BACAAJA, SEMARANG- Isu super flu yang belakangan wara-wiri di obrolan publik dinilai nggak perlu disikapi dengan drama berlebihan. Profesor Patologi Anatomi sekaligus pendiri dan Direktur Stem Cell and Cancer Research (SCCR) Indonesia, Prof Dr dr Agung Putra, M.Si.Med menegaskan, tubuh manusia sejatinya sudah dibekali mekanisme alami untuk melawan virus.
Menurut Prof Agung, tubuh punya dua lapis sistem imun. Pertama, sistem imun bawaan yang tugasnya langsung nyergap dan “menghabisi” virus yang masuk. Kedua, sistem imun adaptif yang punya memori. Jadi kalau virus yang sama datang lagi, tubuh nggak kaget.
Baca juga: 62 Kasus Super Flu di Indonesia Dimodinasi Anak-anak, IDAI Ingatkan Hal Ini
“Yang penting, dua sistem ini harus terus diberdayakan,” kata Prof Agung, Selasa (13/1/2026). Cara memberdayakannya pun nggak ribet. Mulai dari pola hidup sehat dan menjaga kondisi psikologis tetap waras. Stres berlebihan, kata dia, justru bisa bikin daya tahan tubuh drop. Jadi kalau lagi banyak pikiran, efeknya bukan cuma ke mental, tapi juga ke imun.
Pangan Lokal
Urusan perut juga nggak kalah penting. Prof Agung menyarankan masyarakat memanfaatkan bahan pangan lokal yang kaya herbal, seperti sambiloto, brotowali, kunyit, dan kembang lawang. Murah, gampang dicari, dan udah jadi “senjata” kesehatan sejak zaman dulu.
Ia juga menyinggung tren panjang umur dan anti-aging yang makin digandrungi. Secara ilmiah, proses penuaan berkaitan dengan pemendekan telomer, ujung DNA yang makin lama makin aus seiring usia. Kalau telomer habis, sel pun pensiun dini.
Meski soal umur tetap wilayah Yang Maha Kuasa, Prof Agung menyebut sains membuka peluang untuk memperpanjang usia produktif. Riset SCCR Indonesia menunjukkan beberapa herbal mampu menangkal radikal bebas yang mempercepat penuaan.
Baca juga: Superflu Cuma Lewat Timeline, Jateng Masih Aman
Selain itu, puasa alias fasting juga terbukti memicu autofagi, proses “bersih-bersih” alami tubuh dengan menyingkirkan sel rusak dan menggantinya dengan sel baru. “Intinya nggak perlu aneh-aneh. Hidup sehat, makan alami, dan puasa itu sebenarnya sudah diajarkan nenek moyang kita sejak lama,” ujar Prof. Agung.
Ia berharap masyarakat bisa hidup lebih sehat, tetap produktif, dan bugar sampai usia lanjut.
Jadi, sebelum panik sama super flu, mungkin yang perlu kita waspadai dulu justru pola hidup sendiri, karena imun kuat itu bukan hasil scroll medsos, tapi hasil kebiasaan. (tebe)


