diguncang Gempa Magnitudo 7,7

Ajari Anak Ngatur Uang dari Hal Kecil

Curhat ke AI Bisa Jadi Bumerang Remaja

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Daerah

Delapan Pompa Ngebut Sedot Banjir Semarang

Oktober 24, 2025
Daerah

Pemkot Semarang Masih Butuh 63 Dapur SPPG buat Program MBG

September 9, 2025
Daerah

ASN, Ingat Ya! Liburan Nggak Boleh Pakai Mobil Dinas

Desember 30, 2025
Daerah

Satu Tahun Agustina-Iswar: Klaim Mulai Bisa Jinakkan Banjir

Februari 21, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Ketika Hujan Turun Lagi, Kroya-Bantarsari Mulai Siaga Banjir
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?