BACAAJA, JAKARTA – Mendekati Lebaran 1447 Hijriah, suasana di Terminal Kampung Rambutan mulai terasa beda. Loket-loket tiket makin ramai, antrean calon pemudik kelihatan lebih panjang dari hari biasa. Tiket bus laris manis, baik yang dibeli online maupun langsung di terminal.
Kepala Terminal, Revi Zulkarnain, bilang lonjakan pemesanan sudah terasa untuk rute-rute favorit seperti Yogyakarta, Malang, Surabaya, sampai berbagai kota di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Mayoritas calon penumpang memburu jadwal keberangkatan 17–18 Maret, alias H-3 dan H-4 Lebaran.
Buat yang kesulitan beli tiket via aplikasi, banyak juga yang akhirnya datang langsung ke loket resmi perusahaan otobus (PO). Cara konvensional ini masih jadi andalan, apalagi buat yang nggak mau ambil risiko kehabisan kursi.
Soal harga? Mulai merangkak naik. Biasanya, tarif dasar angkutan Lebaran memang naik sekitar H-7, tergantung kebijakan masing-masing PO, tapi tetap harus sesuai aturan pemerintah.
Penanggung jawab PO Bus Sinar Jaya di terminal itu, Sutrisno Rico, menyebut lonjakan paling terasa di rute jarak jauh. Armada tambahan pun mulai disiapkan buat mengantisipasi ledakan penumpang. Untuk tujuan Pemalang misalnya, tarif yang awalnya Rp120 ribu naik jadi Rp150 ribu mulai 10 Maret. Bahkan, mendekati H-1 Lebaran, harganya bisa tembus Rp270 ribu.
Sementara itu, Doni (54), calon pemudik asal Bumi Serpong Damai, memilih gercep beli tiket buat keberangkatan 15 Maret ke Ajibarang, Banyumas. Menurutnya, beli lebih awal bikin hati lebih tenang karena harga masih normal, sekitar Rp180 ribu.
Dengan tarif yang pelan-pelan naik dan kursi yang makin cepat terisi, banyak pemudik memilih nggak ambil risiko. Prinsipnya simpel: mending beli sekarang daripada kehabisan nanti. Lebaran tinggal hitungan hari, dan Terminal Kampung Rambutan sudah mulai jadi saksi euforia mudik yang makin terasa. (*)


