BACAAJA, CHINA – Fenomena unik tengah jadi perbincangan hangat di China. Di tengah padatnya aktivitas kota besar, muncul tren baru bernama man mums, yakni layanan pelukan berbayar yang diklaim mampu meredakan stres dan kesepian.
Dengan tarif sekitar 50 yuan per sesi atau setara Rp110 ribu, anak muda bisa memesan jasa pelukan dari perempuan paruh baya yang disebut “ibu sewaan.” Bukan sekadar pelukan, interaksi ini juga sering dibumbui obrolan hangat layaknya kasih sayang seorang ibu.
Tren ini mulai populer lewat platform online, di mana penyedia jasa memajang profil lengkap beserta tarif. Tidak sedikit pengguna yang mengaku merasa lebih tenang setelah menjalani sesi pelukan.
Seorang pengguna di Shanghai mengungkapkan bahwa ia merasa “lebih diterima” setelah mencoba layanan tersebut. Menurutnya, kehangatan pelukan sederhana mampu mengikis rasa lelah akibat pekerjaan dan tekanan hidup.
Meski terdengar unik, tren ini ternyata punya pasar besar. Banyak kaum muda di perkotaan yang merasa jauh dari keluarga dan membutuhkan sentuhan emosional yang sulit mereka dapatkan di lingkungan kerja modern.
Namun, tren ini juga menuai pro-kontra. Sebagian pihak menilai pelukan berbayar bisa menjadi solusi sehat, sementara yang lain menganggapnya sebagai bentuk komersialisasi kebutuhan emosional manusia.
Di sisi lain, penyedia jasa man mums mengaku mereka tidak hanya memberi pelukan, tetapi juga telinga untuk mendengarkan curhat pengguna. “Anak-anak muda hanya butuh didengar, mereka ingin perhatian,” ujar salah satu penyedia jasa.
Fenomena ini bahkan sempat viral di media sosial China. Banyak warganet yang membagikan pengalaman pribadi, baik yang merasa terbantu maupun yang justru menganggapnya aneh dan tidak wajar.
Meski begitu, tren ini menunjukkan bagaimana generasi muda di kota besar makin membutuhkan ruang untuk menyalurkan kesepian. Pelukan, meski sederhana, terbukti punya kekuatan besar untuk menenangkan.
Dengan tarif yang terjangkau, man mums kini berkembang pesat di sejumlah kota besar seperti Beijing, Shanghai, dan Guangzhou. Tidak sedikit yang memprediksi tren ini akan semakin meluas dalam beberapa tahun ke depan.
Bagi sebagian orang, pelukan bukan lagi sekadar gestur sederhana, melainkan sebuah kebutuhan emosional. Dan di China, kebutuhan itu kini bahkan bisa dibeli dengan harga 50 yuan. (*)

