Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Candaan yang Kebablasan, Saat Tawa Pandji Bikin Luka Toraja
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Hukum

Candaan yang Kebablasan, Saat Tawa Pandji Bikin Luka Toraja

Video stand up-nya yang berjudul “Uang VS Pendidikan” ramai di YouTube, tapi yang viral justru potongan tentang ritual pemakaman adat Toraja—rambu solo—yang jadi bahan olok-olokan.

Nugroho P.
Last updated: November 4, 2025 7:10 pm
By Nugroho P.
4 Min Read
Share
Komika Pandji Pragiwaksono
SHARE

BACAAJA, JAKARTA – Kasus komika Pandji Pragiwaksono lagi jadi sorotan besar. Bukan karena lawakannya yang segar, tapi karena candaannya dianggap kelewat batas dan menyinggung adat Toraja.

Video stand up-nya yang berjudul “Uang VS Pendidikan” ramai di YouTube, tapi yang viral justru potongan tentang ritual pemakaman adat Toraja—rambu solo—yang jadi bahan olok-olokan.

Buat sebagian orang mungkin itu cuma lelucon, tapi bagi masyarakat Toraja, candaan itu nyentuh hal yang paling sakral. Tradisi yang diwariskan ratusan tahun, dijadikan bahan tawa.

Nggak butuh waktu lama, Aliansi Pemuda Toraja langsung bergerak. Mereka melapor ke Bareskrim Polri pada Senin (3/11/2025).

“Kami membuat laporan untuk kepentingan masyarakat Toraja,” kata Ricdwan Abbas Bandaso, salah satu perwakilan aliansi, Selasa (4/11/2025).

Laporan itu disertai barang bukti lengkap: link video YouTube, tangkapan layar, dan dokumentasi lainnya. Semua dikumpulkan buat memperkuat dugaan penghinaan terhadap adat Toraja.

Menurut Ricdwan, Pandji yang dikenal publik sebagai figur intelektual justru tampil dengan narasi yang menyesatkan. Ia menilai itu bukan sekadar bercanda, tapi sudah melecehkan nilai budaya.

“Pernyataannya menyesatkan dan menyakiti harga diri serta kehormatan adat Toraja,” ujar Ricdwan tegas.

Apalagi, ritual rambu solo bukan sekadar pemakaman. Di sana ada filosofi tentang penghormatan, hubungan dengan leluhur, dan keseimbangan hidup. Bagi orang Toraja, itu hal yang suci.

Yang bikin panas, sejak video itu viral, belum ada klarifikasi atau permintaan maaf langsung ke masyarakat Toraja. Itu sebabnya laporan resmi akhirnya dilayangkan.

“Belum ada permintaan maaf ke masyarakat Toraja, jadi kami mengambil langkah hukum,” tambah Ricdwan.

Dalam laporan itu, Pandji dijerat pasal tentang penghormatan terhadap identitas budaya dan hak masyarakat tradisional.

Aliansi Pemuda Toraja menegaskan, ini bukan soal baper, tapi soal menjaga marwah kebudayaan yang nggak bisa dijadikan bahan olok-olok.

Tapi di sisi lain, Pandji nggak tinggal diam. Lewat akun media sosialnya, ia akhirnya buka suara.

Ia menyampaikan permintaan maaf terbuka kepada masyarakat Toraja, Selasa (4/11/2025). Dalam pernyataannya, ia mengaku kurang paham soal adat Toraja.

“Gue minta maaf, gue salah. Gue nggak ngerti konteks sedalam itu,” tulisnya.

Pandji juga bilang siap menghadapi sanksi apa pun dari pihak berwenang maupun masyarakat Toraja. “Kalau memang harus tanggung jawab, gue siap,” ujarnya lagi.

Respons warganet pun terbelah. Ada yang menganggap Pandji sudah gentle karena minta maaf, tapi ada juga yang bilang permintaan maaf nggak cukup tanpa tindakan nyata.

Beberapa tokoh adat Toraja meminta agar Pandji datang langsung untuk memahami makna rambu solo dari sumbernya. “Biar tahu, ini bukan sekadar upacara, tapi jati diri,” kata salah satu tetua adat.

Kasus ini jadi pengingat bahwa tawa kadang bisa punya dua sisi: menghibur atau melukai. Dan buat masyarakat adat, batas itu sangat jelas.

Pandji mungkin terbiasa ngelucu soal banyak hal, tapi kali ini ia menabrak sesuatu yang lebih dalam dari sekadar isu sosial—yaitu akar budaya.

Dunia komedi memang bebas, tapi kebebasan itu tetap punya pagar: rasa hormat.

Buat Pandji, mungkin ini bukan akhir karier, tapi awal pelajaran baru soal empati di atas panggung.

Karena kadang, satu tawa bisa jadi awal luka bagi orang lain. (*)

You Might Also Like

Tersangka Ketiga Karaoke Striptis Mansion Semarang, Jogres Ikut Atur Sediakan Jasa

Polisi Tangkap Bjorka, tapi Gak Yakin Sosok Itu ‘Bjorka’ yang Pernah Hebohkan Indonesia

NU Jateng Sebut Ashari Bukan Kiai, Izin Pesatren Dipertanyakan: Dia Itu Dukun!

Anjing Yogi Viral Mukanya Mirip Manusia Banget Loh

Begini Kasus Penganiayaan oleh Anggota Polairud Sikka, kini Masuk Proses Etik

TAGGED:komikaPandji PragiwaksonoTorajaviral
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Langkah Dua Raja, Duka Satu Keraton yang Menyatu
Next Article Ilustrasi korban tenggelam/hanyut di sungai. 6 Mahasiswa KKN UIN Walisongo Hanyut di Kendal, 4 Ditemukan Meninggal

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

BANTAL KUCING - Dina memegang bantal bergambar kucing buatan tangannya sendiri, Minggu (27/9/2026). Sebagian keuntungan dari jualan bantal kucing itu digunakan untuk memberi makan kucing jalanan. (dul)

Kisah Dina Rawat Kucing-kucing Terlantar, Andalkan Cuan dari Jualan Bantal Bergambar Meong

Gubes UGM: Kuliah Gratis Jangan Cuma PTN

Blue Fire Papandayan Bukan Sekadar Api Biru, Ini Penjelasan Badan Geologi

Bung Sis Pimpin PA GMNI Demak, Siapkan Konsolidasi Alumni hingga Aksi Nyata

Sekda Banyumas Tegaskan Tak Ajukan Pengunduran Diri, Begini Penjelasannya

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Hukum

Hakim Tolak Keberatan Prabowo Soal Korupsi Lahan Bulog

November 10, 2025
Hukum

Terkuak, Senjata Laras Panjang Ditemukan Usai Ledakan di SMA 72

November 7, 2025
Hukum

Kemendagri Belum Terima Laporan Ormas Terlibat Kekerasan

September 1, 2026
Hukum

Nurkholes Plt Bupati Pemalang

Agustus 1, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Candaan yang Kebablasan, Saat Tawa Pandji Bikin Luka Toraja
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?