BACAAJA, SEMARANG — Sampangan Park masih jadi spot favorit warga buat healing tipis-tipis. Mulai dari nemenin anak main, nongkrong santai, sampai sekadar duduk ngadem, semua ada di sini.
Lokasinya yang ada di Jalan Menoreh Raya, dekat lampu merah dan jembatan, bikin taman ini gampang ditemuin. Tapi buat yang baru pertama kali datang, siap-siap agak bingung dikit. Akses masuknya harus “ngikutin ritme” lalu lintas yang lumayan ramai.
Masuk ke dalam, vibes-nya sebenarnya enak. Pohon-pohon rindang bikin suasana adem meski siang bolong. Jalur pejalan kaki cukup rapi, kursi taman tersebar di beberapa titik, dan area bermain anak juga lumayan lengkap buat ukuran taman kota.
Bacaaja: Menengok Nglimut di Kendal, Tempat Favorit Warga Rehat Sejenak dari Penatnya Aktivitas
Bacaaja: Jejak Sejarah Taman Lele Semarang: dari Kisah Perang Jawa hingga Jadi Kampung Wisata
Fasilitas dasar juga ada. Toilet umum tersedia, dan di seberang jalan ada minimarket plus bank, lumayan kalau butuh sesuatu mendadak, walau harus nyeberang dulu.
Tapi, di balik vibes santainya, ada PR yang belum kelar.
Salah satu yang paling sering dikeluhin pengunjung: parkiran. Area parkir di taman ini masih super terbatas. Buat motor aja cuma muat beberapa, apalagi mobil, nyaris nggak ada space yang jelas.
Alhasil, banyak pengunjung harus muter dulu atau parkir seadanya di sekitar lokasi. Niat healing malah jadi ribet duluan.
Selain itu, kondisi beberapa bagian taman juga masih kurang “keurus”. Kholil (30), salah satu pengunjung, bilang masih ada area yang belum rapi.
“Ada paving yang belum dipasang. Kalau hujan jadi becek, terus juga ganggu pemandangan,” ujarnya.
Kondisi ini bikin kesan taman jadi kurang maksimal, padahal potensinya besar banget buat jadi ruang publik andalan warga.
Meski begitu, Sampangan Park tetap ramai didatangi. Warga tetap datang buat cari suasana santai di tengah padatnya kota.
Harapannya sih simpel: fasilitas dibenahi, parkiran diperjelas, dan taman ini bisa jadi tempat healing yang nggak setengah-setengah. Karena kalau udah nyaman, warga pasti balik lagi, nggak cuma sekali dua kali. (*)


