BACAAJA, JAKARTA – Pernyataan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menyoroti tingginya angka anak putus sekolah di Indonesia.
Dadan bilang, MBG jadi penyelamat pendidikan dan mengurangi potensi anak putus sekolah. Bahkan, bikin anak-anak semangat ke sekolah.
Kata dia, banyak anak putus sekolah bukan karena mahalnya biasa pendidikan, tapi karena oran tua gak mampu kasih uang jajan.
Bacaaja: Menteri Perencanaan Pembangunan Bilang Lebih Penting MBG daripada Lapangan Kerja
Bacaaja: Jumlah Korban Diduga Keracunan MBG di Kudus Jadi 118 Orang
Sontak pernyataan Dadan ramai di media sosial. Pernyataan itu diungkap dalam wawancara di kanal YouTube Helmy Yahya Bicara pada Agustus 2025 lalu, namun kembali viral setelah potongan videonya beredar luas.
Menurut Dadan, anggapan bahwa biaya pendidikan jadi penyebab utama anak putus sekolah perlu ditinjau ulang. Ia menyebut sebagian besar sekolah sudah gratis, kecuali beberapa sekolah swasta tertentu.
“Dan ternyata yang membuat anak putus sekolah karena kemampuan memberi jajan uang harian kepada anak,” ujarnya.
Temuan ini disebut berasal dari analisis terbaru yang melihat hubungan antara kondisi ekonomi keluarga, pemenuhan gizi, dan keberlanjutan pendidikan anak.
Dadan menilai program Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat menjadi solusi konkret. Dengan makanan tersedia di sekolah, anak tidak perlu membawa bekal atau bergantung pada uang jajan.
“Jadi hadirnya MBG menyelamatkan mereka. Kalau ke sekolah tidak membutuhkan bekal karena sudah disiapkan,” jelasnya.
Tak heran, pernyataan ini langsung memicu debat. Ada yang setuju karena beban harian keluarga memang nyata, tapi tak sedikit juga yang mempertanyakan apakah persoalan putus sekolah sesederhana itu.
Bantah sunat dana pendidikan
Di tengah polemik, Wakil Kepala BGN Nanik Deyang juga menepis kabar bahwa MBG memakai anggaran pendidikan Rp335 triliun.
Ia mengaku sempat mengklarifikasi langsung ke Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Hasilnya? Narasi tersebut disebut tidak benar.
“Dana itu diambil dari mana-mana. Semua kementerian kita potong,” kata Nanik menirukan pernyataan Menkeu.
Selain realokasi anggaran, program MBG juga disebut memanfaatkan dana rampasan dari kasus korupsi.
Yang jelas, setelah viral, topik ini sukses bikin publik ikut mikir.
Ternyata, bagi pemerintah, semua masalah solusinya adalah MBG. Bagaimana menurut Sobat Bacaaja? (*)


