BACAAJA, CILACAP – Peristiwa bikin merinding terjadi di jalur kereta wilayah Jeruklegi, Cilacap, Senin siang. Seorang pria tanpa identitas ditemukan meninggal setelah tertemper Kereta Api Pasundan yang melaju dari Surabaya menuju Bandung. Suasana sekitar lokasi langsung mendadak heboh.
Kasi Humas Polresta Cilacap, Ipda Galih Soecahyo, ngejelasin kalau kejadian itu berlangsung sekitar pukul 12.50 WIB di titik JPL 454 Km 376+6/7, tepatnya dekat emplasemen Stasiun Jeruklegi. Lokasi ini memang dikenal cukup ramai aktivitas petugas dan warga sekitar.
Korban disebut berjenis kelamin laki-laki, tinggi sekitar 160 cm, pakai kaos dan celana pendek jeans biru. Sayangnya, nggak ada satu pun identitas yang nempel di badannya, jadi polisi belum bisa memastikan siapa dia sebenarnya.
Dari cerita dua saksi di lokasi, Ngajino dan Faisal Anggun, semuanya berlangsung cepat banget. Mereka lagi kontrol jalur, terus lihat pria itu tiba-tiba lari nyelonong ke rel pas KA Pasundan lewat. Dalam hitungan detik, tragedi pun terjadi.
Tubuh korban terseret sekitar 100 meter sebelum akhirnya kereta berhenti di Stasiun Jeruklegi buat lapor kejadian ke petugas. Kondisinya sudah nggak bisa diselamatkan dan jasadnya terbelah dua. Situasi bikin banyak orang yang ada di sekitar lokasi nggak sanggup lihat.
Polisi menduga pria itu adalah ODGJ karena gerak-geriknya memang nggak wajar dan datang tanpa arah. Tapi dugaan ini masih terbuka, dan masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga dengan ciri mirip dipersilakan menghubungi Polresta Cilacap.
Tim Inafis Polresta Cilacap bareng tenaga medis dari Puskesmas Jeruklegi I langsung turun buat evakuasi. Prosesnya juga dibantu pemerintah desa yang sigap memastikan jenazah bisa dimakamkan secepatnya dan dengan layak.
Setelah koordinasi, jenazah akhirnya dibawa untuk dimakamkan di TPU Cikesur. Semua proses berjalan cepat supaya tidak menimbulkan keresahan warga. Meski tanpa identitas, penanganannya tetap dilakukan dengan penuh hormat.
Kapolresta Cilacap mengingatkan warga supaya ekstra hati-hati kalau berada dekat jalur kereta. Banyak kejadian serupa yang sebenarnya bisa dicegah kalau masyarakat paham zona bahaya di area rel.
Selain itu, polisi juga minta warga segera lapor kalau melihat orang yang terlihat linglung, berbahaya, atau berkeliaran di jalur kereta. Langkah cepat ini bisa menyelamatkan nyawa orang lain sekaligus mencegah gangguan perjalanan kereta.
Tragedi ini kembali jadi pengingat betapa pentingnya edukasi keselamatan terkait rel kereta api. Nggak semua orang sadar kalau kereta nggak bisa ngerem mendadak, apalagi kalau kecepatan tinggi.
Di Jeruklegi sendiri, aktivitas kereta cukup padat karena jalurnya strategis. Warga sekitar udah sering diimbau buat nggak sembarangan nyebrang atau jalan di dekat rel, tapi masih banyak yang kurang paham risiko besarnya.
Petugas kereta pun tetap waspada, tapi ada batas kemampuan buat mencegah insiden kalau ada orang yang tiba-tiba masuk ke jalur. Itulah kenapa kerja sama warga jadi kunci utama.
Meski kejadian ini bikin sedih, tapi respons tim di lapangan terbilang cepat dan tertata. Semua pihak bergerak sesuai prosedur biar penanganan korban bisa selesai tanpa hambatan.
Sampai malam, polisi masih nyimpan pakaian dan barang-barang korban buat memudahkan identifikasi. Mereka berharap ada pihak keluarga yang datang buat memastikan identitasnya.
Beberapa warga yang lewat sempat berhenti sebentar, sebagian saling bisik-bisik, sebagian lagi enggan lihat terlalu dekat. Suasana memang cukup menggetarkan.
Setelah proses evakuasi, jalur kereta kembali normal. KA Pasundan pun melanjutkan perjalanan setelah laporan resmi selesai dibuat oleh masinis dan petugas stasiun.
Sementara itu, pemerintah desa Jeruklegi Wetan terus koordinasi supaya pemakaman berjalan baik. Mereka juga siap bantu kalau nanti ada keluarga yang datang bertanya soal korban.
Kejadian ini menambah catatan kecelakaan di jalur kereta wilayah Cilacap, yang sebelumnya juga sempat beberapa kali mengalami kasus serupa. Mayoritas akibat kurangnya kesadaran masyarakat soal bahaya rel.
Polisi berharap ada peningkatan keamanan dan pengawasan terutama di titik rawan. Ini penting banget untuk mencegah tragedi-tragedi yang sebenarnya bisa dihindari.
Buat masyarakat, kejadian ini jadi pelajaran pahit bahwa rel kereta bukan tempat bermain, bukan tempat menyebrang sembarangan, dan bukan tempat buat berjalan sendirian.
Pada akhirnya, keselamatan diri tetap jadi tanggung jawab masing-masing. Jangan ambil risiko di area yang jelas-jelas berbahaya.
Peristiwa ini selesai ditangani, tapi pertanyaannya soal siapa pria itu masih menggantung. Polisi tetap menunggu kabar dari warga yang mungkin mengenali ciri-cirinya.
Meski identitasnya belum diketahui, pemakamannya tetap dilakukan secara hormat. Semua berharap jika ada keluarganya, mereka bisa segera mendapat kepastian. (*)

