Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
Reading: Warga Mangunsari Ubah Sampah Jadi Tabungan
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
© 2025 Bacaaja.co
Info

Warga Mangunsari Ubah Sampah Jadi Tabungan

Kalau selama ini sampah cuma dianggap bau dan bikin pusing, cerita dari Mangunsari ini berbeda. Di RW 01, sampah justru berubah jadi tabungan. Dan itu bikin Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng angkat topi.

T. Budianto
Last updated: Januari 24, 2026 10:29 am
By T. Budianto
3 Min Read
Share
KELOLA SAMPAH: Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng mengunjungi pengelolaan sampah di Bank Sampah Alamanda, RW 01 Kelurahan Mangunsari, Kecamatan Gunungpati, Jumat (23/1/2026). (Foto: Pemkot Semarang)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng memberikan apresiasi tinggi pada pola pengelolaan sampah di Bank Sampah Alamanda, RW 01 Kelurahan Mangunsari, Kecamatan Gunungpati. Hal itu disampaikannya saat menghadiri kegiatan Temu Warga Lokal, Jumat (23/1/2026).

Di lokasi, Agustina melihat langsung bagaimana warga mampu mengelola sampah secara konsisten, bukan sekadar buang, tapi pilah sejak dari rumah dan diolah jadi sesuatu yang bernilai ekonomi.

“Saya bangga dengan konsistensi warga di RW 01 Mangunsari. Mereka sudah tidak membuang sampah sembarangan, tapi memilah sejak dari rumah. Ini bukti masyarakat bisa jadi aktor utama dalam menjaga lingkungannya,” ujar Agustina.

Baca juga: Sampah Mau Disulap Jadi Listrik, Semarang Gaspol Tapi Masih Nunggu Tim

Bank Sampah Alamanda menerapkan sistem pemilahan berjenjang. Dimulai dari rumah tangga, lalu dikumpulkan di tingkat RT, dan masuk ke pengolahan lanjutan di bank sampah. Di sana, sampah anorganik dipilah ulang berdasarkan jenis dan nilai jualnya.

Plastik dan kertas yang terkumpul kemudian dijual ke pengepul. Uniknya, hasil penjualannya tidak langsung dibagikan, melainkan disimpan sebagai saldo tabungan warga yang bisa dicairkan pada waktu tertentu, seperti akhir tahun atau menjelang Lebaran.

Raih Penghargaan

“Ini luar biasa. Sampahnya berkurang, ekonomi keluarga terbantu, dan TPA juga tidak semakin penuh,” imbuh Agustina. Menurutnya, keberhasilan Bank Sampah Alamanda bukan sekadar wacana. Konsistensi mereka mengantarkan RW 01 Mangunsari meraih Juara I Lomba Proklim Tingkat Kota Semarang 2024, hingga puncaknya mendapatkan Penghargaan Proklim 2025 Kategori Utama dari Kementerian Lingkungan Hidup.

Agustina menilai capaian tersebut membuktikan bahwa gotong royong dan kepemimpinan warga bisa melahirkan sistem pengelolaan sampah yang kuat dan berkelanjutan. Ia pun berharap model Bank Sampah Alamanda bisa direplikasi di RW lain di Kota Semarang.

Baca juga: Semarang Wegah Nyampah: Agustina Salut Warga Kreatif Ubah Sampah Jadi Cuan

“Tidak harus sama persis. Yang penting semangatnya: pilah dari rumah, tertib, dan dikelola bersama. Pemkot Semarang akan terus mendampingi supaya bank sampah makin merata dan berdaya,” tegasnya.

Ia optimistis, jika semakin banyak wilayah mampu mandiri mengelola sampah dari hulu, persoalan lingkungan di Kota Semarang bisa diselesaikan secara berkelanjutan.

Di Mangunsari, sampah bukan lagi musuh, tapi aset. Tinggal nunggu RW lain nyusul: mau terus buang sampah, atau mulai nabung dari plastik bekas? (tebe)

You Might Also Like

Pemkot Semarang Perpanjang Jatuh Tempo & Beri Keringanan PBB 2025

Padi Jateng Diproyeksi Nanjak 5,5 Persen di 2026

Polisi Gelandang 318 Peserta Demo Ricuh Semarang: Badannya Kecil, Perawakannya Masih Pelajar

Pertina Jateng Siapkan SDM Andal Jelang Porprov 2026

Lima Hari yang Nggak Boleh Cuma Jadi Seremoni

TAGGED:agustina wilujengmangunsaripemkot semarangsampah
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Pergeseran Arah Anggaran Pendidikan 2026: Alokasi Daerah Dipangkas, MBG Digas Pol
Next Article Anak Jateng Didorong Naik Level di Jepang

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Tragedi Kaca Transparan

Ilustrasi tindak pidana suap dan korupsi. (narakita/grafis/tera)

Indonesia Juara Korupsi? IPK Anjlok: Lebih Buruk dari Timor Leste, Kalah Saing di ASEAN

Wali Kota Solo melantik pengurus DPC Gekrafs Surakarta periode 2026–2029, sekaligus peluncuran Project Solo Tourism Directory, Selasa (10/2/2026) malam di Taman Balekambang.

Respati Dorong Gekrafs Jadi Motor Ekonomi Kreatif Solo, Bukan Organisasi Seremonial

Wakil Ketua DPRD Jateng M Saleh (kanan), meminta pemerintah dan pihak terkait memperkuat mitigasi bencana.

Dampak Bencana Beruntun di Jateng Kian Luas, Saleh Minta Mitigasi Diperkuat

Praktisi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Ester Terviana, memberi pemaparan tentang fungsi eksekutif anak.

Praktisi PAUD: Fungsi Eksekutif Anak Dibentuk dari Pengalaman Hidup

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Vanisa membaur dengan buruh Sritex lain saat demo di depan kantor Gubernur Jateng, Rabu (24/9/2025). (bae)
Info

Cerita Vanisa Sritex: 19 Tahun Mengabdi, Kini Terpaksa Hidup Serabutan

September 24, 2025
Pendidikan

Rahasia di Balik Mandi Wajib, Bukan Cuma Soal Suci, Tapi Begini

September 17, 2025
Sepak Bola

Garuda Keok, Akhirnya Patrick Kluivert Dipecat!!

Oktober 16, 2025
Ilustrasi Ibu Kota Nusantara (IKN) jadi kota hantu. (grafis/wahyu)
Hukum

MK Batalin HGU 190 Tahun di IKN, Rem Tangan Proyek Kebablasan Jokowi

November 20, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Warga Mangunsari Ubah Sampah Jadi Tabungan
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?