BACAAJA, SEMARANG – Hari pertama puasa, vibes ngabuburit di Muladi Dome langsung auto rame. Area kampus Universitas Diponegoro ini lagi-lagi jadi titik kumpul warga buat berburu takjil di Bazar Ramadan bareng UMKM Kelurahan Tembalang.
Event yang digelar 19 Februari sampai 14 Maret 2026 ini jadi edisi kedua di lokasi yang sama. Tahun lalu udah rame, tahun ini? Naik level.
Dari sore, kendaraan udah antre panjang. Parkiran penuh, bahkan sampai meluber ke bahu jalan. Macet jelang magrib? Udah kayak paket komplit.
Bacaaja: Senja, Jajan, dan Jalan Santai: Ngabuburit Seru Purwokerto
Yang datang juga bukan cuma mahasiswa. Karena terbuka untuk umum, warga dari berbagai kalangan ikut nimbrung. Anak kecil, orang tua, sampai remaja tumpah ruah jadi satu. Suasananya hangat, hidup, dan berasa banget feel Ramadhannya.
Sempat diguyur hujan dan bikin beberapa titik becek, tapi antusiasme nggak goyah. Gerimis tipis malah bikin suasana makin syahdu. Lapak-lapak tetap diserbu tanpa ampun.
Aroma gorengan, es buah, sampai minuman kekinian campur jadi satu di udara yang masih lembap. War takjil tetap jalan.
Kirana (22), mahasiswa asal Medan, ngaku udah lama nunggu momen ini.
“Seneng sih ada event ini di kampus. Rencana mau ke sini dari hari pertama, tapi baru bisa sekarang. Kayanya besok wajib ke sini lagi deh,” ujarnya sambil senyum, Senin (23/02/2026).
Bacaaja: Borong Takjil saat Ngabuburingat Bareng Vindes, Respati Repons Usulan Kampung Ramadan
Hal serupa disampaikan Novi (24), mahasiswa asal Tasikmalaya.
“Mumpung jadi mahasiswa Semarang wajib ngabuburit di sini sih. Seru war takjil langsung. Kalau online suka bingung mau beli apa, datangnya lama. Kupikir habis hujan nggak terlalu rame, ternyata tetep rame. Tapi seru,” katanya.
Bazar ini nggak cuma soal kuliner. Tenant fashion, aksesoris, sampai pernak-pernik juga ada. Jadi yang niatnya cuma beli kolak bisa pulang bawa gelang, tas, atau outfit baru.
Aulia (23), mahasiswa asal Solo, bahkan bilang vibes-nya nggak kalah sama event besar di Semarang.
“Ga kalah ramai dan menyenangkan sama yang di Dugderan. Stand kulinernya lengkap. Mau cari aksesoris juga ada. Lengkap dan seru banget,” ungkapnya.
Selain ratusan tenant UMKM, hiburan musik akustik modern dan tradisional juga bikin suasana makin hidup. Banyak yang datang lebih awal cuma buat nongkrong sambil nunggu buka dan nikmatin live music.
Event ini bukan cuma agenda kampus. Ada kolaborasi bareng UMKM Kelurahan Tembalang yang bikin Ramadhan kali ini juga jadi momentum gerak ekonomi warga sekitar.
Di tengah genangan air dan kemacetan yang nggak bisa dihindari, satu hal jelas: semangat kebersamaan tetap nyala.
Muladi Dome sekali lagi jadi saksi, kalau Ramadhan di Semarang nggak pernah sepi cerita, apalagi kalau urusannya war takjil. (*)


