Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Agustina Gaspol Atasi Sampah Organik Lewat Program Gumregah
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Tumbuh

Agustina Gaspol Atasi Sampah Organik Lewat Program Gumregah

Sampah dapur biasanya bikin jengkel, tapi siapa sangka di Semarang bisa jadi cuan. Warga Jabungan bareng Pemkot nyulap limbah organik jadi maggot, dan hasil panennya bikin Wali Kota Agustina Wilujeng ikut kagum.

T. Budianto
Last updated: Oktober 15, 2025 9:39 am
By T. Budianto
2 Min Read
Share
PANEN MAGGOT: Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng bersama warga melakukan panen maggot dalam Program Gumregah di Kelurahan Jabungan, Banyumanik, Sabtu (13/9). (Foto: Humas Pemkot)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Bayangin aja, dari tumpukan sampah organik bisa lahir solusi keren buat lingkungan. Itulah yang lagi digenjot Pemkot Semarang lewat Program Gumregah (Gerakan Terpadu Masyarakat Mengelola Sampah).

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng langsung turun tangan ngecek panen perdana budidaya maggot di Kelurahan Jabungan, Banyumanik, Sabtu (13/9). Agustina bilang, inovasi ini bukan sekadar seremonial, tapi langkah nyata buat ngurangin sampah organik yang numpuk di TPA Jatibarang.

“Lebih dari 60 persen sampah kita itu organik. Nah, program kayak gini penting banget biar masalah enggak makin numpuk,” tegasnya. Yang bikin makin salut, sejak start 1 Agustus 2025, budidaya maggot di Jabungan udah bisa produksi 100 kg maggot per hari, sekaligus ngabisin 1-2 ton sampah organik tiap harinya.

Enggak cuma ngurangin beban TPA, hasil panennya juga multifungsi. Maggot bisa jadi pakan ternak bernutrisi tinggi, sedangkan kasgot (pupuk dari maggot) bisa bikin cabai, tomat, sampai kangkung makin subur. Bonusnya: warga juga ikut dapet manfaat ekonomi.

Banyumanik Berdaya

Semua kegiatan ini dilakukan di lahan “Banyumanik Berdaya” dan dikelola oleh warga setempat. “Binatang peliharaan (ternak) apa yang akan memiliki nilai ekonomi tinggi jika makan maggot? Ayam, lele, dan bebek. Ya nanti tahun 2026 kita akan turunkan percobaan menggabungkan antara usaha rumah maggot dengan usaha peternakan,” jelas Agustina.

Agustina berharap, keberhasilan program di Jabungan ini dapat menginspirasi kelurahan-kelurahan lain di Semarang untuk menerapkan hal serupa. Karena komitmen jangka panjang Pemerintah Kota Semarang terhadap Program Semarang Bersih perlu didukung oleh seluruh lapisan masyarakat.

“Dari sampah yang tadinya menjadi masalah, kini lahir solusi yang memberi nilai tambah secara ekonomi, lingkungan, dan sosial. Inilah ekonomi sirkular, dari sampah berputar kembali menjadi sumber daya yang bermanfaat,” tutup Agustina. (*)

You Might Also Like

Anindya Bakrie Apresiasi Iklim Investasi Jateng

Semarang Tak Lagi Bergantung, PAD Makin Tebal hingga Dijuluki ‘Transformer City’

Klarifikasi dan Sanksi: Kontroversi Wahyudin Moridu Viral “Rampok Uang Negara”

TMMD di Wates, Bikin Gotong Royong Naik Level

42 Ribu Pesantren, Cuma 51 yang Legal. Serius Nih?

TAGGED:agustina wilujengheadlineolah sampahpemkot semarang
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Kuasa Hukum Ungkap Dugaan Iko Unnes Dilempar Benda Tumpul Sebelum Terjatuh
Next Article Biliar Semarang All Out! Loloskan Seluruh Atlet ke Porprov 2026

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

DEMO--Massa dari kelompok Pati Ora Sepele (POS) berorasi meminta koruptor dihukum berat. (bae)

Bakal Rame Terus Nih Sidang Sudewo, Dikawal Fans dan Haters sampai Vonis

Desa yang Diminta Mandiri, Tetapi Dikunci dari Luar

Jateng Banjir Wisatawan, Diserbu 30,95 Juta Orang Plesiran dalam Tiga Bulan

Ilustrasi polisi sedang melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP.) (grafis/wayu)

Kasus Kematian Sutrimo Penjaga Rumah Febrie Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya, Keluarga Curigai Hal Ini

PROTES HARGA PAKAN - Peternak di Temanggung membagikan 5.000 ayam petelur kepada warga, sebagai bentuk protes atas mahalnya harga pakan ternak, Senin (10/8/2026). Menurut peternak, lebih ayam itu dibagikan kepada warga daripada mati di kandang. (*)

Demo Harga Pakan Mahal Tak Terjangkau, Peternak Temanggung Bagikan Gratis 5.000 Ayam Petelur

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Info

Semarang Nggak Drama: Mudik Padat, Balik Ramai, Tapi Lalu Lintas Tetap “Waras”

Maret 25, 2026
Nasional

PWI Pusat Punya Pengurus Baru, Siap Gaspol Hadapi Era AI & Perkuat Dunia Pers

Oktober 4, 2025
BERI PENJELASAN - Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng memberi penjalasan kepada wartawan. (ist)
Info

BOP RT Rp25 Juta Segera Cair, Wali Kota Semarang Pastikan Penggunaannya Dikawal Ketat

Juni 17, 2026
Walikota Semarang Agustina Wilujeng saat meninjau proyek pembangunan rumah pompa di Petudungan Semarang. Foto: dok/pemkot
Daerah

Banjir Bukan Takdir! Wali Kota Semarang Gaspol Bangun Rumah Pompa Baru di Petudungan

September 5, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Agustina Gaspol Atasi Sampah Organik Lewat Program Gumregah
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?