Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Kala Perempuan Bersuara: Dihadiahi Tangkap Paksa dan Status Tersangka
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Kala Perempuan Bersuara: Dihadiahi Tangkap Paksa dan Status Tersangka

Perempuan harus terus dibungkam? Ketika mereka bersuara, hadiah gede menanti: ditangkap dan dipenjara. Itu di Indonesia.

R. Izra
Last updated: September 23, 2025 11:48 am
By R. Izra
2 Min Read
Share
Ilustrasi. Seorang perempuan ikut demo di Jalan Pahlawan Semarang, Jumat (29/8/2025). (bae)
Ilustrasi. Seorang perempuan ikut demo di Jalan Pahlawan Semarang, Jumat (29/8/2025). (bae)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Di Jakarta, tiga perempuan masih ditahan pasca aksi demonstrasi akhir Agustus hingga pertengahan September. Mereka ditangkap dengan cara yang diduga non-prosedural.

Parahnya, ada dugaan mereka dipaksa menandatangani surat pengakuan tersangka.

Kasus ini bikin publik resah. Bukan cuma soal kebebasan berekspresi yang dijamin undang-undang. Tapi juga soal bagaimana aparat memperlakukan perempuan yang mestinya dilindungi.

Jaringan Women, Peace, and Security (WPS) Indonesia langsung bereaksi. Mereka menilai tindakan itu bentuk represi terhadap suara kritis warga.

“Banyak di antara mereka adalah ibu maupun aktivis yang menggunakan hak konstitusionalnya untuk menyampaikan pendapat,” tegas Ruby Kholifah, perwakilan WPS Indonesia, Minggu (21/9/2025).

Ruby menambahkan, pola represi tak hanya hadir di jalan. Pola represi terjadi secara offline dan online. Itu bentuk represi terpadu yang harus segera dihentikan.

WPS sendiri adalah jaringan organisasi masyarakat sipil yang peduli pada isu perempuan, perdamaian, dan demokrasi. Mereka tersebar di banyak daerah, termasuk Jawa Tengah. Salah satu anggotanya adalah LRC-KJHAM.

LRC-KJHAM sempat mendampingi tiga perempuan yang ditangkap di Semarang dalam rangkaian demo serupa, tepatnya pada 30 Agustus. Direktur LRC-KJHAM, Witi Muntari, menyebut mereka sebenarnya bukan peserta aksi.

“Kalau dari informasi yang kita dapatkan mereka bukan peserta aksi. Tapi saat itu memang pengen lihat aksi dan sedang beli es. Kemudian ada penangkapan itu,” jelas Witi, Senin (22/9/2025).

Tiga perempuan itu sempat ditahan di Unit PPA. LRC-KJHAM yang tergabung sebagai tim hukum massa aksi mengaku kesulitan memberi bantuan hukum.

“Ada 3 perempuan yang ditangkap tapi kami tidak bisa mendampingi pada saat pemeriksaan,” ujarnya,

Tiga perempuan yang ditangkap kondisinya aman, tak ada kekerasan. Malam itu juga, kata Witi, mereka akhirnya dibebaskan. Tapi kejadian itu jadi catatan serius. (bae)

You Might Also Like

Operasi India Panas, 14 Maois Tumbang di Hutan Tengah

Pemenang Babak Play-Off Penentu Ditunggu Tim Bertabur Bintang di Perempat Final Soekarno Cup 2025

Agustina Ingin Negara Hadir Saat Warga Kehilangan

Dapur MBG Dijual Diam-Diam, Nama Pejabat Ikut Dipakai Meyakinkan Korban

Respati Dorong Gekrafs Jadi Motor Ekonomi Kreatif Solo, Bukan Organisasi Seremonial

TAGGED:indonesiaperempuan bersuaratangkap paksatersangka
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Merlion, ikon negara Singapura. Singapura Negara Terkaya Nomor 1 Dunia, Indonesia? Sama Malaysia Aja Kalah Jauh
Next Article Jangan Sembarangan Kasih Uang di Jalan Cilacap, Bisa Kena Denda Rp5 Juta

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Ekonomi Syariah Jangan Berhenti di Buku Pelajaran, Harus Jadi Kebiasaan di Sekolah

Rahasia Burung Migran Tetap Melaju, Tidur Pun Bisa Dilakukan di Langit

Babak Panjang Razman Berakhir, Kini Jalani Vonis di Cipinang

Liburan Makin Asyik, Tiket Murah Semua Moda Sudah Disiapkan Pemerintah

Empat Sinyal Tipis Kolesterol Naik yang Sering Dianggap Sepele Banget

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudin dan para anggota Komisi X DPR RI berfoto bersama para pelajar saat berkunjung ke Wamena Pegunungan Papua. UU Sisdiknas dinilai sudah tidak relevan dengan kondisi lokal wilayah Papua. Foto: dok.
Pendidikan

RUU Sisdiknas dan “PR Besar” Papua Pegunungan: Ketika Pendidikan Tak Cukup Sekadar Regulasi

Oktober 8, 2025
Kebersamaan Mohammad Saleh dengan warga korban banjir bandang di kawasan lereng Gunung Slamet, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang (27/01/2026). (ist)
Info

Dampak Banjir di Jateng, M Saleh: Pemulihan Pendidikan Nggak Boleh Nunggu Lama

Februari 8, 2026
Keseruan Meet & Greet Densus di SMAN 6 Semarang, Selasa (10/2/2026). Acara seperti ini menjadi langkah penting untuk sosialisasi pencegahan intoleransi dan radikalisme anak-anak di Jawa Tengah.
Info

Densus Masuk Sekolah Mau Cari Apa? Ternyata Bahas Ini, Bikin Heboh SMAN 6 Semarang

Februari 10, 2026
Info

Kemenkum Jateng: Penyusunan Perda Jangan Asal Ketok Palu

Januari 29, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Kala Perempuan Bersuara: Dihadiahi Tangkap Paksa dan Status Tersangka
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?