Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: SD Muhammadiyah 1 Ketelan Pilih Jalannya Sendiri, Tolak MBG demi Dapur Sehat
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

SD Muhammadiyah 1 Ketelan Pilih Jalannya Sendiri, Tolak MBG demi Dapur Sehat

Dinas Pendidikan Kota Solo akhirnya menunda pelaksanaan MBG di SD Muhammadiyah 1 Ketelan sambil menunggu evaluasi lanjutan. Meski begitu, kasus ini menjadi pintu masuk diskusi lebih besar tentang fleksibilitas program nasional di lapangan.

Nugroho P.
Last updated: September 28, 2025 12:38 pm
By Nugroho P.
3 Min Read
Share
Ilustrasi proses penyajian Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ilustrasi proses penyajian Makan Bergizi Gratis (MBG).
SHARE

BACAAJA, SOLO – Solo lagi-lagi jadi sorotan usai SD Muhammadiyah 1 Ketelan resmi menolak program Makan Bergizi Gratis (MBG). Keputusan ini bukan tanpa alasan, sekolah yang sudah punya dapur sehat sejak lama merasa lebih percaya diri mengelola gizi siswanya secara mandiri.

Respon cepat datang dari Wali Kota Solo, Respati Ardi. Ia menilai langkah SD Muhammadiyah 1 Ketelan justru patut diapresiasi. “Dapur sehat mereka akan kita jadikan percontohan, bukan diganti. Justru itu terbukti berhasil,” ujarnya di Loji Gandrung, Sabtu (27/9/2025).

Menurut Respati, Pemkot Solo sejak awal sudah mengembangkan konsep dapur sehat untuk menekan angka stunting. Program itu melibatkan ibu-ibu PKK di kampung-kampung, dan kini makin relevan dengan kasus keracunan MBG di berbagai daerah.

Ketua Komisi IV DPRD Solo, Sugeng Riyanto, juga ikut bersuara. Ia menegaskan MBG bukan kewajiban mutlak, sehingga sekolah yang sudah mapan secara finansial berhak menolak. “Kalau ditolak, bisa dialihkan ke sekolah lain yang lebih butuh. Tidak ada masalah,” tegasnya.

Sugeng menambahkan, penolakan baru bermasalah kalau dilakukan sekolah dengan mayoritas siswa dari keluarga menengah ke bawah. “Itu tidak bijak, karena justru merugikan anak-anak yang sebenarnya perlu bantuan,” katanya.

Di tengah kekhawatiran soal maraknya keracunan, Sugeng menilai masalah ini harus dijadikan bahan evaluasi. Ia meminta dapur penyedia MBG lebih disiplin menjalankan standar operasional agar keamanan pangan terjamin. “Kalau SOP ketat dijalankan, risiko keracunan bisa ditekan,” ujarnya.

Humas SD Muhammadiyah 1 Ketelan, Dwi Jatmiko, mengungkap alasan detail penolakan MBG. Sejak 2015, sekolahnya sudah punya dapur sehat ramah anak yang berjalan mulus selama satu dekade. “Semua terkontrol, aman, dan terjangkau. Orang tua merasa tenang. Kalau nanti ikut MBG dan ada keracunan, siapa yang tanggung jawab?” ujarnya.

Para wali murid pun kompak mendukung keputusan sekolah. Mereka menilai dapur sehat lebih transparan dan sesuai kebutuhan siswa. Bahkan, banyak yang menyarankan agar MBG dialihkan ke sekolah lain yang lebih membutuhkan.

Dinas Pendidikan Kota Solo akhirnya menunda pelaksanaan MBG di SD Muhammadiyah 1 Ketelan sambil menunggu evaluasi lanjutan. Meski begitu, kasus ini menjadi pintu masuk diskusi lebih besar tentang fleksibilitas program nasional di lapangan.

Kini, dapur sehat SD Muhammadiyah 1 Ketelan tak hanya jadi kebanggaan sekolah, tapi juga simbol bahwa setiap institusi pendidikan punya hak memilih jalannya sendiri dalam menjaga kesehatan siswanya. (*)

You Might Also Like

Polemik Iuran Kelulusan SMPN di Solo: Hari Ini Semua Harus Dikembalikan!

KPK Tanggapi Kabar OTT Bupati Pati Sudewo, Jubir: Kami akan Sampaikan

Investasi Rp15 Triliun Mendarat di Kendal

Dapur Marhaen: dari Makan hingga Urusan Kesehatan, Bikin PDIP Makin Dekat ke Rakyat

Ada 37 Gempa Susulan Guncang NTT, BNPB: Dua Korban Jiwa di Sikka

TAGGED:MBGMBG ditolakSD Muhammadiyah 1 KetelanSolo
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Setelah Nepal, Madagaskar Membara: Demo Krisis Listrik Berujung Tragedi
Next Article Ngomongin Khitbah, Lamaran ala Islam yang Bukan Sekadar Formalitas

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Klaim Fiktif Rp 22 Miliar, BPJS Buka-bukaan soal RS Padma Lalita

Ilustrasi tawuran.

Bawa Celurit Saat Konvoi, 24 Pelajar Purworejo Diciduk

Tukang Cukur Pekalongan Waswas, Pajak Baru Bisa Picu Protes

Ilustrasi judi online (judol). (grafis/tera).

Diduga Terjerat Judol, Pincapem Bank di Sleman Gasak Rp 6,7 Miliar

JENDERAL PENYADAP - Kolase foto tiga jenderal polisi tersangka penyadapan ilegal. Dari kiri ke kanan Irjen Pol Irjen Ahrie Sonta Nasution, Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, dan Irjen Pol Eko Hadi Santoso.

Dugaan Makar di Balik Sadap Prabowo, Polri Bentuk Tim Khusus

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Pendidikan

Titip Anak Masuk Sekolah? RAW: Maaf, Kursinya Nggak Bisa Ditambah Kayak Bangku Hajatan

Juni 13, 2026
Gus Yazid (berpeci) menjalani sidang dakwaan kasus TPPU di Pengadilan Tipikor Semarang, Rabu (6/5/2026). (bae)
Hukum

Terbongkar! Begini Cara Gus Yazid Samarkan Duit Hasil Korupsi Jatah Eks-Pangdam Widi

Mei 7, 2026
Ketua DPR RI Puan Maharani.
Politik

Puan: Pembentukan Ditjen Pesantren Kado Manis HSN 2025

Oktober 24, 2025
Olahraga

Turunkan 40 Atlet, Kudus Bidik Juara Umum Kapolresta Cup Xiangqi Patiraya

Juli 24, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: SD Muhammadiyah 1 Ketelan Pilih Jalannya Sendiri, Tolak MBG demi Dapur Sehat
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?