BACAAJA, BANTUL– Pertandingan Persiku Kudus melawan PSIS Semarang di pekan ketiga Pegadaian Championship 2026/2027 dipastikan ditunda. Kabar tersebut disampaikan menjelang kick off yang semula dijadwalkan pukul 15.30 WIB.
Panitia Pelaksana (Panpel) Persiku Kudus selaku tuan rumah menyampaikan informasi penundaan melalui akun Instagram resmi mereka pada Minggu (27/9/2026) sekitar pukul 14.30 WIB.
Sebelumnya, laga derby Jateng tersebut dijadwalkan berlangsung di Stadion Sultan Agung (SSA), Bantul, Yogyakarta. Penundaan berkaitan dengan tidak diterbitkannya surat rekomendasi atau izin kegiatan oleh Polres Bantul.
Kepolisian menyampaikan keputusan tersebut melalui Surat Jawaban Permohonan Izin Kegiatan Nomor B/1772/IX/YAN.2.2./2026 tertanggal 25 September 2026.
Baca juga: PSIS Siap Tempur di Bantul
Surat tersebut ditandatangani Kapolres Bantul Kombes Pol Bambang Puji Hariyanto dan merupakan tanggapan atas permohonan izin yang diajukan PT Relasi Sport Muria Indonesia selaku pengelola Persiku Kudus.
Dalam surat tersebut, Polres Bantul mencantumkan sejumlah pertimbangan terkait tidak diterbitkannya rekomendasi kegiatan. Salah satunya mengenai waktu pengajuan izin. Permohonan dari manajemen Persiku baru diterima pada 25 September 2026, atau hanya dua hari sebelum pertandingan.
Kepolisian menyebut kondisi tersebut tidak memenuhi ketentuan PP Nomor 60 Tahun 2017 Pasal 6 Ayat 1 yang mengatur permohonan izin keramaian diajukan paling lambat 14 hari kerja sebelum kegiatan berlangsung.
Selain itu, ketentuan wajib lapor 7×24 jam sesuai instruksi Baintelkam Polri juga disebut belum terpenuhi. Persoalan administrasi lainnya berkaitan dengan izin penggunaan Stadion Sultan Agung. Hingga surat jawaban diterbitkan dokumen perizinan penggunaan stadion disebut belum diterbitkan pihak berwenang.
Faktor Keamanan
Faktor keamanan penonton juga menjadi pertimbangan kepolisian. Berdasarkan laporan intelijen, terdapat rencana kedatangan sekitar 1.500 hingga 3.000 suporter PSIS Semarang. Padahal, hasil risk assessment sebelumnya merekomendasikan pertandingan digelar tanpa penonton.
Polres Bantul juga mempertimbangkan kondisi internal Persiku Kudus yang disebut tengah menghadapi persoalan antara manajemen dan kelompok suporter.
Selain itu, kepolisian mengantisipasi potensi gesekan antarsuporter dengan mempertimbangkan riwayat konflik antara kelompok suporter PSIS Semarang, Snex, dengan kelompok suporter PSS Sleman, Brigata Curva Sud (BCS), di wilayah Yogyakarta.
Baca juga: PSIS Bergabung di Grup Berat
Atas sejumlah pertimbangan tersebut, Polres Bantul menyatakan belum dapat menerbitkan surat rekomendasi kegiatan demi menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).
“Berdasarkan poin-poin di atas, Polres Bantul belum bisa menerbitkan Surat Rekomendasi terhadap kegiatan tersebut dengan pertimbangan Kamtibmas di Wilayah Kabupaten Bantul, serta belum terpenuhinya ketentuan mengenai batas waktu pengajuan permohonan izin/rekomendasi kegiatan masyarakat,” tegas Kapolres Bantul dalam surat tersebut.
Dengan ditundanya pertandingan, Panpel Persiku Kudus perlu berkoordinasi dengan operator kompetisi untuk menentukan kelanjutan dan jadwal baru laga menghadapi PSIS Semarang.
Derby Jateng yang seharusnya menyajikan duel di lapangan akhirnya harus menunggu kepastian di luar lapangan terlebih dahulu. (tebe)

