BACAAJA, SEMARANG- Kegiatan SAI Walk and Run digelar di Semarang, Minggu (12/4/2026) jadi salah satu cara unik buat “nyentil” calon jemaah haji soal pentingnya kesiapan fisik.
Event ini diinisiasi langsung oleh Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, sebagai bagian dari gerakan yang lebih besar, membangun kesadaran kalau haji itu bukan cuma soal spiritual, tapi juga fisik dan mental.
Kegiatannya dimulai dari salat subuh berjamaah di Masjid Raya Baiturrahman, lanjut tausiah, lalu peserta langsung gas jalan sehat di area Car Free Day Simpang Lima.
Baca juga: Isu War Tiket Haji Muncul Bukan Rebutan Tapi Evaluasi
Rutenya nggak main-main, hampir 10 kilometer! Lewat jalan-jalan utama kota, cukup buat bikin keringat keluar tapi juga jadi simulasi ringan sebelum nanti benar-benar berangkat ke Tanah Suci.
Sekitar 70 peserta ikut ambil bagian, mulai dari panitia, petugas haji, sampai Dahnil sendiri yang turun langsung. Sekalian juga jadi soft launching gerakan SAI Walk and Run yang rencananya bakal digelar serentak di berbagai daerah di Indonesia.
Kesiapan Fisik
Dalam keterangannya, Dahnil ngingetin satu hal penting: ibadah haji itu “full package”. Nggak bisa cuma kuat iman, tapi fisik drop. “Ibadah haji itu menuntut fisik. Jadi harus dibiasakan hidup sehat, olahraga rutin, dan jaga pola makan,” pesannya.
Faktanya, sekitar 90 persen rangkaian ibadah haji itu aktivitas fisik. Mulai dari jalan kaki, tawaf, sampai rangkaian ibadah lainnya yang butuh stamina prima. Makanya, selain fisik, kesiapan mental dan spiritual juga harus diasah.
Belum lagi urusan material, dari perlengkapan pribadi sampai obat-obatan semua harus dipikirin matang. Sementara itu, jadwal keberangkatan jemaah haji Indonesia sendiri bakal dimulai 22 April 2026 untuk kloter pertama, dan berakhir 21 Mei 2026.
Baca juga: Logistik Haji 2026 Ketahan Konflik, Beras Terancam Gagal Kirim
Salah satu petugas PPIH Arab Saudi dari Media Center Haji, Wahidin Hasan, mengaku sudah jauh-jauh hari jaga kebugaran. Rutinnya? Jalan sehat minimal tiga kali seminggu, ditambah bulu tangkis dua kali. Karena pada akhirnya, haji bukan cuma perjalanan spiritual, tapi juga “maraton” fisik yang nggak bisa diremehkan.
Jadi kalau masih mikir haji itu cuma soal kuat iman, mungkin perlu update mindset. Di lapangan, yang sering “tumbang” bukan niat, tapi stamina. Niat boleh lurus, tapi kalau napas ngos-ngosan di tengah jalan, ya susah juga mau khusyuk. (tebe)

