Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
Reading: Sindikat Penjualan Bayi ke Singapura Patok Harga Satu Anak Bayi Rp 11 – 16 Juta
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
© 2025 Bacaaja.co
Unik

Sindikat Penjualan Bayi ke Singapura Patok Harga Satu Anak Bayi Rp 11 – 16 Juta

Kejadian ini menyoroti fakta bahwa masalah perdagangan anak masih menjadi ancaman nyata di Indonesia, terutama bagi kelompok masyarakat rentan yang mudah dimanipulasi karena tekanan ekonomi.

Nugroho P.
Last updated: Juli 30, 2025 5:51 pm
By Nugroho P.
4 Min Read
Share
Iustrasi penjualan anak.
SHARE

NARAKITA, BANDUNG – Sebuah kasus memilukan kembali mencuat ke permukaan setelah Kepolisian Daerah Jawa Barat mengungkap jaringan perdagangan bayi lintas negara. Sindikat ini diketahui telah mengirimkan puluhan bayi dari Indonesia ke Singapura sejak tahun lalu.

Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jabar berhasil mengidentifikasi bahwa setiap bayi yang dijual ke luar negeri dihargai mulai dari Rp11 juta hingga Rp16 juta per anak, tergantung kondisi dan permintaan dari calon orang tua angkat.

“Para pelaku mengaku harga bayi yang diserahkan oleh ibu kandungnya berada di kisaran itu,” ujar Direktur Kriminal Umum Polda Jabar Kombes Pol Surawan, Selasa (15/7).

Dalam modusnya, para bayi tersebut langsung diterima oleh pihak pengadopsi di Singapura, setelah melalui serangkaian proses yang difasilitasi oleh jaringan ini, mulai dari pengurusan kelahiran hingga dokumen pengiriman.

Penyelidikan mengungkap bahwa praktik ini telah berlangsung sejak tahun 2023, dan sedikitnya 24 bayi telah berhasil dijual ke luar negeri oleh kelompok ini.

Kepolisian tidak menutup kemungkinan akan menggandeng Interpol guna menelusuri lebih lanjut jejak sindikat di negara tujuan. Upaya ini merupakan bagian dari pengembangan penyidikan internasional.

“Penelusuran akan terus kita lakukan. Kita juga berkoordinasi dengan pihak internasional,” jelas Surawan.

Dalam keterangannya, ia menyebutkan bayi yang menjadi korban diperoleh melalui dua cara. Sebagian orang tua menyerahkan anak mereka secara sukarela karena alasan ekonomi, namun ada juga bayi yang diambil secara paksa atau dengan cara yang tidak sah.

Beberapa kasus bahkan menunjukkan bayi telah ‘dipesan’ sejak dalam kandungan. Biaya persalinan ditanggung oleh pihak sindikat, dan setelah lahir, bayi langsung dibawa tanpa proses adopsi resmi.

Sebelumnya, enam bayi berhasil diselamatkan oleh tim Polda Jabar. Mereka diamankan di wilayah Pontianak saat hendak dikirimkan ke luar negeri dan langsung dibawa ke Bandung untuk proses perlindungan.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Rochmawan, mengatakan bahwa penangkapan ini merupakan hasil dari operasi intensif yang telah dipersiapkan cukup lama.

“Dalam operasi kali ini, kita berhasil mengamankan 12 orang yang diduga kuat menjadi bagian dari sindikat perdagangan manusia,” ungkap Hendra pada Senin malam (14/7).

Ia menyebutkan bahwa tiap tersangka memiliki peran masing-masing, mulai dari pencari ibu hamil, perawat bayi, hingga pengurus dokumen palsu dan kurir internasional.

“Peran para tersangka sangat terstruktur. Ada yang bertugas sejak masa kehamilan, ada yang menjadi penghubung dengan pihak luar negeri, serta yang mengatur pengiriman,” kata Hendra menambahkan.

Polda Jabar juga mengamankan sejumlah barang bukti yang memperkuat dugaan keterlibatan para tersangka. Bukti tersebut meliputi dokumen identitas palsu, paspor, hingga akta kelahiran yang dimanipulasi.

Pihak kepolisian memastikan proses hukum akan terus berlanjut dengan menelusuri jaringan lain yang mungkin terlibat, termasuk calon pembeli dan fasilitator di negara tujuan.

Polisi juga memastikan bahwa para bayi korban saat ini dalam perlindungan negara dan mendapatkan pendampingan dari lembaga perlindungan anak.

Kepolisian mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dan segera melapor jika menemukan aktivitas mencurigakan terkait adopsi bayi atau penawaran aneh mengenai kehamilan.

Kejadian ini menyoroti fakta bahwa masalah perdagangan anak masih menjadi ancaman nyata di Indonesia, terutama bagi kelompok masyarakat rentan yang mudah dimanipulasi karena tekanan ekonomi.

Upaya penegakan hukum diharapkan dapat menjadi peringatan keras bagi jaringan lain yang terlibat dalam perdagangan manusia, baik di dalam maupun luar negeri.

Langkah kerja sama antarnegara juga diharapkan bisa mempersempit ruang gerak sindikat yang memanfaatkan celah hukum demi keuntungan pribadi.

Dengan terungkapnya kasus ini, publik kembali diingatkan akan pentingnya pengawasan ketat terhadap proses adopsi dan pengangkatan anak lintas negara.

Polda Jabar menyatakan akan terus mendalami kasus ini dan menjamin keselamatan para bayi korban hingga mereka mendapat penanganan terbaik sesuai hak mereka sebagai anak. (*)

You Might Also Like

Top Korupsi di Jateng, Kasus Sritex dan BUMD Cilacap Masih Bertakhta

Kabar Baik dari Grobogan: Ratusan Warga Diduga Keracunan Sudah Pulih

Buruan Daftar! Siapa Tahu Kamu-lah Sebenarnya CEO yang Dicari Pemkot Solo

Teknologi Ngebut, SDM Kedodoran: Indonesia Rawan PHK Massal di Era AI

Kuota Terbatas, 93 Ribu Calon Siswa Tak Tertampung di SMA/SMK Negeri di Jateng

TAGGED:headlinepenjualan anakpolda jabarsindikat penjualan anak
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Pengurus DPP PDI Perjuangan foto bersama usai menggelar rapat konsolidasi di kantor DPP partai pekan kemarin. Nampak hadir, Ganjar Pranowo, Bambang (Pacul) Wuryanto, Djarot Saiful Hidayat, dan lain-lain. Foto: dok/ist Awal Agustus, Kongres PDI Perjuangan 2025?
Next Article Mentan Temukan Beras Oplosan, Begini Tips Agar Tak Salah Pilih

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Bhara Cup 2026 Bukan Cuma Turnamen, Tapi Seleksi Atlet Wartawan

Kondisi salah satu Rumah warga yang ambruk akibat longsor. Rabu (11/02/2026). (dul)

Warga Deliksari Semarang Dihantui Bayang-bayang Longsor, Hidup dalam Mode Siaga

Alat berat mengurai tumpukan sampah yang menggunung di TPA Putri Cempo, Solo, Kamis (12/2/2026).

Antrean Truk TPA Putri Cempo Terurai! Enam Alat Berat Bikin Penanganan Sampah Ngebut

Tangkapan layar channel YouTube Ganjar Pranowo.

Siswa SD di Ngada Bundir, Ganjar: Ini Bukan Tragedi Personal, tapi Jeritan Sunyi Generasi

Kartasura Bukan Hanya Tempat Singgah, Tapi Ruang yang Menyimpan Cerita Sejarah

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ketua DPR RI Puan Maharani.
Unik

Puan Maharani: Indonesia Emas 2045 Bukan Fatamorgana, Tapi Janji yang Harus Ditepati

Agustus 15, 2025
Unik

Momentum Hari Bhayangkara, 38 Anggota Polres Banjarnegara Raih Kenaikan Pangkat

Juni 30, 2025
Daerah

Jateng Panen Penghargaan: Layanan Kesehatan Ngebut, Warga Desa Ikut Ketularan Sehat

Desember 2, 2025
Unik

Denny Caknan Siap Goyang Banjarnegara Lewat Konser Gratis Warisan Rasa

September 15, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Sindikat Penjualan Bayi ke Singapura Patok Harga Satu Anak Bayi Rp 11 – 16 Juta
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?