BACAAJA, DEMAK- Drama banjir di Jawa Tengah belum berakhir. Setelah wilayah Kaligawe, Kota Semarang berhasil dikeringkan, kini giliran Dusun Lengkong, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak yang jadi sorotan. Air kembali naik, dan tiga unit mesin pompa dari Dinas Pusdataru Provinsi Jawa Tengah langsung diterjunkan ke lokasi.
Kepala Dinas Pusdataru Jateng, Henggar Budi Anggoro, bilang kalau timnya terus siaga dari satu titik ke titik lain. “Alhamdulillah wilayah Kaligawe sudah surut. Jalan udah bisa dilalui. Nah, sekarang kita fokus ke Sayung. Tiga unit pompa sudah beroperasi di sana,” katanya, Selasa (4/11).
Dusun Lengkong memang langganan banjir tiap musim hujan. Jadi begitu air mulai naik, petugas langsung tancap gas. Dari total 10 unit pompa yang dimiliki Pemprov, tiga sudah standby di Sayung dan satu di Tenggang, Semarang.
“Pompa lain masih kita cek, karena kemarin baru aja kerja keras di Sringin. Kalau nanti Sayung butuh tambahan, kita siap turunkan lagi,” tambah Henggar.
Intruksi Gubernur
Upaya ini bagian dari instruksi Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, yang menargetkan masalah banjir di Semarang-Demak bisa ditangani sampai tuntas. Fokusnya bukan cuma mengeringkan pemukiman, tapi juga membuka akses jalan dan roda ekonomi warga.
“Kalau banjir tertangani, pemukiman sehat, jalan lancar, ekonomi ikut hidup,” tandas Henggar. Bagi warga, pompa air kini jadi semacam “pahlawan dadakan”. Datang, nyedot air, terus pindah tugas ke lokasi lain, seperti superhero keliling tanpa jubah.
Airnya pindah, pompanya ikut pindah. Kayaknya yang belum pindah cuma masalah klasik: banjir datang, solusi sementara jalan, nunggu musim hujan balik lagi. Menurut kamu, kapan ya pompa nggak perlu kerja lembur tiap tahun? (tebe)


