BACAAJA, GROBOGAN- Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Grobogan, Wahyu Tri Darmawanto, bilang banjir mulai terjadi sekitar pukul 02.00 WIB. Air menggenangi permukiman, jalan lingkungan, sampai akses jalan raya dengan ketinggian bervariasi antara 15 cm hingga satu meter.
Di Kecamatan Kedungjati, Desa Klitikan dan Desa Kedungjati ikut terdampak. Jalan Raya Kedungjati-Salatiga bahkan sempat tergenang sekitar 20 cm. Desa Wates juga kebagian luapan Sungai Tuntang, meski kini air mulai surut.
Kecamatan Tegowanu? Desa Tajemsari dan Sukorejo ikut terendam 20-30 cm. Di Kecamatan Gubug, Desa Penadaran, termasuk Dusun Sasak, Tegalrejo, dan Bantengan sempat terendam 30-50 cm.
Baca juga: Jalur Semarang – Demak Banjir akibatkan Macet Pantura
Di Kecamatan Purwodadi, Kampung Jagalan Selatan terendam 15-20 cm. Tapi yang cukup bikin deg-degan ada di Perumahan Permata Hijau, Kelurahan Kalongan. Air di sana sempat mencapai satu meter dan evakuasi warga masih berlangsung.
Tanggul Jebol
Banjir juga menyapu Kecamatan Karangrayung. Desa Karangsono dan Mojoagung terdampak cukup parah. Tanggul Sungai Jajar di Mojoagung jebol di beberapa titik setelah hujan deras dari pukul 19.30 WIB sampai 03.00 WIB.
Kepala Desa Mojoagung, Siswanto, menyebut tanggul di Dusun Krasak jebol sepanjang kurang lebih 15 meter. Di Klampisan, dua titik tanggul juga ambrol dengan panjang serupa. Puluhan rumah warga tergenang, terutama di RW dan RT sekitar Dusun Krasak dan Bungkel, dengan ketinggian air 20-40 cm.
Bukan cuma rumah, area persawahan juga ikut terendam. Di depan SPBU wilayah Dusun Mojo, air mencapai sekitar satu meter dan belum bisa dilalui kendaraan.
Di Kecamatan Geyer, tiga rumah di Desa Bangsri (Dusun Getas dan Geneng) terendam sekitar 25 cm. Kecamatan Toroh juga terdampak, tepatnya di Desa Tambirejo dan Krangganharjo. Warga Perumahan Janur Kuning dievakuasi. Sementara di Kecamatan Pulokulon, luapan Sungai Peganjing merendam Dusun Legundi, Desa Karangharjo, setinggi 50 cm. Sekitar 30 warga memilih evakuasi mandiri.
Baca juga: Banjir Genangi Sejumlah Perumahan di Semarang, Ratusan Jiwa Terdampak
Hingga siang hari, sebagian besar genangan dilaporkan mulai surut. Meski begitu, warga diminta tetap waspada karena hujan susulan bisa datang kapan saja.
Karena di musim hujan seperti ini, yang datang bukan cuma rintik romantis,
kadang juga paket lengkap: sungai meluap, tanggul jebol, dan warga yang harus siap siaga bahkan sebelum alarm subuh berbunyi. (tebe)


