Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Runyam! Siswa Korban Keracunan MBG di Pamekasan Diminta Bikin Video Muntah karena Kekenyangan
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Runyam! Siswa Korban Keracunan MBG di Pamekasan Diminta Bikin Video Muntah karena Kekenyangan

Runyam gak sih, anak-anak diduga korban keracunan MBG di Pamekasan, malah dipaksa oknum tertentu untuk bikin video muntah karena kekenyangan.

R. Izra
Last updated: September 19, 2025 10:11 am
By R. Izra
3 Min Read
Share
Ilustrasi dari AI sejumlah anak jadi korban keracunan makanan.
Ilustrasi dari AI sejumlah anak jadi korban keracunan makanan.
SHARE

BACAAJA, PAMEKASAN – Kasus siswa muntah seusai makan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN Pasanggar 1, Kecamatan Pegantenan, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, makin bikin heboh.

Sejumlah siswa di sekolah tersebut muntah setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG), diduga karena keracunan.

Namun, yang bikin ngelus dada, siswa yang muntah karena diduga keracunan malah diminta bikin video yang mengingkari fakta.

Ada dugaan siswa dipaksa ngaku di video kalau mereka muntah cuma karena terlalu banyak makan alias kekenayangan. Serem gak sih?

Tapi coba kamu pikir deh. Masuk akal gak siswa menyantap menu MBG sampe kekenyangan. Padahal porsinya saja segitu.

Kapolsek Pegantenan, Iptu Heri Siswanto, bilang keterangan awal yang bilang anak-anak itu muntah karena kekenyangan ternyata zonk alias nggak valid.

Lebih gila lagi, polisi nemuin info kalau ada yang nyuruh siswa bikin video ngaku muntah karena kenyang.

“Pas kami datang ke sekolah, infonya sudah beda. Kayaknya ada yang duluan datang dan ‘ngarahkan’ anak-anak,” kata Iptu Heri, Kamis (18/9/2025).

Setelah ditelusuri, sambung Heri lebih lanjut, ternyata ada 8 siswa yang muntah-muntah usai makan MBG sekitar jam 9 pagi.

Awalnya sih dibilang mereka ‘kekenyangan’, tapi pas polisi cek langsung ke rumah siswa dan ngobrol sama orang tua, ceritanya beda.

“Anaknya muntah bukan karena kebanyakan makan, tapi diduga gara-gara makanannya. Mereka bilang habis makan MBG, langsung mual dan muntah,” lanjut Heri.

Dari pihak sekolah juga katanya sempat ganti-ganti info soal jumlah siswa yang muntah.

Hal itu bikin polisi makin curiga, akhirnya penyelidikan diperluas, termasuk ke dapur MBG alias SPPG dan ahli gizi.

Sayangnya, pas mau cek makanan sisa buat bukti, ternyata udah nggak ada. Padahal biasanya makanan sisa itu disimpan minimal 2 hari buat jaga-jaga.

“Mestinya masih ada buat sampel, tapi ini malah udah dibuang. Aneh banget,” kata Heri.

Kepala Sekolah SDN Pasanggar 1, Gazali, tetep ngotot kalau siswa muntah karena kekenyangan.

Dia bilang mungkin anak-anak itu udah sarapan di rumah, terus jajan, lalu makan MBG juga. Jadi perutnya penuh.

“Mungkin aja kekenyangan. Soalnya pagi udah makan di rumah, jajan di sekolah, terus makan MBG juga,” jelasnya.

Wali kelas III, Zinurrohman, juga bilang hal yang sama. Salah satu siswanya, inisial R, muntah setelah makan MBG dan minum susu.

“Hari Selasa itu dia makan banyak, terus muntah. Saya pikir dia kekenyangan, soalnya anaknya juga ketawa-ketawa waktu saya bilang gitu,” ceritanya.

Tapi, ternyata si R sebelumnya emang sempat sakit dan baru masuk sekolah lagi hari itu. Jadi belum tentu juga muntahnya cuma karena makan terlalu banyak.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ini baru dimulai hari Senin, dan diikuti 101 siswa di SDN Pasanggar 1. Tapi baru hari kedua, Selasa, udah ada 8 siswa yang muntah usai makan makanan dari SPPG Al-Bukhori Murtajih. (*)

You Might Also Like

Sekda Jateng “Sentil” Petugas Haji: Prioritaskan Pelayanan Jemaah

PLN Icon Plus Awali Aktivitas Personel dengan Penerapan Daily Health Checking

Piala Dunia 2026: 17 Negara Sudah Lolos, Asia Bawa Dua Debutan

Jampidsus Akui Rumah di Sentul Miliknya, Uang dan 74 Kg Emas Juga?

Masuk 25 Besar Desa BRILiaN, Getas Ditempa Lima Hari Bareng Undip dan BRI

TAGGED:headlinekekenyangankorban keracunan mbgmaduramuntahpamekasanvideo
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article KPK menahan lima tersangka kasus kredit fiktif di BPR Jepara Artha senilai Rp263,6 miliar. Modusnya, menggunakan nama pedagang kecil hingga pengangguran untuk mencairkan dana. Kerugian negara ditaksir Rp254 miliar. Uang mengalir ke jajaran bank hingga dipakai untuk beli aset dan perjalanan umrah. Foto:dok. Kredit Bodong Rp263,6 M BPR Jepara Arta, Cuma Modal Nama Pedagang & Pengangguran
Next Article Suka Makan Mi Instan Tapi Takut Gemuk? Intip Tips Ala Korea Ini!

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin) saat diwawancara awak media, Kamis (3/9/2026). (dul)

Kekeringan di Jateng Makin Luas, Gus Yasin: Sudah Salah Istisqa dan Ajukan Modifikasi Cuaca

DITUNTUT BERALAH: Sekda Cilacap Sadmoko Danardono dituntut bersalah dalam sidang tuntutan di Pengadilan Tipikor Semarang, Selasa (29/9/2026). (bae)

Sekda Cilacap Dituntut Hukuman Lebih Ringan dari Bupati, Cuma 4 Tahun Penjara

BARANG BUKTI - Petugas kepolisian menunjukkan barang bukti celurit dan sepeda motor yang digunakan remaja asal Sragen yang acung-acungkan senjata tajam di Underpass Joglo, Kota Solo.

Viral Acungkan Celurit di Underpass Joglo Solo, Dua Remaja Sragen Klepek-klepek Ditangkap Polisi

RESMIKAN PONPES--Jaksa Agung Muda Intelijen Kejaksaan Agung RI, Reda Manthovani, merangkul santri tunanetra dalam acara peresmian Pondok Pesantren Sahabat Mata di Semarang, Selasa (29/9/2026). (ist)

Pesantren Khusus Tunanetra di Semarang, Santri Dibekali Keterampilan

DITUNTUT BERALAH: Bupati Cilacap nonaktif Syamsul Auliya Rachman dituntut bersalah dalam sidang tuntutan di Pengadilan Tipikor Semarang, Selasa (29/9/2026). (bae)

Bupati Cilacap Dituntut 7 Tahun Penjara, Hak Dipilih Dicabut 3 Tahun

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Info

Resmi, Begini Skema Tarif Listrik 2026, Naikkah?

Januari 1, 2026
PANTAU DINAMIKA REGIONAL - Dewan Komisaris PLN Icon Plus bertemu dan berdialog langsung dengan insan PLN Icon Plus SBU Regional Jawa Bagian Tengah, untuk melihat dan memantau langsung dinamika di regional.
Info

Komisaris PLN Icon Plus Sambangi Kantor SBU Jawa Bagian Tengah, Lihat Langsung Dinamika Regional

September 18, 2026
BIDIK KASUS - Ilustrasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Hukum

Anggaran Jumbo MBG Disorot, KPK Bilang Rawan, Ah Berani?

April 21, 2026
Sepak Bola

Mauro Zijlstra, Harapan Baru Garuda dari Belanda

Juli 3, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Runyam! Siswa Korban Keracunan MBG di Pamekasan Diminta Bikin Video Muntah karena Kekenyangan
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?