Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Wayang Orang on The Street di Kota Lama Semarang Sedot Perhatian, Penonton Berjubel
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Wayang Orang on The Street di Kota Lama Semarang Sedot Perhatian, Penonton Berjubel

Wayang Orang on The Street di Kota Lama Semarang ternyata disambut antusias tinggi. Penonton hingga berjubel, pengin lihat secara langsung.

R. Izra
Last updated: September 15, 2025 8:35 am
By R. Izra
3 Min Read
Share
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng turut tampil dalam 'Wayang on the Street' di Kota Lama Semarang.
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng turut tampil dalam 'Wayang on the Street' di Kota Lama Semarang.
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Pagelaran “Wayang Orang on The Street” yang mengangkat lakon “Sang Pinilih” berlangsung meriah di kawasan Kota Lama Semarang, tepatnya di persimpangan Sayangan, Minggu (14/11) malam.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng bahkan turut serta mengambil peran sebagai tokoh Sang Hyang Wenang, bersama sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dengan beragam peran dalam pagelaran tersebut.

Bekerja sama dengan Perkumpulan Wayang Orang Ngesti Pandowo Semarang, pagelaran “Wayang Orang on The Street” itu turut memeriahkan rangkaian Festival Kota Lama.

Lakon “Sang Pinilih” menceritakan tentang prajurit putri bernama Srikandi yang sangat terkenal dalam pewayangan tak gentar menghadapi peperangan melawan barisan pasukan Kurawa.

Bahkan, dalam peperangan yang dinamakan Kurusetra itu, Srikandi berhasil membunuh Bisma dengan bersenjatakan busur dan panah saktinya.

Agustina yang ditemui usai tampil mengaku awalnya sempat agak grogi, sebab tidak menguasai bahasa Jawa halus yang biasa untuk pakem pewayangan.

“Untung teman-teman semuanya membantu. Dan yang membuat tadi suasana cair karena kami diizinkan berinteraksi dengan penonton. Terus, boleh pakai bahasa Indonesia,” katanya.

Yang pasti, ia berharap pesan yang diangkat dalam lakon pewayangan tersebut tersampaikan dengan baik, dan semakin meningkatkan kecintaan terhadap seni wayang orang, khususnya untuk anak-anak muda.

Menurutnya pagelaran “Wayang Orang on The Street” di Kota Lama itu menjadi awalan untuk mendukung agar kesenian wayang orang yang salah satunya besar di Semarang dengan Ngesti Pandowo bisa bangkit kembali.

“‘Wayang Orang on The Street’ ini akan menjadi ‘take off’-nya. Pemerintah Kota Semarang akan mendukung wayang orang untuk bisa bangkit kembali, salah satunya tadi ada janji dari para pemain wayang untuk bisa lebih sering membuat ‘perform’ di titik-titik mana pun,” katanya.

Ia mencontohkan pertunjukan seni budaya di Bali sehingga berharap pergelaran wayang di Semarang menjadi pertunjukan yang gampang dicari dengan berbagai lakon yang disukai oleh penonton.

Selain itu, Agustina mengatakan bahwa Pemerintah Kota Semarang juga berencana untuk memberikan bantuan berupa perangkat pakaian atau kostum wayang kepada semua sanggar wayang di Kota Semarang pada 2026.

Wakil Wali Kota Semarang Iswar Aminuddin menambahkan bahwa wayang orang bukan sekadar pertunjukan seni tradisional, melainkan juga sarana penting dalam pelestarian nilai-nilai luhur budaya bangsa.

“Saya memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas terselenggaranya ‘Wayang Orang on the Street’. Pagelaran ini tidak saja sebagai upaya pelestarian budaya, tetapi juga sebagai episode untuk mengajarkan dan menanamkan nilai-nilai moral kepada tiap generasi,” katanya.

Turut hadir pada pagelaran itu, antara lain anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Samuel Wattimena yang berkesempatan membacakan puisi sebelum pertunjukan wayang orang tampil.

Samuel yang juga dikenal sebagai desainer tersebut membacakan puisi berjudul “Puisi Pembuka”, dilanjutkan menyanyikan lagu “Indonesia Pusaka” bersama sejumlah guru besar yang hadir, dan lagu “Bersuka Ria” karya Bung Karno. (*)

You Might Also Like

Bekas Bupati Pati Sudewo Segera Disidangkan di Semarang, Ada 2 Kasus Korupsi

WFH Usai Lebaran Bikin Pelaku Usaha Ikutan Deg-degan

Rangkaian Hari Jadi Kota Semarang Resmi Diluncurkan

Pesan di Balik 11 Ponpes Eks-JI Jateng Kibarkan Merah Putih pada 17 Agustus

Pattiro Perkuat Warga Sekitar KITB Awasi Dampak Industri

TAGGED:kota lama semarangwayang on the streetwayang orangwayang orang on the street
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article BERI KETERANGAN: Wakil Ketua LPSK, Wawan Fahrudin memberikan keterangan dalam konfrensi pers, Minggu (14/9). (Foto: bae) LPSK Blusukan Cari Fakta Kematian Iko Unnes, Persilakan Publik Sumbang Informasi
Next Article Wuih..Gula Kelapa Purbalingga Go Internasional, Tembus Amerika dan Eropa!

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Soto Sangka, Warung Tua yang Masih Ngangenin

Benarkah Kantor Bikin Wajah Cepat Tua?

Makam Elite Etruria 2.700 Tahun Terkuak

Batik Tak Harus Kuno, Asal Tekniknya Tetap Batik

Jateng Punya Target 1.000 Desa Wisata Baru

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Sudewo tersandung saat digelandang keluar dari Mapolres Kudus, Senin (20/1/2026) malam.
Hukum

Bupati Pati Tersandung saat Keluar Polres Kudus, ‘Malang-malang Putung, Wahaye Sudewo Digulung

Januari 20, 2026
Info

Bukit Mongkrang Ditutup Selama Ramadan

Januari 28, 2026
Olahraga

Perbasi Jateng Gaspol! Siap Bangun Ekosistem Basket yang Bikin Cuan dan Prestasi Sekaligus

Oktober 13, 2025
Daerah

Bus Listrik Masuk Kota! Gratisan Dulu, Hijau Kemudian

November 6, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Wayang Orang on The Street di Kota Lama Semarang Sedot Perhatian, Penonton Berjubel
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?